Advokat Roberth Salu, SH.MH & Patners, Menangkan Haji Ambo Dalam Gugatan Kasasi Sengketa Tanah Di Mahkama Agung

- Penulis

Sabtu, 30 April 2022 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kefamenanu, Savana paradise.com,_ Advokat Roberth Salu, SH.MH bersama Egiardus Bana, SH.MH kembali menunjukan kepiwaiannya dalam menangani sebuah perkara,baik di tingkat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Pengadilan Tinggi maupun Kasasi di Mahkamah Agung.

Sebagaimana rilis yang diterima media ini, Majelis Hakim tingkat Kasasi akhirnya menolak gugatan penggugat/Pembanding/ Pemohon Kasasi Marcelinus Ceunfin atas tergugat Haji Ambo dalam sengketa Tata Usaha Negara terkait sebidang tanah di Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU.

Robert menjelaskan, penggugat Marcelinus Ceunfin melalui kuasa hukumya Lourensius Mega Man,SH mengajukan gugatan untuk membatalkan sertifikat Haji Ambo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tentu selaku kuasa hukum tergugat intervensi, tetap mempertahankan status sertifikat Haji Ambo, dengan dalil bahwa penerbitan sertifikat itu telah sesuai dengan asas – asas pemerintahan yang baik” ungkap Roberth.

Baca Juga :  Kerap Resahkan Warga, Lima Motor Balapan Liar dan Knalpot Brong di Ende Diamankan Polisi

“Sertifikat tersebut juga sudah diperkuat oleh majelis hakim Tata Usaha Negara (TUN) Kupang dan majelis hakim Pengadilan Tinggi Surabaya lalu diperkuat lagi oleh majelis hakim Mahkama Agung dengan menolak gugatan penggugat / Pembanding/ Pemohon Kasasi dan mengabulkan eksepsi tim hukum tergugat intervensi” sambung Roberth.

Atas putusan Majelis hakim tersebut, Roberth mengucap syukur atas kebenaran dan keadilan yang diperoleh.

“Ini soal kebenaran formil yang telah terbuka dalam persidangan, bahwa tanah seluas 5070 M2 terletak di wilaya Kota Kefamenanu adalah milik klien saya yang telah diperolehnya dengan etikad baik, sehingga kemudian para penggugat yang berdalil bahwa seolah-olah tanah ini milik mereka adalah sesuatu yang keliru,” ujar Robert.

“Bagaimana mungkin dalam gugatan, Kuasa hukum Penggugat berdalil bahwa obyek sengketa telah dikuasai oleh Penggugat sejak tahun 1984. Lalu kemudian menjadi pertanyaan, kalau penggugat menguasai objek sengketa sejak 1984, mengapa atas objek sengketa tidak ada sertifikat atas nama para penggugat ?” tanya Salu.

Baca Juga :  Bupati Badeoda Lantik Gabriel Dala Jadi Sekda Ende; Minta Benahi Birokrasi Berbelit-Belit

Roberth dan Egiardus juga bersyukur karena kebenaran akhirnya menemukan jalannya, melalui eksepsi mereka selaku penasehat hukum yang diterima majelis hakim, sehingga gugatan penggugat tidak diterima oleh Pengadilan Tata usaha Negara Kupang lalu diperkuat oleh putusan Pengadilan Tinggi Surabaya dan di perkuat lagi oleh Mahkama Agung.

“Sudah 3 kali kami menang, sehingga secara Hukum Obyek sengketa adalah milik klien kami” tegas Robert.

Untuk diketahui, sidang perkara Tata Usaha Negara sengketa atas tanah di Kelurahan Kefamenanu Selatan tersebut, antara Marcelinus Ceunfin sebagai penggugat melawan Kepala Kantor BPN sebagai tergugat dan tergugat intervensi adalah Haji Ambo.

Penggugat Marcelinus Ceunfin didampingi oleh Kantor Advokat LOURENSIUS MEGA MAN, SH & ASSOCIATES, sementara tergugat didampingi oleh Kantor Advokat ROBERT SALU, SH.,MH & PARTNERS.

Penulis : Yuven Abi
Editor : Chen Rasi

Berita Terkait

GPSP Desak KSOP dan PELNI Terbuka Soal Penyebab KM Lawit Tabrak Dermaga Ippi Ende
KM Lawit Tabrak Dermaga Ippi, KSOP dan PELNI Dapat Catatan Kritis Dari Dewan di Ende
KM Lawit Tabrak Dermaga, Kondisi Kapal Rusak dan Bocor
Sorot Rencana Anggaran PKK 500 Juta, Komisi 1 DPRD Ende: Outputnya Apa?
Bunda Julie Laiskodat Akan Dilantik Jadi Ketum PERKEMI NTT; Datangkan Pelatih Jepang untuk Nagoya 2027
Anggaran Pilkades Capai 3,9 M, Komisi 1 DPRD Ende Minta Dikaji Ulang
DLH Ende Akan Beri Sanksi Jika Ditemukan Limbah Pabrik Tempe Tahu Cemari Lingkungan Air dan Udara
Surat Sakti Kepsek Kuburkan Mimpi Guru Honor di Ende Untuk Jadi P3K; 16 Tahun Mengabdi Sia-Sia
Berita ini 15 kali dibaca