Catatan Politik Raymundus Sau Fernandez, Ray Tak Pernah Berubah (Habis)

- Penulis

Jumat, 22 Desember 2017 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Raymundus Sau Fernandez ketika masuk keluar kampung dan melewati sungai dengan pakaian dinas

Meski sudah resmi menjadi Bpati TTU, Ray Fernandez tetap seorang Ray yang tak akan pernah berubah. Ia berbaur dengan masyarakat di pasar, berbincang dan makan siri pinang bersama.

“Saya biasa masuk pasar,  beli sirih pinang dan makan bersama dengan masyarakat sambil bercerita dan bersalaman dengan mereka. Dengan ini  saya mau menunjukan bahwa, Ray yang dulu tidak akan pernah berubah. Ray yang dulu tetap sama, tidak akan pernah berubah, sampai mati sekalipun,” tegasnya.

Ia mengatakan, memang banyak orang yang risih dan sempat protes dengan apa yang ia lakukan. “Tapi saya tetap yakin, karena apa yang saya lakukan, saya lakukan dari hati. Dan saya yakin Tuhan sendiri tahu dan akan selalu melindungi saya,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Raymundus Fernandez dan Aloysius kobes ketika menyerahkan Sirih Pinang dan Ayam Jantan kepada 18 Kefetoran. Calon petahana ini kembali terpilih sebagai Bupati dan wakil Bupati TTU

Ia menuturkan, kebiasaan kasih makan sapi pun masih tetap dilakukan hingga saat ini, karena selain latar belakang dirinya sebagai orang peternakan, orang tuanya juga petani dan peternak.

Baca Juga :  Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

“Jadi saya sudah diperbiasakan sejak kecil dan sudah mendarah daging di dalam diri saya.Kadang, bila kedatangan tamu saat sedang bekerja, saya ajak tamu  berbincang-bincang di kandang sapi atau di kebun. Dulu, ketika saya masih tanam kacang tanah, tamu-tamu saya biasa pulang membawa ole-ole kacang tanah,” jelasnya.

Ia berkata, perbuatan seperti itu lebih mengena di hati masyarakat, karena budaya orang Timor umumnya adalah patriarkat. “Apa yang dilakukan seorang Bapak akan ditiru oleh anak-anaknya. Sebagai Bapak (pemimpin) masyarakat TTU, saya harus terlebih dahulu memberi contoh agar masyarakat dapat mengikutinya. Saya sudah mempelajari ini belasan tahun, sejak saya masih di DPRD hingga sekarang menjadi Bupati. Seorang pemimpin harus memberikan teladan agar masyarakat dapat menirunya, kalau tidak akan menjadi sulit,” tegasnya.

Baca Juga :  Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

 

Ray juga menjelaskan silsilah hidupnya. Menurutnya, ia adalah keturunan Portugis. “Merurut cerita, ras kami adalah etan, artinya Portugis Hitam. Seperti yang kita pelajari di sejarah, awalnya Bangsa Portugis datang ke Indonesia melalui Malaka, kemudian pindah ke Minahasa. Dari Minahasa berpindah lagi ke Wureh, di Adonara.

Pada tahun1613  mereka berpindah lagi ke Timor. Jadi kami masih memiliki ikatan darah dengan orang Larantuka di Flores Timur. Kedatangan nenek moyang kami ke Tanah Timor 500 tahun silam membawa pengaruh cukup signifikan bagi masyarakat setempat. Mereka membawa pengetahuan tentang hari, dalam hal ini hari Senin sampai Minggu, angka-angka, dan bahasa Melayu yang sekarang menjadi Bahasa Indonesia. Selain Fernandez, dalam diri saya juga mengalir darah Costa, Lopez dan Sonbai. “Putri sulung Raja Sonbai adalah nenek saya,” terang Ray. (Disadur dari Buku Meretas jalan bersama Dubes)  

Berita Terkait

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik
Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital
Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:14 WIB

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:58 WIB

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Berita Terbaru