Usai Pelantikan,Mantan Anggota DPRD NTT diciduk Jaksa

- Penulis

Rabu, 4 September 2019 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Nasib Naas dialami  mantan Anggota DPRD NTT periode 2014-2019, Jefry Unbanunaek diciduk Jaksa dari Kejati Timor Tengah Selatan (TTS). Politisi PKPI ini digiring ke Kejati NTT usai mengikuti upacara pelantikan DPRD NTT, Selasa, 03/08/19.

Sebelumnya Jefri Un Banunaek sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan embung di Desa Mnela Lete, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten TTS tahun 2015 senilai Rp 756 juta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski sudah resmi menjadi tersangka, Jefri masih meminta penundaan pemeriksaan dirinya dengan alasan masih dalam proses sidang paripurna di DPRD NTT.

Baca Juga :  Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Terpantau oleh media ini sejak pagi aparat dari Kejari TTS dan Kejati NTT sudah bersiliweran dikompleks DPRD NTT. Bahkan ada yang sengaja nongkrong disekitar mobil milik Jefry Unbanunaek di parkiran.

Meski demikian Penangkapan Jefry Unbanunaek tidak menimbulkan kehebohan. Tampak para penyidik kejaksaan menyampaikan secara baik-baik kepada Jefry. setelah itu Jefry digiring ke gedung Kejati NTT melalui jalan samping kiri gedung DPRD NTT.

Kasi Penkum Kejati NTT Abdul Hakim kepada wartawan mengatakan pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap tersangka selama tiga kali.

Namun pemanggilan itu tidak pernah digubris oleh Jefry.

Baca Juga :  Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

“Alasannya pun tidak langsung ke sana. Lewat WhatsApp saja. Selama inikan diberitahu dulu kan. Surat penangkapannya ada, sudah dipersiapkan memang, ada tiga rekannya sudah ditahan, masa dia tidak,” ujarnya.

Dikatakannya penangkapan tersangka dilakukan oleh Kejari TTS dan tim intel dari kejati NTT.

“Sebelum ditangkap kita omong baik-baik, lalu kita bawa,” jelasnya.

Ia menjelaskan sebelum diciduk Abdul mengatakan jaksa mengantongi surat perintah penangkapan. Surat itu diperlihatkan ke tersangka sebelum digiring ke kantor Kejati NTT.

“Kita tunjukkan surat perintah penangkapan dan reaksinya tenang saja,” paparnya.(SP)

Berita Terkait

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik
Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital
Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:14 WIB

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:58 WIB

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Berita Terbaru