Dinas Pendidikan NTT Sayangkan Sekolah Negeri Tolak Siswa Miskin

- Penulis

Selasa, 26 Juli 2016 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT,  Sinun Petrus Manuk
kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Sinun Petrus Manuk

Kupang, Savanaparadise.com,- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Sinun Petrus Manuk menyayangkan penolakan SMA Negeri 9 Kota Kupang untuk menerima 12 siswa miskin masuk disekolah itu. Menurutnya penolakan itu itu merupakan tindakan yang keliru karena pendidikan merupakan hak setiap warga Negara.

Petrus Manuk mengaku sudah mendapat pengaduan dari pengurus Panti Asuhan Sonaf Maneka. Setelah menerima pengaduan, Manuk kemudian langsung menelpon pihak sekolah untuk menanyakan hal ini dan meminta kebijakan dari sekolah.

Baca Juga :  Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Namun jawabanya dari pihak sekolah tetap dengan pendiriannya yakni harus mendapat surat rekomendasi dari sekolah asal sesuai petunjuk dari Dinas PPO Kota Kupang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masa suara saya sebagai Kepala Dinas P dan K Provinsi tidak didengar padahal saya ini bawa badan bawa diri ketika menelpon mereka, “ Kata Manuk, Selasa, 26/07 melalui saluran pertelepon.

Manuk mengatakan pihak sekolah tidak boleh beralasan seperti itu karena siswa tersebut merupakan anak-anak yatim piatu yang harus diurus oleh Negara.

Baca Juga :  VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

“Anak-anak ini harus sekolah karena menerima pendidikan adalah hak dari setiap anak Indonesia sehingga saya akan berjuang agar kedua belas anak-anak ini dapat sekolah. Nanti kami akan turun langsung ke sekolah untuk melihat kendalanya apakah kendalanya itu terkait kekurangan ruangan, meja atau kursi atau ada hal apa sehingga mereka ditolak,” kata Manuk.(SP)

Berita Terkait

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:57 WIB

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:48 WIB

Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Berita Terbaru