Ende, Savanaparadise.com,- Kecamatan Ndona berhasil lolos ke partai puncak (Final) usai menang tipis 1 – 0 atas Kecamatan Ende (Kece) dalam laga semifinal Piala Bupati Ende Cup U-23 tahun 2026 yang berlangsung di Stadion Marilonga, Senin, (27/7/2026).
Gol semata wayang dari Kecamatan Ndona ini di cetak oleh sang kapten, Antonius F. Tuna (7) di menit 79. Dengan kemenangan ini Kecamatan Ndona akan bertemu Kecamatan Wolowaru di partai Final, di mana sebelumnya Wolowaru berhasil mengalahkan Lio Timur dengan skor 1 – 0.
Dalam laga Semifinal ini, banyak peluang tercipta bagi Laskar Ana Tana Ndona sejak babak pertama. Tercatat, Antonius (7) Cs sebanyak Empat kali mengangancam gawang Kece FC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Buah dari kerja sama yang begitu apik dari lini serang Ndona FC, gol nyaris tercipta saat pertandingan memasuki menit 24. Sayangnya, tandukan, Dionisius Ferrao (77) masih membentur tiang gawang. Di menit ke 26 gawang Ende FC kembali terancam.
Kali ini datang lewat kaki, Arky Yohanis (11). Sayangnya, tendangan masih melambung tinggi di atas mistar gawang yang di jaga oleh, Syafrudin Bethan. Memasuki menit ke 40, Arky Yohanis hampir saja merubah kedudukan namun, lagi-lagi tiang gawang menjadi penyelamat bagi Kece FC sehingga tidak kebobolan karena tendang keras Arky Yohanis masih membentur tiang gawang.
Kece baru menciptakan peluang pertama ketika di penguhujung laga. Lewat gocekannya, Maxmilianus (18) mampu melewati satu pemain Ndona FC, langsung menendang bola dari luar 16, tetapi bolanya masih melebar tipis di samping kanan tiang gawang Ndona FC yang di jaga, Alkapone (47). Babak pertama berakhir, kedua tim bermain imbang tanpa gol.
Memasuki babak kedua, pelatih Yuventus Bari tidak mengubah taktik permainan. Dari sisi penguasaan bola babak pertama Laskar Ana Tanah unggul di atas kertas. Begitupun dengan Kece FC. Sejak wasit, Irham Na meniup peluit panjang pertanda pertandingan babak kedua di mulai, kedua tim bermain penuh hati-hati.
Terbukti, di babak kedua, baik Ndona FC maupun Ende FC belum memberikan ancaman yang berarti. Meskipun begitu tidak menyurutkan semangat bagi kedua tim untuk mencetak gol di babak kedua ini. Apalagi, teriakan dari suporter dan pendukung dari keduanya ketika tim jagoan mereka memegang bola.
Petaka datang bagi Ende FC kala memasuki menit 79 Di mana salah satu pemain belakang Ende FC melakukan pelanggaran di sisi kiri, luar daerah 16 yang berujung tendangan bebas. Antonius, sang spesialis tendangan bebas langsung mengambil alih.
Melihat penjaga gawang Ende FC berdiri agak ke depan sisi kiri gawang, tendangan Antonius langsung menusuk ke gawang. Alhasil tendangan akurat tersebut tak dapat di jangkau penjaga gawang sehingga menghasil gol. Stadion Marilonga bergemuru saat tim kesayangan mereka mencetak gol, sekaligus merubah kedudukan, Ndona unggul 1 – 0 atas Kece.
Ende FC yang ketinggalan 0 – 1 ini mempercepat tempo permainan demi menyamakan kedudukan. Petrus Abanat (pelatih kepala Kece FC) memasukan dua pemain sekaligus, Yustinus (17) dan Oktovianus (10) untuk memperkuat lini serang. Namun sayang, kedudukan tidak berubah hingga laga usai.
Sempat terjadi insiden kecil saat laga usai. Insiden tersebut bermula ketika terjadi perpanjangan waktu Empat menit dari waktu normal di babak kedua. Terpampang di papan skor, perpanjangan waktu baru berjalan di menit 93, namun wasit telah meniup peluit panjang tanda laga berakhir.
Tidak puas dengan keputusan Wasit, pemain dan Official Kece FC mengajukan protes ke Wasit dan meja panitia. Kece FC kemudian menerima keputusan tersebut. Dengan kemenangan ini, Laskar Ana Tanah akan bertemu Wolowaru FC di partai Final.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










