Miris, Aset Sejarah Gedung Immaculata Ende Tidak Terawat, Ditumbuhi Rumput Liar

- Penulis

Minggu, 15 Juni 2025 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi terkini gedung Immaculata yang ditumbuhi rumput liar (Foto: Chen Rasi/SP)

Kondisi terkini gedung Immaculata yang ditumbuhi rumput liar (Foto: Chen Rasi/SP)

Ende, Savanaparadise.com,- Kondisi Gedung Imaculata Ende, salah satu aset sejarah yang menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Ende kondisinya sangat memprihatinkan. Tampak, sepertinya gedung Immaculata tidak terurus dan terawat secara baik.

Pasalnya, di sana sini terlihat banyak rumput liar tumbuh di sekitar pelataran gedung ini. lantai gedung Immaculata pun berisikan debu dan kotoran. Ada juga sebagaiannya terkesan di ungkil oleh orang tak dikenal (OTK).

Gedung Immaculata sesungguhnya memiliki nilai historikal tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Ende. Tempat ini merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dari tempat sejarah lainnya apabila merekam kembali perjalanan Bung Karno selama beliau diasingkan di Ende.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gedung Immaculata sering kali digunakan Bung Karno manakala ketika Ia dibuang ke Ende dari tahun 1934 sampai 1938.

pada saat itu, Gedung ini dipilih Bung Karno sebagai tempat untuk mementaskan drama Tonil hasil karyanya sendiri. Dalam sejarah, tercatat, ada 12 naskah Tonil yang ditulis Soekarno yang dipentaskan di Gedung Immaculata.

Baca Juga :  Terima 7 M Dari Dana Banpres, Dinas PK Ende Gunakan Untuk Pengadaan Tenda Darurat di 227 Sekolah 

12 naskah Tonil hasil karya Bung Karno tersebut diantaranya, Tonil Rendo, Rahasia Kelimoetoe, Amoek, Jula Gubi, Koetkoetbi, Anak Haram Djadah, Maha Iblis, Aerob Dynamite, Dr. Sjaitan, Sanghai Rumba, Gerah Endeh, dan Indonesia 45.

Lokasi bangunan gedung ini terletak di Jalan Kathedral yang berjarak kurang lebih 1 km dari pusat Kota Ende. Karena memiliki historikal selama Bung Karno dibuang di Ende sehingga Pemerintah pernah mengalokasikan dana Rp. 20 Milyar untuk penataan kembali Gedung Immaculata Ende.

Salah seorang warga, Rian Berto Rusu Pora kepada media, Minggu, (15/6/25) mengaku kesal dengan keadaan dan kondisi Gedung Immaculata yang tidak terurus dan terawat secara baik.

Ia menuturkan, Gedung Immaculata merupakan salah satu destinasi sejarah yang berkaitan erat dengan destinasi sejarah lainnya seperti, rumah pengasingan dan Taman Renungan ketika Bung Karno di buang di Ende.

Menurutnya, ini merupakan satu rangkaian peristiwa, rekam jejak Bung Karno selama dia di Ende yang tak terpisahkan antara satu dengan yang lainnya.

Baca Juga :  Update Data Terbaru Warga Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende, Totalnya sebanyak 6945,; Naik 3573

Karena itu, Rian mengusulkan agar pemerintah perlu mempekerjakan seorang pekerja yang bertugas untuk menjaga sekalian merawat salah satu icon sejarah kabupaten Ende ini.

Berkaca pada Gedung Immaculata yang jarang difungsikan, Rian berpendapat, untuk memfungsikan kembali dalam setiap pergelaran seni di Ende, Aula Gedung Immaculata bisa digunakan sebagai tempat kegiatan dimaksud.

“Memfungsikan itu caranya mudah misalnya, perkumpulan seni, perkumpulan literasi, dan kelompok-kelompok pemuda lainnya yang ingin mengadakan kegiatan, Aula gedung Immaculata bisa digunakan jadi tempat kegiatan pentas seni itu”, tandasnya.

Seorang Mahasiswa, Okta Sapa, merasa prihatin dengan keadaan tempat bersejarah, Gedung Immaculata. Rasa prihatin itu Ia sampaikan setelah melihat secara langsung kondisi Gedung Immaculata yang tidak terawat bahkan rusak.

Ia menyayangkan gedung yang sudah direhap sebelumnya dengan jumlah dana yang begitu besar, namun dibiarkan terlantar begitu saja tanpa ada yang mengurusnya.

“Karena itu, kita mendesak pemerintah kabupaten Ende segera memberikan perhatian khusus terhadap tempat sejarah tersebut dan memanfaatkannya sesuai fungsi dan kegunaannya”,tegasnya (CR/SP)

Berita Terkait

VBL Bawa Pesan Persatuan dan Solidaritas dalam Sosialisasi 4 Pilar di Sumba Tengah
Sambut Harlantas Bhayangkara Ke-71, Satlantas Polres Ende Bagikan Sembako Kepada Pengemudi Ojek dan Warga Kurang Mampu
Putri Pariwisata Indonesia 2026 Bersama Levico Butik Bagikan Paket Sembako Untuk Warga Terdampak Gempa di Ende
Terima 7 M Dari Dana Banpres, Dinas PK Ende Gunakan Untuk Pengadaan Tenda Darurat di 227 Sekolah 
Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembuatan 25 Unit Kapal Tangkap Ikan ke Jaksa
GPSP Dorong BPBD Ende Lakukan Studi Kelayakan Sebelum Pulangkan Pengungsi
Bunda Julie Laiskodat Salurkan 350 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa di Ende
Diaspora Ende Lio Sare Kutai Timur Kaltim Bagikan Susu Kotak dan Makanan Ringan Untuk Anak TK Serta SD
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 13:08 WIB

VBL Bawa Pesan Persatuan dan Solidaritas dalam Sosialisasi 4 Pilar di Sumba Tengah

Kamis, 17 September 2026 - 21:33 WIB

Sambut Harlantas Bhayangkara Ke-71, Satlantas Polres Ende Bagikan Sembako Kepada Pengemudi Ojek dan Warga Kurang Mampu

Kamis, 17 September 2026 - 20:56 WIB

Putri Pariwisata Indonesia 2026 Bersama Levico Butik Bagikan Paket Sembako Untuk Warga Terdampak Gempa di Ende

Rabu, 16 September 2026 - 07:14 WIB

Terima 7 M Dari Dana Banpres, Dinas PK Ende Gunakan Untuk Pengadaan Tenda Darurat di 227 Sekolah 

Selasa, 15 September 2026 - 16:05 WIB

Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembuatan 25 Unit Kapal Tangkap Ikan ke Jaksa

Berita Terbaru