Ende, Savanaparadise.com, – Data terbaru korban dampak bencana Gempa Flores yang di rilis pertanggal 21 Agustus 2026, Malam, jumlah warga terdampak di Kabupaten Ende. Data warga terdampak naik sebanyak 3573.
Data tersebut diinput berdasarkan hasil laporan dari Camat dan Kepala Desa pada pertemuan antara, BNPB, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ende, Kepala BPBD Kabupaten Ende bersama Camat, Lurah, dan Kepala Desa se-Kabupaten Ende yang berlangsung di Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Flores, Jumat, (21/8/2026).
Naiknya angka warga terdampak bencana Gempa Flores di Kabupaten Ende berdasarkan hasil pengurangan antara, data yang di rilis pertanggal 21 Agustus 2026 yakni, 6945 dan dikurangi data yang dikeluarkan BPBD Kabupaten Ende, per 20 Agustus 2026, sebanyak 3372 sehingga mendapat angka 3573.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Total warga terdampak di Kabupaten Ende sebanyak 6945 ini, dihitung berdasarkan kategori jumlah rumah rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat kemudian dinput berdasarkan hasil laporan para Camat dari 21 kecamatan di Kabupaten Ende.
Data sementara ini, dapat dirincikan sebagai berikut, Kecamatan Nangapanda, jumlah KK warga terdampak totalnya sebanyk 1629, Kecamatan Ende, KK terdampak sebanyak, 1006. Kecamatan Pulau Ende, jumlah KK terdampak sebanyak 248. Kecamatan Lepembusu Kelisoke jumlah KK terdampak sebanyak 55.
Kecamatan Ndona, total keseluruhan jumlah KK terdampak sebanyak, 280. Kecamatan Ndona Timur, KK terdampak sebanyak, 174. Kecamatan Ende Utara, 368 terdampak, Kecamatan Ende Timur, jumlah terdampak sebanyak 240 KK, Ende Selatan, jumlah KK terdampak sebanyak 239, Kecamatan Ende Tengah, total KK terdampak sebanyak 119.
Untuk Wilayah Pantai Utara Kabupaten Ende, Kecamatan Maukaro jumlah KK terdampak totalnya sebanyak, 368, Kecamatan Wewaria, total terdampak sebanyak 284, Kecamatan Maurole sebanyak, 175 KK terdampak, Kecamatan Kotabaru, jumlah KK terdampak sebanyak, 409.
Dari hasil laporan yang sama, logistik yang di terima bagi korba terdampak bencana Gempa Flores berdasarkan kategori, rumah rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat, ada yang sudah didistribusikan semua, ada juga yang belum seperti, Kecamatan Nangapanda, Kecamatan Ende, Kecamatan Pulau Ende, Kecamatan Kotabaru bersadasrkan data sementara.
Data penerimaan logistik tersebut bagi korban terdampak Gempa Flores di Kabupaten Ende terinput dari berbagai sumber, baik dari Bantuan Presiden, dari TNI, Polri, Dinas Sosial Kabupaten Ende, Partai Politik, Kementrian Sosial, NU, BPBD Kabupaten Ende, Bupati Ende, BNPB, Mendagri, SPPG Kabupaten Ende, PMI Kabupaten Ende, dan lembaga-lembaga swasta lainnya.
Brigjen TNI (Purn.) Dr. Jahidin Chilo, S.IP., M.Si, Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat pertemuan bersama para Camat dan Kepala Desa menekankan pentingnya memasukan data secara akurat sehingga semua korban terdampak Gempa Flores di Kabupaten Ende jangan terlewatkan.
Dirinya meminta ke para Camat dan Kepala Desa serta Lurah agar segera melaporkan kebutuhan-kebutuhan baik keluarga terdampak Gempa Flores yang berkategori rumah rusak sedang dan berat sehingga para korban terdampak ini perlu disiapkan tenda keluarga, sedangkan warga yang rusak ringan dan tidur di tenda darurat, ia menyarankan agar segera diberi edukasi dan himbauan untuk kembali ke rumah masing-masing.
“Karena itu, masyarakat kita yang rumahnya betul-betul tidak bisa di pakai, para camat dan kepala desa untuk segera laporkan prioritas yang di bagikan, itu dulu yang di kasih. Segera minta. Pak Camat kalau kesulitan kendaraan untuk mengangkut logistik, harus laporkan, jangan tunggu, nanti di siapkan Kalaksa selaku komandan Posko”, tegasnya.
“Saya sudah sampaikan ke Pak Dandim, Pak Kapolres kendaraannya bisa di pakai, kalau masih kurang kita sewa. Supaya segera. Inikan jangan sampai berlarut-latur sehingga mengakibat masyarakat sakit bahkan meninggal karena kita lama dan berlarut-larut. Terpal, kasur lipat malam ini masuk di Posko, usahakan besok sudah valid datanya”, ujarnya.
“Masyarakat yang rumahnya rusak ringan jangan diluar terus. Namun kita tetap waspada. Nanti yang masih kurang kita prioritaskan selimut untuk keluarga yang punya bayi, yang usia lanjut, yang hamil, itu di priritaskan dulu”, tambahnya.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










