Ende, Savanaparadise.com,- Kapal Motor (KM) Lawit mengalami insiden ketika hendak bersandar di pelabuhan Ippi Ende pada Kamis, 29 Oktober 2026. Diduga tak terkendali, KM Lawit menabrak dermaga. Kejadian ini sekitar pukul 16.20.
Akibat insiden tersebut KM Lawit mengalami kerusakan dilinggi bagian depan Kapal dan berdasarkan berita acara Kapal juga sedikit mengalami kebocoran bagian bawah Bulbous Bow.
Peristiwa tabraknya KM Lawit ini menjadi perhatian Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi NasDem, Yani Kota. Ia memberikan catatakan kritis kepada Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Ende.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, insiden yang dialami KM Lawit jangan dianggap persoalan biasa melainkan ini seharusnya menjadi tanggung jawab moril Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Ende, termasuk KSOP dan PELNI Ende.
Politisi Partai NasDem ini merasa bahwa kejadian berturut-turut semacam ini bukan merupakan suatu kebetulan dan perlu di telesuri secara detail. Ia menuturkan, sebelumnya peristiwa Kapal tabrak juga pernah dialami KM Roro Dharma Rucitra VIII di pelabuhan Ende tahun 2024 silam.
Pada waktu itu, insiden yang dialami KM Roro Dharma Rucitra VIII, tambah Yani Kota, mengakibatkan dermaga pelabuhan Ende mengalami rusak berat dan tidak dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama.
“Terus kita juga pernah mengalami tragedi tenggelamnya KM Nusa Damai di Pelabuhan Ippi Ende dan sampai hari ini bangkainya belum diangkat sehingga dermaga lama tidak dapat digunakan kembali. Terus hari ini terjadi kembali insiden Kapal. Ada apa ini? “, ungkap Yani kepada media, Sabtu, (31/10/2026).
Dari pernyataan yang disampaikan KSOP dan PELNI Ende, kata Yani Kota, terkesan menganggap ini sesuatu peristiwa biasa. Yani mendorong agar KSOP dan PELNI harus lebih agresif membuka tabir dibalik insiden tersebut kepada publik, apa penyebab sehingga Kapal tersebut hilang kendali dan menabrak dermaga.
“Apakah karena Kaptennya yang diduga lalai, atau mungkin mesin Kapalnya error, mungkin juga ada di ABKnya?. Dan mungkin juga dari saya maintenance Kapal itu yang perlu di telesuri juga”, tekan Yani.
Karena itu, Dirinya selaku Anggota DPRD Kabupaten Ende mendorong Dirjen ataupun Kementrian Perhubungan Laut harus berani melakukan investigasi Jangan terkesan membiarkan peristiwa yang sama selalu berulang tahun.
“Bagi saya langkah-langkah yang dilakukan KSOP dan PELNI berkaitan dengan mengutamakan keselamatan penumpang dan kapal itu wajar-wajar saja karena memang SOPnya seperti itu. Namun saya tidak melihat ada upaya lain seperti soal disiplin Kapten, terus ABK itu sendiri, dan kondisi Kapal juga perlu kita pertanyakan”, ujar dia.
Menurut Yani, berdasarkan pengamatannya melalui Video yang beredar viral di media sosial saat terjadinya tabrak, Ia menduga itu bukan olah gerak melainkan terjadi human error.
“Saya minta PELNI dan KSOP harus bertanggung jawab ini. Jangan sampai semacam ini terjadi kembali”, tegasnya.
Sebelumnya, diberitakan Kapal Motor (KM) Lawit mengalami insiden yakni menabrak pinggir dermaga Ippi Ende pada saat Kapal berlayar dari pelabuhan Waingapu menuju Pelabuhan Ende. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.20 Wita, Kamis, (29/10/26).
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Ende, melalui Penata Layanan Operasional, Muhamad Ramadhan, pada Jumat, (30/10/26) menerangkan bahwa saat kapal dari pelabuhan Waingapu menuju Pelabuhan Ende, cuaca pada saat itu dalam kondisi nyaman dan arus sedikt kencang.
