So’e, Savanaparadise.com- Tenaga Ahli Kementerian Koordinator Pangan RI, Simon Petrus Kamlasi (SPK) menawarkan konsep bangunan ibadah modular untuk mendukung pelayanan masyarakat di wilayah terpencil dan kawasan rawan bencana di NTT.
Gagasan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri Sidang Majelis Daerah Khusus Gembala Badan Pengurus Daerah Provinsi NTT Gereja Bethel Indonesia di Hotel Bahagia II So’e, Kamis, 07/05/2026. Kegiatan itu dihadiri ratusan gembala dari berbagai wilayah di NTT.
Dalam kesempatan tersebut, SPK menjelaskan bangunan modular merupakan model rumah ibadah yang praktis, cepat dibangun dan mudah diterapkan di daerah yang sulit dijangkau maupun kawasan terdampak bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
” Bahwa ada karya-karya bangunan modular bisa untuk rumah ibadah, terus bagaimana rantai pasok yang didukung oleh teknologi-teknologi sederhana, terapan yang mudah dilakukan oleh umat, itu bisa dimasukkan juga. Maksud saya seperti itu dan saya terbuka untuk mereka bisa menghubungi saya pada setiap kesempatan,” kata eks Jenderal Bintang Satu ini.
Menurut SPK, konsep tersebut tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik rumah ibadah, tetapi juga bagaimana gereja dapat menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui pendekatan yang sederhana, murah dan mudah dijalankan umat.
Ia mengatakan bangunan modular itu sudah mulai dikembangkan di sejumlah wilayah di Flores dan Sumba. Selain itu, fasilitas serupa juga telah tersedia di Lewotobi dan beberapa lokasi lain yang membutuhkan pelayanan cepat dan fleksibel.
Dalam waktu dekat, peresmian bangunan modular juga akan dilakukan di Kupang, Adonara, Lembata dan Amanatun Utara.
” Ini bagus untuk memudahkan aktivitas masyarakat kita,” katanya.
Selain menyinggung pelayanan kerohanian, SPK juga mengajak gereja terlibat dalam pemberdayaan ekonomi umat.
“Hari ini saya datang dengan membawa kabar baik. Mari bekerjasama membangun kandang ayam, siapkan lahan-lahan kita karena negara kita memiliki program nasional MBG yang membutuhkan suplay bahan-bahan kebutuhan pokok,” katanya.
Menurutnya, NTT memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan yang dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat di desa-desa.
Dalam pesannya kepada para pemimpin gereja, SPK juga mengingatkan agar gereja tidak hanya fokus pada urusan spiritual semata.
” Gereja jangan hanya sibuk mengurus umat supaya masuk surga tetapi harus juga hadir membela martabat manusia, memperjuangkan keadilan, dan menolong mereka yang menderita di dunia,” ujarnya.(AP)
Penulis : Tim Redaksi (DD)










