Menyoal Mutasi Jabatan di Ende, Bupati Badeoda: Saya Harap Tidak Ada Intervensi Dari DPRD

- Penulis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Paripurna V Masa Sidang II DPRD Kabupaten Ende,  (Foto: Chen Rasi/SP)

Rapat Paripurna V Masa Sidang II DPRD Kabupaten Ende, (Foto: Chen Rasi/SP)

Ende, Savanaparadise.com,- isu soal akan dilakukan mutasi (rotasi jabatan) di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) semakin bergulir. Isu ini sempat santer diperbincangkan publik Ende paska dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda dan Dominikus Minggu Mere.

Namun, setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih hingga detik ini belum ada tanda-tanda akan dilakukan pergeseran. Isu ini kembali mencuat dalam rapat Paripurna yang digelar DPRD Ende.

Bupati Badeoda, dalam Rapat Paripurna V Masa Sidang III, pada Selasa, 19 Agustus 2025 kembali menyinggung soal akan dilakukan perubahan atau pergeseran terhadap sejumlah pejabat disetiap OPD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Badeoda menilai langkah ini perlu dilakukan dirinya bersama Wakil Bupati Domi Mere demi mengoptimalkan kerja-kerja para pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende agar lebih efektif dan efisien selama masa kepemimpinannya.

Ia mengakui memang belum ada perubahan atau pergeseran jabatan di OPD. Meskipun itu belum dilaksanakan, tetapi Bupati memastikan hal tersebut perlu dilakukan pergeseran walaupun tidak semua.

Baca Juga :  Kasus Pencabulan di Ende Marak Terjadi; Terdata Tahun 2026 Sebanyak 9 Kasus

“Mungkin tidak semua, hanya 25 persen karena kita juga tidak mau juga semua nya putus. Nanti kami dari awal lagii, nanti kacau. Yang masih bisa dipertahankan kita tahan, yang tidak bisa lagi dipertahankan kita geser. Politik balas dendam kita harus stop “, ungkap Bupati dalam rapat tersebut.

DPRD Ende menyambut baik niat tersebut. Dalam rapat yang sama, salah satu Anggota DPRD Ende, Mikael Badeoda menyarankan agar segera dilakukan pergeseran. meskipun pergeseran tersebut merupakan kewenangan Bupati dan Wakil Bupati.

“Sampai hari ini penyegaran OPD belum terjadi. Menurut hemat kami, saya melihat bahwa hal ini sungguh luar biasa, Bapak Bupati dan Wakil Bupati tidak melihat politik balas dendam. Karema saya lihat di daerah-daerah lain, Bapak Bupati dan Wakil Bupati terpilih sudah melakukan pergeseran besar-besaran, pergantian OPD tapi di Ende sampai dengan haru ini belum ada_, ucap Mikael.

Baca Juga :  Orang Muda di Ende Kritik Kebijakan Gubernur Soal Pembatasan Kendaraan Dalam Mengisi BBM Bersubsidi 

Mikael juga menyarankan ke Bupati agar OPD yang terlalu lama bekerja disebuah instansi untuk segera dilakukan pergeseran karena menurut hemat nya apabila dibiarkan terlalu lama akan berdampak pada kinerja.

“Tentu ini masukan kami. Sejauh ini belum ada pergeseran. Tetapi saran kami Pak Bupati, OPD kalau terlalu lama diharapkan harus segera dilakukan pergeseran. Jangan terlalu lama Pak Bupati. Begitu juga eselon III ,di keuangan, kalau bisa segera dilakukan pergeseran karena kalau terlalu lama nanti kerja nya buruk”, tegasnya.

Setelah mendengar aspirasi yang disampaikan anggota DPRD Ende, Mikael Bbadeoda, Bupati Badeoda menegaskan menyangkut rotasi jabatan di sejumlah OPD pada prinsipnya di masa kepemerintahan nya tidak menggunakan politik balas dendam.

Ia menegaskan pada prinsipnya memang pergeseran atau rotasi jabatan tersebut merupakan kewenangan Bupati dan Wakil Bupati.

” Saya berharap tidak ada intervensi dari DPRD Ende”, kata Bupati. (CR/SP)

Berita Terkait

Anggota Dewan di Ende Prihatin Atas Dugaan Kasus Prostitusi Online; Libatkan Perempuan dan Anak
LPA NTT Menduga Ada Eksploitasi Anak dan Perempuan Dibalik Praktek Prostitusi Online di Ende
Pemerhati Perempuan dan Anak di Ende Dampingi, Saat Korban Laporkan Mucikari dan Pemilik Kos ke Polisi
Kuasa Hukum Bantah Kliennya Terima Komisi dan Adanya Praktek Prostitusi Online di Kos Kosan Milik Kliennya
Perkumpulan Peduli Kasih Dorong Agar Kasus Prostitusi Online di Ende Diserahkan ke Polisi
Mucikari dan Pemilik Kos Dapat Komisi Dari Praktek Prostitusi Online di Ende
Sat Pol PP Amankan Lima Pelaku Prostitusi Online di Ende,; Hasil Medis Satu Orang Positif Hamil
Hibahkan Tanah Bangun SMPN; Bupati Ende Apresiasi Untuk Mosalaki Tanah Nggesa
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 18:58 WIB

Anggota Dewan di Ende Prihatin Atas Dugaan Kasus Prostitusi Online; Libatkan Perempuan dan Anak

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:50 WIB

LPA NTT Menduga Ada Eksploitasi Anak dan Perempuan Dibalik Praktek Prostitusi Online di Ende

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:15 WIB

Pemerhati Perempuan dan Anak di Ende Dampingi, Saat Korban Laporkan Mucikari dan Pemilik Kos ke Polisi

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:21 WIB

Kuasa Hukum Bantah Kliennya Terima Komisi dan Adanya Praktek Prostitusi Online di Kos Kosan Milik Kliennya

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:41 WIB

Mucikari dan Pemilik Kos Dapat Komisi Dari Praktek Prostitusi Online di Ende

Berita Terbaru