Meski arus sedikit kencang, Ramadhan mengungkap bahwa tidak hal luar biasa terjadi pada saat itu. Namun, pada saat nahkoda melakukan olah gerak kapal, terang Ramdhan, terjadilah benturan.
Setelah kejadian tersebut, kata Ramadhan langkah-langkah yang dilakukan pihaknya adalah berkolaborasi dengan beberapa instansi terkait termasuk PELNI Ende untuk mengambil langkah mengamankan kondisi penumpang lewat kolaborasi teman-teman PELNI.
“Yang paling pertama kita lakukan adalah melihat kondisi kapal. Kondisi kapal yang seperti teman-teman lihat, akibat benturan ada kerusakan dilinggi bagian depan. Dan berdasarkan berita acara teman-teman, ada sedikit kebocoran bagian bawah bulbous bow. Kita berkolaborasi dengan teman-teman PELNI terkait dengan keselamatan pelayaran termasuk petugas khusus merine inspector”, ungkap Ramadhan.
“Jadi kita berkolaborasi dengan teman-teman KSOP Kupang.untuk bagaimana menindaklanjuti kondisi kapal setelah dilakukan pemeriksaan untuk melakukan perbaikan setelah hasil inevestigasi, rekomendasi yang disampaikan oleh teman merine inspector agar dijadikan acuan untuk melakukan tindakan lanjutan”, tambahnya.
Sementara, Plt. Kepala Cabang PELNI Ende. Haikal M Djibran menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyaman akibat insiden benturan yang dialami KM Lawit di dermaga saat melakukan olah gerak di pelabuhan Ipi Ende.
Haikal menguraikan saat kejadian tersebut KM Lawit sedang mengangkut penumpang sebanyak.1146 Orang. Dari jumlah tersebut, tambah Haikal, penumpang yang turun di pelabuhan Ende sebanyak 317 Orang.
Selain penumpang yang turun di Pelabuhan Ende, akibat dari insiden tersebut, kata Haikal, 379 penumpang yang akan melakukan perjalanan dari pelabuhan Ende bersama KM Lawit telah di batalkan dan dilakukan pengembalian dana 100 persen.
“Untuk penumpang lanjutan kami menyiapkan kapal pengganti yang deviasi masuk ke Ende itu Kapal KM Igon. KM igon melakukan deviasi dan terjadwal akan tiba di pelabuhan Ende sebentar malam jam 22.20 dan berangkatnya tanggal 31 Oktober 2026 jam 01.20 dini hari”, terang Haikal.
Haikal mengatakan bahwa terjadi perubahan rute yang semula semula dari Waingapu, Lembar, Surabaya, kemudian dideviasikan atau di ubah rutenya menjadi Waingapu, Ende, Kupang , Lembar, Surabaya.
“Sebagai informasi bahwa KM Lawit ini melayani rute, Kumai, Surabaya, Benoa, Bima, Waingapu, Ende, Lewoleba, Kupang, Rote, pulang pergi (PP). Kami di sini dari Pelni kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait terutama KSOP serta melakukan pemantuan terhadap perkembangan penanganan insiden tersebut. Keselamatan penumpang dan kru kapal tetap menjadi prioritas utama kami”, ungkapnya.
Pihaknya berkomitmen untuk menyampaikan perkembangan Informasi secara berkala berdasarkan hasil verifikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Ia juga mengatakan sejauh ini yang mengalami kerusakan hanya bagian kapal dan dermaga.
“Sementara ini masih di investigasi juga sama KSOP. Kalau sudah keluar hasilnya dari KSOP baru kita bisa mengetahuinya. Karena yang berwenang adalah dari pihak KSOP. Secara regulator kami menjalamkan saja. Nantinya kapal tetap bersandar di situ sambil menunggu penanganan lebih lanjut. Penumpangnya akan kita mobilasi sebentar malam”, kata Haikal.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










