Sampaikan Permintaan Maaf, DPP GMNI Apresiasi Niat Tulus Perdana Mentri Belanda Mark Rutte

- Penulis

Selasa, 22 Februari 2022 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPP GMNI, Imanuel Cahyadi (Foto: Dok. Chen Rasi)

Ketua Umum DPP GMNI, Imanuel Cahyadi (Foto: Dok. Chen Rasi)

Jakarta, Savanaparadise.com,- Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia sebagai tanggapannya atas hasil penelitian dari tiga lembaga penelitian Belanda yang menyebutkan adanya pembiaran terhadap tindak kekerasan ekstrem yang sistemik dan meluas dilakukan pihak militer Belanda selama ‘Perang Kemerdekaan’ antara 1945-1950 di Indonesia.

Permintaan maaf dari Perdana Mentri Belanda, Mark Rutte, sontak mendapat respon dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI), Imanuel Cahyadi.

Imanuel Cahyadi pun memberikan apresia atas niat tulus dan sikap kesatria dari Perdana Mentri Belanda, Mark Rutte.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Permintaan maaf dari Perdana Menteri Belanda Mark Rutte yang mengakui tindakan kekejaman militer Belanda terhadap rakyat Indonesia pada masa lampau patut untuk kita apresiasi. Ini merupakan niat tulus dari pemerintahan Belanda untuk melanjutkan hubungan diplomasi dengan Indonesia yang lebih baik kedepannya,” ungkap Imanuel melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Savanaparadise.com, Selasa (22/02/22).

Baca Juga :  VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Menurut Imanuel sejarah kelam kekejaman Belanda atas rakyat Indonesia tak hanya terjadi selama kurun waktu 1945-1950 seperti yang ramai diberitakan. Ia meminta agar pihak pemerintah Belanda juga turut mengakui ‘dosa penjajahan’ yang dilakukannya selama hampir 350 tahun lamanya.

“Saya berharap Belanda juga tak melupakan penjajahan dan kolonialisme yang dilakukan terhadap Indonesia selama hampir 3.5 abad lamanya. Saya harap agar pemerintah Belanda juga turut mengakui dan menyampaikan permintaan maaf atas hal tersebut karena pada dasarnya, penjajahan Belanda atas Indonesia juga didasari pada praktik-praktik tak berprikemanusiaan yang menyengsarakan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Ketua Bidang Hubungan Internasional dan Jaringan Luar Negeri DPP GMNI, Kristian Sinulingga, mengatakan perlu adanya bentuk konkret dari permohonan maaf mendalam yang disampaikan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte.

Baca Juga :  Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Laporkan Kinerja 2025 ke Publik, Dorong Transparansi dan Kontrol Rakyat

“Kami merespon positif permintaan maaf yang diucapkan Perdana Menteri Mark Rutte, namun perlu adanya tindakan konkret pemerintahan Belanda untuk menebus kesalahan masa lalu, khususnya bagi keluarga korban yang terdampak langsung dari peristiwa tersebut.”

“Beban dan trauma psikologis yang diderita pihak keluarga korban tak akan hilang hanya melalui permintaan maaf. Untuk itu, perlu adanya upaya konkrit dari pemerintah Belanda untuk membantu mereka melalui pemberian kompensasi yang mereka butuhkan apapun bentuknya,” ujar Kristian.

Kristian juga meminta pihak pemerintah Indonesia untuk segera merespon permintaan maaf yang disampaikan oleh pemerintah Belanda.

“Saya juga berharap agar pemerintah Indonesia segera merespon permintaan maaf tersebut secara adil dan komprehensif dengan mempertimbangkan bukti-bukti sejarah dan tentunya mengedepankan perspektif para keluarga korban yang hingga hari ini belum mendapatkan keadilan dari peristiwa penjajahan Belanda atas Indonesia tersebut,” katanya. (*)

Berita Terkait

Meski Dipolemikan, Anton Doni Dihen Libatkan Sekda Ngada Defenitif dalam Pansel Job Fit di Flores Timur
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Laporkan Kinerja 2025 ke Publik, Dorong Transparansi dan Kontrol Rakyat
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
YNS Volly Cup 1 Sukses, Bank NTT Juara, Masyarakat Apresiasi Komitmen Yusinta Nenobahan
Bali Bangkit dari Banjir: Lintas Iman dan Lintas Daerah Satukan Hati Bersihkan Puing dan Memulihkan Harapan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:15 WIB

Meski Dipolemikan, Anton Doni Dihen Libatkan Sekda Ngada Defenitif dalam Pansel Job Fit di Flores Timur

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:47 WIB

Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Laporkan Kinerja 2025 ke Publik, Dorong Transparansi dan Kontrol Rakyat

Berita Terbaru

Ketua PMKRI Ende, Daniel Turof menyampaikan pernyataan sikap terkait penggusuran lapak jualan sempada Pantai Ndao Ende (Foto: Mateus Bheri/SP)

Ende

Puluhan Massa Aksi Geruduk Kantor Bupati Ende

Jumat, 27 Mar 2026 - 15:34 WIB