Pesan Moral Mabala dan Mahoro Jelang PSU Sabu Raijua

- Penulis

Senin, 5 Juli 2021 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menia, Savanaparadise.com,- Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) tinggal menghitung hari. Banyak pihak mengharapkan PSU dapat berjalan aman dan damai.

Salah satu kandidat calon Bupati, Nikodemus Rihi Heke yang berpasangan dengan calon Wakil Bupati, Johanes Uly Kalle, juga mengharapkan hal yang sama. Ada beberapa hal yang menjadi harapan pasangan incumbent ini untuk PSU 7 Juli 2021 mendatang.

Baca Juga :  Fraksi Golkar DPRD Ende Ungkap Masih Ada Warga Terdampak Membutuhkan Bantuan dan Perhatian Pemerintah

Pertama, masyarakat diminta untuk mengikuti pelaksanaan PSU secara demokratis tanpa ada paksaan dan tendensi dari pihak manapun. Baginya, itu merupakan bentuk demokrasi yang sesungguhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua, menjaga keamanan dan menciptakan suasana kekeluargaan di lingkungan masing-masing, serta menghindari isu yang berbau hoax, fitnah, iri, dengki, serta permusuhan di antara sesama.

Ketiga, masyarakat hendaknya menggunakan hak politiknya dengan kesadaran untuk berpartisipasi membangun kabupaten Sabu Raijua secara bersama-sama.

Keempat, netralitas ditunjukkan oleh semua pihak secara profesional dengan tetap menggunakan hak politik secara santun dan beretika.

Baca Juga :  Fraksi Golkar DPRD Ende Ungkap Masih Ada Warga Terdampak Membutuhkan Bantuan dan Perhatian Pemerintah

” Mari bergandengan tangan, Satukan tekad dan Satukan semangat untuk Satu tujuan untuk Sabu Raijua Maju dan Bermartabat. Doakan untuk Sabu Raijua,” ujar sosok yang akrab disapa Mabala ini.

Sementara Johanes Uly Kale juga mengharapkan hal yang sama. Dia berharap masyarakat Sabu Raijua tetap menjaga situasi agar tetap aman dan damai. Dia meyakini, siapapun yang terpilih, itulah kehendak rakyat sesungguhnya.

“Suara rakyat adalah suara Tuhan,” tandas sosok yang akrab disapa Mahoro ini. (*)

Berita Terkait

Fraksi Golkar DPRD Ende Ungkap Masih Ada Warga Terdampak Membutuhkan Bantuan dan Perhatian Pemerintah
Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik
Modus Minta Tolong, Berujung Dugaan Pencabulan Terhadap Anak di Sabu Raijua
Kesbangpolda Ende Gelar Bimtek Pengelolaan Keuangan Bagi Partai Politik
Anggota DPR RI – DPRD Kabupaten Fraksi-PDI-Perjuangan Kunjungi Kampung Adat Namata, Dukung Pelestarian Budaya Sabu Raijua
Meski Dipolemikan, Anton Doni Dihen Libatkan Sekda Ngada Defenitif dalam Pansel Job Fit di Flores Timur
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Berita ini 11 kali dibaca