Pemprov NTT PHK Proyek Monumen Pancasila

- Penulis

Jumat, 26 Juli 2019 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,-  Pemerintah provinsi NTT melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akhirnya melakukan Pemutusan Hubungan kerja (PHK) proyek Monumen Pancasila. PHK itu dikarenakan proyek yang bernilai puluhan milyar itu mangkrak dan terindikasi korupsi.

PHK tersebut termuat dalam Surat Pemutusan Kontrak Nomor : PUPR.SKT.05.01/602/240/VII/2019. Adapun kontraktor pelaksana proyek adalah PT Erom.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PLT Kepala Dinas PUPR NTT, Maxi Nenabu kepada wartawan mengatakan PHK dilakukan karena proyek monumen pancasila mangkrak meski sudah beberapa kali mendapat adendum.

Baca Juga :  Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Ia mengatakan sebagai pengendali pelaksanaan kegiatan,  PPK tidak dapat melaksankana tugas dan tanggung  jawab terhadap pekerjaan karena sedang dalam permasalahan hukum, sehingga terjadi kevakuman dalam pelaksanaan pekerjaan.

“ Hal itu sesuai dengan laporan Konsultan Managemen Konstruksi PT Narada Karya periode minggu ke-63, pertanggal 22 juni 2019 realisasi pekerjaan hanya mencapai 87,172%atau mengalami deviasi minus 3,745%,” kata Nenabu, Jumad, 26/7/2019 di Lantai 2 kantor Gubernur NTT.

Baca Juga :  Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Berdasarkan hal itu kata Nenaby, pekerjaan Monumen Pancasila diberhentikan. Terkait dengan indikasi korupsi dan juga kerugian negara akan dilakukan sesuai dengan prosedur hukum.

Staf Khusus Gubernur NTT bidang hukum, Markus Hage yang hadir pada kesempatan itu mengatakan pekerjaan proyek Monumen Pancasila sejak awal memang terindikasi korupsi. Untuk itu pihaknya merekomendasikan agar proyek tersebut diusut karena telah merugikan negara.(SP)

Berita Terkait

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik
Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital
Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:14 WIB

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:58 WIB

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Berita Terbaru