Masyarakat Kota Kupang Keluhkan Program BPJS

- Penulis

Kamis, 7 Agustus 2014 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Sejumlah masyarakat di Kelurahan Sikumana mengeluhkan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang diluncurkan oleh pemerintah pusat bagi masyarakat tak mampu.

Warga Sikumana, Robison Neno dan Irene jean koso mengatakan program tersebut pemerintah mewajibkan iuran kepada peserta BPJS. Mereka menilai program tersebut sangat tidak memihak kepada rakyat kecil. Meskipun iuran sebesar Rp 25,500 ribu per orang yang harus dikeluarkan setiap bulannya.

“ Ketika masyarakat mendapatkan kartu jaminan kesehata gratis BPJS lalu di berobat kepuskesmas masih ada yang harus di pungut biaya samapai Rp.700.000 atau Rp. 800.000 hingga Rp.1.000.000,” ujar mereka, Kamis, 07/08/14.
Robinson mengatakan Program BPJS sangat merugikan masyarakat yang berpenghasilan pas-pasan. Dimana kebutuhan masyarakat selama ini bukan hanya untuk kesehatan saja, tapi masih banyak keperluan lainnya, seperti biaya sekolah, sandang pangan, papan, dan lainnya.

Mereka yang mendapatkan kartu jaminan gratis BPJS harus membayar iuran bulanan dengan jumlah yang sudah ditetapkan. Selain itu, pembuatan kartu BPJS juga dinilai sangat rumit.

Baca Juga :  Bank NTT Ruteng Perkuat Digitalisasi UMKM Melalui Bazar Ramadan 2026

Sementara itu Lurah Sikumana, Daniel Mone , kepada wartawan membenarkan keluhan warganya. Bagi dia jaminan BPJS ini sangatlah memberatkan masyarakat kecil seperti yang di sampaikan beberapa warga sikumana.

“ Kalau tetap ada iuran bulanan, sama saja masyarakat tidak boleh sakit,” tandas Daniel.

Daniel berpendapat, Kalau iuran dibebankan kepada masyarakat sama saja seperti program kesehatan yang berbayar, bukan gratis. Tentunya ini menjadi beban tersendiri dan terkesan program ini tidak memihak masyarakat kecil.(Shemar)

Berita Terkait

Festival Daun Lontar Ende Lio Ajang Lestarikan Tradisi Anyaman Yang Bernilai Ekonomis
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Bank NTT Ruteng Perkuat Digitalisasi UMKM Melalui Bazar Ramadan 2026
Pemkab SBD dan Bank NTT Teken Kerja Sama SP2D Online Berbasis CMS
Pemkab Rote Ndao Pinjam Rp30 Miliar ke Bank NTT untuk Bangun Infrastruktur
Bazar Ramadan Bank NTT Dorong UMKM Labuan Bajo Beralih ke Transaksi Digital
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Bank NTT Gulirkan KUR Rp350 Miliar, 1.000 Calon Pekerja Migran Jadi Sasaran
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:34 WIB

Festival Daun Lontar Ende Lio Ajang Lestarikan Tradisi Anyaman Yang Bernilai Ekonomis

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Rabu, 4 Maret 2026 - 09:00 WIB

Bank NTT Ruteng Perkuat Digitalisasi UMKM Melalui Bazar Ramadan 2026

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:15 WIB

Pemkab SBD dan Bank NTT Teken Kerja Sama SP2D Online Berbasis CMS

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:36 WIB

Pemkab Rote Ndao Pinjam Rp30 Miliar ke Bank NTT untuk Bangun Infrastruktur

Berita Terbaru

Kondisi salah satu rumah warga di Dusun Nioniba isi dalam rumah dipenuhi lumpur sesudah banjir (Foto: Mateus Bheri/SP)

Ende

Puluhan Rumah Warga di Maukaro Ende Terendam Banjir

Sabtu, 7 Mar 2026 - 08:15 WIB