Ende, Savanaparadise.com,- Maria Regina Tipa resmi terpilih sebagai Mandataris Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC), Formatur Tunggal, sekaligus Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende Santo Yohanes Don Bosco periode 2026/2027.
Maria Regina Tipa terpilih melalui mekanisme voting tertutup dalam forum RUAC PMKRI Cabang Ende yang berlangsung pada 17–20 Oktober 2026 di Margasiswa PMKRI Cabang Ende. Dalam proses pemilihan tersebut, Maria Regina Tipa unggul atas bakal calon lainnya yaitu Heraklius Solano Peu dari angkatan perkasa.
Dengan terpilihnya Maria Regina Tipa menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan organisasi PMKRI Cabang Ende Santo Yohanes Don Bosco. Ia tercatat sebagai perempuan kedua yang memimpin PMKRI Cabang Ende, setelah dari Maria Uria Ie tahun 2006 dan sekaligus menghadirkan kembali representasi kepemimpinan perempuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil pemilihan tersebut kemudian ditetapkan melalui Ketetapan Nomor: 08/TAP/RUAC-PMKRI/I-F/X/2026 tentang Pemilihan dan Pengangkatan Mandataris RUAC/Formatur Tunggal/Ketua Presidium PMKRI Cabang Ende Santo Yohanes Don Bosco Periode 2026/2027.
Pelaksanaan RUAC berlangsung dengan dinamika yang cukup tinggi, mulai dari pembukaan sidang hingga proses pemilihan dan penetapan mandataris. Meski demikian, dinamika tersebut dijalankan secara profesional oleh kedua bakal calon serta peserta Forum lainya.
RUAC sendiri merupakan forum legislatif tertinggi di tingkat cabang yang memiliki kewenangan membahas dan menetapkan kebijakan strategis organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), ketetapan RUAC, serta peraturan perhimpunan yang berlaku dan mengikat Dewan Pimpinan Cabang maupun seluruh anggota.
Dalam rilis yang diterima media ini, Rabu, (21/10/26), Maria Regina Tipa menilai dinamika dalam forum organisasi merupakan bagian penting dari proses pendewasaan kader PMKRI.
Menurutnya, perbedaan pandangan dan argumentasi dalam forum tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi ruang pembelajaran untuk membangun kedewasaan dalam berorganisasi.
Maria Regina Tipa merasa bahwa mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin dalam perhimpunan bukanlah perkara mudah. Meskipun begitu Ia berkomitmen untuk menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab.
Ia juga menilai bahwa kepemimpinan perempuan bukanlah tentang menggantikan posisi laki-laki, melainkan menghadirkan keseimbangan dalam pembinaan internal dan gerakan eksternal organisasi.
“Dalam kepemimpinan sebagai perempuan, kita bukan untuk menggantikan laki-laki, tetapi bagaimana menjaga keseimbangan antara pembinaan internal dan eksternal serta memberikan cara pandang dari perspektif berbeda yang juga dibutuhkan,” ungkap Maria.
Maria Regina Tipa menegaskan bahwa perempuan tidak harus meniru karakter kepemimpinan laki-laki untuk dapat menjadi pemimpin yang tegas dan berwibawa.
“Sebagai pemimpin perempuan, kita tidak perlu menjadi seperti laki-laki. Kita bisa tegas dan bisa juga dengan kelembutan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kepemimpinan perempuan memiliki ruang dan kekuatan tersendiri dalam membangun organisasi yang inklusif, seimbang, dan berorientasi pada kemajuan bersama.
Sementara, Ketua Demisioner,Daniel Sakof Turot, menekankan pentingnya menjaga nilai fraternitas atau persaudaraan di dalam tubuh perhimpunan.
Menurutnya, semangat saling mendukung menjadi fondasi penting dalam menjalankan program kerja serta memastikan keberlanjutan organisasi setelah pergantian kepemimpinan.
Ia berharap seluruh kader tetap menjaga kebersamaan dan memperkuat solidaritas agar PMKRI Cabang Ende semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Alumni Dorong PMKRI Responsif terhadap Isu Publik
Agustinus Kembardi Sumbi, senior alumni PMKRI yang hadir sebagai tim peninjau, secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan RUAC.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya memahami fungsi dan tanggung jawab Mandataris RUAC, Formatur Tunggal, sekaligus Ketua Presidium dalam mengarahkan jalannya organisasi dan memastikan roda kepemimpinan berjalan sesuai aturan perhimpunan.
Ia juga mengingatkan agar PMKRI Cabang Ende tetap responsif terhadap berbagai isu strategis, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Menurutnya, PMKRI sebagai organisasi kader dan gerakan mahasiswa harus tetap menjaga daya kritis, menjalankan peran perjuangan, serta mengambil bagian dalam merespons persoalan sosial, politik, dan kemasyarakatan.
“Sebagai organisasi kader dan Gerakan, PMKRI harus tetap menjaga daya kritis, menjalankan peran perjuangan dalam merespons persoalan sosial, politik, dan kemasyarakatan”, pungkasnya.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










