Pembangunan Bantuan Rumah Layak Huni di Desa Naianaban TTU Terbengkalai, Warga Harap Inspektorat Lakukan Audit

- Jurnalis

Rabu, 10 November 2021 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Bangunan Bantuan Rumah Layak Huni Milik Nikolas Eko di Desa Nainaban, Kecamatan Bikomi Tengah TTU (Foto: Yuven Abi/Savanaparadise.com)

Kondisi Bangunan Bantuan Rumah Layak Huni Milik Nikolas Eko di Desa Nainaban, Kecamatan Bikomi Tengah TTU (Foto: Yuven Abi/Savanaparadise.com)

Kefamenanu, Savanaparadise.com,- Nasib tak tentu kini dialami oleh warga Desa Nainaban, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU.

Pasalnya, walau anggaran untuk bantuan pembangunan rumah tidak layak huni yang bersumber dari Dana Desa (DD) sudah dicairkan 85 %, namun progres pekerjaan fisik belum mencapai 30 persen.

Menurut informasi yang diperoleh media ini, mandeknya pekerjaan fisik dikarenakan lambatnya pendropingan material oleh supliyer yang tidak diketahui dengan pasti apa penyebabnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nikolas Eko, salah satu penerima bantuan menuturkan sangat prihatin karena hingga kini bantuan rumah yang diperuntukkan baginya baru sampai tahapan pekerjaan fondasi.

“Mereka kasi turun Semen dan besi dari bulan agustus 2020, sedangkan pasir dan batu baru diturunkan bulan agustus 2021. Jarak waktunya terlalu jauh. Sehingga kami yang sudah bongkar rumah ini kewalahan saat turun hujan” ungkap Nikolas.

Semoga Pemerintah Desa segera kasih turun bahan supaya kami bisa lanjut kerjakan rumah ini karena kami sudah bongkar rumah. sekarang kami tinggal di rumah yang lebih tidak layak. kami akan susah karena sudah masuk musim hujan,” harap Nikolas.

Pembangunan rumah layak huni yang terbengkalai inipun, menampik reaksi keras dari salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) desa Nainaban Rikhardus Lake.

Baca Juga :  Kadis PKO TTU Belum Mengantongi Data PTT Lama Formasi Guru Yang Tidak Terakomodir Dalam Proses Seleksi PTT Tahun 2022

Selain prihatin dengan kesulitan yang sedang dialami warga penerima bantuan, Richardus meminta agar Inspektorat Kabupaten TTU segera turun untuk melakukan audit.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi rumah yang direalisasikan lewat Dana Desa ini. Ada 13 unit yang diprogramkan di tahun 2020, namun sampai saat ini kondisi rumah yang yang di bangun masih terbengkalai, malah ada yang baru sampe tahapan fondasi,” ungkap Richardus.

“Kalau kita perhatikan fisik bangunan yang ada, hingga kini progresnya baru mencapai 30 %. Sebagai BPD yang adalah perwakilan masyarakat kami sudah beberapa kali ingatkan Pemerintah Desa namun tidak digubris. Kita ini kasihan dengan masyarakat penerima bantuan rumah ini karena ada yang sudah bongkar rumah namun pengerjaan tidak lancar. Saat hujan turun mereka kewalahan mencari tempat untuk berlindung” ucap Richardus.

“Sebagai BPD saya berharap kepada pemerintah Kabupaten dalam hal ini bapak Bupati bisa merekomendasikan ke bagian Inspektorat agar turun ke desa Nainaban untuk adakan pemeriksaan. Sedangkan untuk Pemerintah Desa Nainaban, kami minta untuk segera selesaikan 13 unit bantuan rumah layak huni yang dianggarkan dari Dana Desa tahun 2020 karena ini sudah masuk akhir tahun 2021,” harap Richardus.

Tadeus Kusi Eni, Penjabat Desa Nainaban saat dikonfirmasi SP membenarkan adanya 13 unit rumah bantuan dari Dana Desa yang dianggarkan pada tahun 2020.

Baca Juga :  Peluang Usaha Dibalik Ritual Adat Golo Kowa Hole di Sabu Raijua

“Memang di tahun 2020, diprogram pembangunan fisik itu ada 13 unit rumah. namun di tahun 2020 juga kami pencairan DD agak terlambat. pencairannya di bulan September 2020, sehingga 13 unit rumah bantuan rumah ini memang ada kendala sehingga sudah tahun 2021 juga semua belum selesai pengerjaan,” ucap Tadeus.

“13 unit rumah ini anggaran tahun 2020, dana yang sudah dicairkan sekitar 85 %, sisanya di silpa sehingga anggaran kami yang di silpa hingga saat ini belum dicairkan dari keuangan,” kata Tadeus.

Tadeus menambahkan untuk pengerjaan bantuan rumah tersebut ada beberapa kendala sehingga pengerjaan tidak lancar.

“Hambatan utama itu di kosen karena baru diselesaikan di bulan Agustus 2021 dan untuk bahan pabrikasi memang bahannya juga ladang terlambat dan juga permintaan dari pihak ketiga, silpa 2020 dicairkan dulu baru lanjut distribusi bahan,” jelas Tadeus.

Untuk bantuan rumah, Dirinya mengatakan bahwa Ia melanjutkan saja APBDes yang sudah dibuat dari bapak mantan jadi sudah ada memang 13 unit rumah ini.

Dirinya juga yakin bahwa dalam sisa waktu 2 bulan tersebut, bantuan perumahan layak huni dari anggaran Dana Desa 2020 akan diselesaikan. Ia meyakini bahwa tidak akan lewat dari 2021.

Penulis : Yuven Abi
Editor : Chen Rasi

Berita Terkait

Kondisi Jalan di Lepkes Ende Cukup Prihatin, warga Desak Pemerintah Segera Perbaiki
Yayasan Generasi Peduli Sarai Bagi Kado Natal Kepada Puluhan Yatim Piatu Di Sabu Raijua
AKP Royke Weridity Resmi Jadi Kasat Lantas Polres Ende
Wildrian Ronald Otta Terpilih sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Kota Kupang
Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di NTT Diikuti 511 Peserta
SPK Bantu Gereja Portable, Jemaat GKS Wee Rame Akhirnya Miliki Tempat Ibadah Permanen 
Bupati Badeoda Uraikan Data Aktivitas Ekonomi Selama Event ETMC di Ende Dari Hasil Kajian BPS, Totalnya 18,40 Miliar
DPW NasDem NTT Gelar Rakorwil Zona Timor, Ketua DPW NasDem Ajak seluruh Kader Jadi Pelaku Restorasi 
Berita ini 0 kali dibaca