Politisi PDIP Sebut NTT Mart Lebih Mirip Kios Biasa

- Penulis

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Labuan Bajo, Savanaparadise.com,-Program NTT Mart yang sebelumnya digadang-gadang menjadi etalase produk unggulan daerah, kini mendapat kritik pedas. Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Pata Vinsensius menilai kondisi NTT Mart di Labuan Bajo belum sesuai dengan ekspektasi awal.

Hal tersebut disampaikannya setelah meninjau langsung NTT Mart yang berlokasi di Jalan Trans Flores, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

“Dalam benak saya, NTT Mart adalah sesuatu yang ‘wow’. Ternyata yang diresmikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena, lebih mirip kios biasa. Ini mengecewakan,”kata Pata Vinsensius seperti dikutip dari akun tiktok PDI Perjuangan NTT, Selasa, 03/03/2026.

Menurut Pata sebagai daerah yang menyandang status destinasi pariwisata super prioritas, Labuan Bajo seharusnya memiliki pusat promosi produk lokal dengan konsep yang representatif, modern dan tertata baik. Keberadaan NTT Mart diharapkan menjadi ruang promosi strategis bagi UMKM lokal sekaligus wajah ekonomi kreatif NTT di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

Namun pada kenyataannya, Pata menemukan kondisi lain. Ia menilai jika hanya tampil seperti kios biasa dengan penataan sederhana, maka tujuan besar dari pembentukan NTT Mart dikhawatirkan tidak tercapai secara maksimal.

Baca Juga :  Sidang PS Sengketa Tanah Maulafa, Penggugat Tak Bisa Buktikan Batas Lahan

“Harapan kita, NTT Mart menjadi pusat oleh-oleh khas NTT yang membanggakan, bukan sekadar tempat jual beli seperti kios pada umumnya,” ujarnya.

Pata juga mendorong agar pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konsep, manajemen, hingga tampilan fisik NTT Mart. Menurutnya peningkatan kualitas sangat penting agar produk-produk lokal memiliki daya saing lebih tinggi, terutama di kawasan pariwisata strategis seperti Labuan Bajo.

Sebagai informasi, NTT Mart sebelumnya diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemasaran produk lokal NTT dan mendorong pertumbuhan UMKM di berbagai kabupaten/kota.***

Berita Terkait

SNBP 2026: 3.003 Siswa NTT Lolos, Strategi Talent Scouting Melki–Johni Berdampak
Sidang PS Sengketa Tanah Maulafa, Penggugat Tak Bisa Buktikan Batas Lahan
Framing “PT. Partai NasDem Indonesia Raya Tbk,DPW NasDem NTT tuntut Majalah Tempo minta maaf secara tertulis 
SPK Panaskan Mesin PAN NTT, Target Kursi Tambahan di Dapil II
Dinas Pendidikan NTT Imbau Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial, Hindari Hoaks dan Pelanggaran Hukum
Dinas Pendidikan NTT Imbau Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial, Hindari Hoaks dan Pelanggaran Hukum
Gubernur NTT Desak Penindakan Admin Tiktok Lika Liku NTT, Dinilai Resahkan Publik
Gubernur NTT Dorong Transformasi Bank NTT Jadi Perseroda, Perkuat Tata Kelola dan Daya Saing lembaga Keuangan 
Berita ini 108 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 20:43 WIB

SNBP 2026: 3.003 Siswa NTT Lolos, Strategi Talent Scouting Melki–Johni Berdampak

Jumat, 17 April 2026 - 18:00 WIB

Sidang PS Sengketa Tanah Maulafa, Penggugat Tak Bisa Buktikan Batas Lahan

Rabu, 15 April 2026 - 13:12 WIB

Framing “PT. Partai NasDem Indonesia Raya Tbk,DPW NasDem NTT tuntut Majalah Tempo minta maaf secara tertulis 

Jumat, 10 April 2026 - 06:59 WIB

SPK Panaskan Mesin PAN NTT, Target Kursi Tambahan di Dapil II

Kamis, 2 April 2026 - 13:03 WIB

Dinas Pendidikan NTT Imbau Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial, Hindari Hoaks dan Pelanggaran Hukum

Berita Terbaru