Labuan Bajo, Savanaparadise.com,-Program NTT Mart yang sebelumnya digadang-gadang menjadi etalase produk unggulan daerah, kini mendapat kritik pedas. Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Pata Vinsensius menilai kondisi NTT Mart di Labuan Bajo belum sesuai dengan ekspektasi awal.
Hal tersebut disampaikannya setelah meninjau langsung NTT Mart yang berlokasi di Jalan Trans Flores, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
“Dalam benak saya, NTT Mart adalah sesuatu yang ‘wow’. Ternyata yang diresmikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena, lebih mirip kios biasa. Ini mengecewakan,”kata Pata Vinsensius seperti dikutip dari akun tiktok PDI Perjuangan NTT, Selasa, 03/03/2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Pata sebagai daerah yang menyandang status destinasi pariwisata super prioritas, Labuan Bajo seharusnya memiliki pusat promosi produk lokal dengan konsep yang representatif, modern dan tertata baik. Keberadaan NTT Mart diharapkan menjadi ruang promosi strategis bagi UMKM lokal sekaligus wajah ekonomi kreatif NTT di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.
Namun pada kenyataannya, Pata menemukan kondisi lain. Ia menilai jika hanya tampil seperti kios biasa dengan penataan sederhana, maka tujuan besar dari pembentukan NTT Mart dikhawatirkan tidak tercapai secara maksimal.
“Harapan kita, NTT Mart menjadi pusat oleh-oleh khas NTT yang membanggakan, bukan sekadar tempat jual beli seperti kios pada umumnya,” ujarnya.
Pata juga mendorong agar pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konsep, manajemen, hingga tampilan fisik NTT Mart. Menurutnya peningkatan kualitas sangat penting agar produk-produk lokal memiliki daya saing lebih tinggi, terutama di kawasan pariwisata strategis seperti Labuan Bajo.
Sebagai informasi, NTT Mart sebelumnya diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemasaran produk lokal NTT dan mendorong pertumbuhan UMKM di berbagai kabupaten/kota.***










