Ende, Savanaparadise.com,- Sebanyak 43 unit rumah warga di Desa Mukusaki, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende mengalami rusak berat. Kerusakan tersebut di sebabkan oleh bencana Gempa Bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
Data kerusakan ini di sampaikan secara langsung oleh Kepala Desa Mukusaki, Fabianus Sandi Siga saat ditemui media Savanaparadise.com di Mukusaki, Sabtu, (5/9/26) Malam.
Fabianus menjelaskan sesuai data yang dihimpun Pemerintah Desa Mukusaki pada tanggal 17 Agustus 2026, terdapat 43 rumah rumah rusak berat terkena dampak bencana Gempa Bumi Flores beberapa pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kades Fabianus menyebut, selain rumah rusak berat, sebanyak 108 unit rumah warga di Desa Mukusaki yang mengalami rusak ringan dan 6 unit rumah lainnya tidak dapat ditempati lagi oleh warga karena tingkat kerusakannya sangat vital.
“Untuk kerusakan rumah itu, sebagai pemerintah desa, kami di minta data melalui desa kemudian dikirim ke kecamatan, lalu di kirim ke kabupaten. Mungkin data itu mungkin sudah masuk ke BPBD Ende”, ungkapnya.
Untuk Keenam unit rumah tersebut menurut Kades Fabianus, masing-masing terdapat di Dusun Watubara sebanyak 4 unit dan Dusun Mukusaki 2 unit dan dari hasil koordinasi yang dilakukan pihaknya serta di bantu pemerintah kecamatan, 6 unit rumah tersebut telah mendapat bantuan dari BPBD Ende berupa tenda keluarga sebanyak 6 buah, 3 selimut, dan 3 spon lipat.
“Kami masih menunggu waktu kapan, tim verifikasi dari BPBD untuk memverifikasi kembali sesuai data-data tersebut karena hingga detik ini tim verifikasi belum masuk di Desa kami”, tutur Kades Fabianus.
Kades Fabianus mengakui pascagempa, Warga di Desa Mukusaki pernah menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Ende dalam bentuk Sembako tetapi dari bantuan tersebut belum sepenuhnya terpenuhi.
Hal itu di karenakan, kata Kades Fabianus, semenjak Gempa utama 15 Agustus 2026 dan disertai Gempa susulan yang terus terjadi hingga kini, masyarakat banyak mengalami trauma dan enggan beraktivitas seperti yang terjadi di Dusun Watubara yang keseharian warga sebelumnya bekerja sebagai nelayan.
“Harapan kami kalau ada bantuan Sembako, bisa menghubungi kami sebagai pemerintah desa apalagi di desa Mukusaki ada dua posko. Posko pertama di Kantor Desa, Posko kedua ada di Dusun Watubara. Sehingga, semua bantuan masuk itu melalui posko, setibanya di posko baru kami tim desa yang menyalurkan ke warga yang terdampak”, tandasnya.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










