Bank NTT Bahas Kemungkinan Relaksasi Kredit bagi Debitur dan Pelaku UMKM Terdampak Gempa Flores

- Penulis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Bank NTT mulai membahas kemungkinan pemberian relaksasi pembayaran pinjaman bagi debitur dan pelaku UMKM yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengatakan kebijakan relaksasi kredit tersebut telah masuk dalam pembahasan rapat direksi. Namun, hingga kini Bank NTT belum menentukan bentuk konkret relaksasi yang akan diberikan kepada nasabah terdampak bencana.

” Memang ada dalam pembahasan dalam rapat direksi tentang relaksasi pembayaran pinjaman tetapi kami belum sampai ke bentuk konkretnya seperti apa,” kata Charlie Paulus, Rabu, 19/08/2026.

Menurutnya, Bank NTT masih membutuhkan waktu untuk mengumpulkan data dan melakukan analisis terhadap kondisi debitur dan pelaku UMKM yang terdampak gempa. Pendataan tersebut diperlukan agar kebijakan yang nantinya diambil dapat disesuaikan dengan kondisi dan tingkat dampak yang dialami masing-masing nasabah.

Charlie menjelaskan, manajemen Bank NTT saat ini masih memprioritaskan pemulihan aspek pelayanan dan operasional kantor-kantor cabang maupun unit layanan yang terkena dampak bencana.

” Karena kita butuh waktu untuk mengumpulkan data dan melakukan analisa tentang hal ini. Sekarang ini manajemen masih berfokus untuk memperbaiki aspek pelayanan dan operasional kantor-kantor yang terkena dampak bencana agar pelayanan dapat pulih segera,” ujarnya.

Baca Juga :  Laba Bank NTT Naik 31,94% pada Semester I, Efisiensi dan Transformasi Bisnis Dongkrak Kinerja

Pembahasan mengenai relaksasi kredit menjadi perhatian penting menyusul dampak gempa Flores yang menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas usaha dan terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah kabupaten.

Bagi pelaku UMKM dan masyarakat yang memiliki kewajiban kredit, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kemampuan mereka dalam memenuhi pembayaran pinjaman. Karena itu, relaksasi kredit diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk dukungan perbankan bagi masyarakat untuk melewati masa pemulihan pascagempa.(SP)

Berita Terkait

Laba Bank NTT Naik 31,94% pada Semester I, Efisiensi dan Transformasi Bisnis Dongkrak Kinerja
Bank NTT Hadirkan Solusi Digital untuk Tingkatkan Transparansi Keuangan Daerah
Festival Daun Lontar Ende Lio Ajang Lestarikan Tradisi Anyaman Yang Bernilai Ekonomis
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Bank NTT Ruteng Perkuat Digitalisasi UMKM Melalui Bazar Ramadan 2026
Pemkab SBD dan Bank NTT Teken Kerja Sama SP2D Online Berbasis CMS
Pemkab Rote Ndao Pinjam Rp30 Miliar ke Bank NTT untuk Bangun Infrastruktur
Bazar Ramadan Bank NTT Dorong UMKM Labuan Bajo Beralih ke Transaksi Digital
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:57 WIB

Bank NTT Bahas Kemungkinan Relaksasi Kredit bagi Debitur dan Pelaku UMKM Terdampak Gempa Flores

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:46 WIB

Laba Bank NTT Naik 31,94% pada Semester I, Efisiensi dan Transformasi Bisnis Dongkrak Kinerja

Senin, 15 Juni 2026 - 15:15 WIB

Bank NTT Hadirkan Solusi Digital untuk Tingkatkan Transparansi Keuangan Daerah

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:34 WIB

Festival Daun Lontar Ende Lio Ajang Lestarikan Tradisi Anyaman Yang Bernilai Ekonomis

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Berita Terbaru