Demo Di Kantor Bupati, PMKRI Ende Pertanyakan Sikap Pemda Soal Proyek Geothermal

- Penulis

Selasa, 18 Maret 2025 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa demostrasi dari PMKRI Cabang Ende (Foto: Chen Rasi/SP)

Massa demostrasi dari PMKRI Cabang Ende (Foto: Chen Rasi/SP)

Ende, Savanaparadise.com,- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende melakukan demonstrasi di depan Kantor Bupati Ende.

Demostrasi itu dilakukan demi mempertanyakan sikap Pemerintah Daerah (Pemda) Ende, dalam hali ini Bupati Ende soal keberadaan proyek pembangunan Geothermal (panas bumi) yang berada di wilayah Kabupaten Ende.

“Hari ini kami mau menyampaikan kegelisahan dan kecemasan yang dialami masyarakat terkait keberadaan proyek pembangunan Geothermal, baik yang saat ini berdampak langsung ataupun kamu-kamu ini. Karena kami melihat, ini dampaknya berkelanjutan”, ujar Ketua PMKRI Cabang Ende, Marselinus Erlan Le’u, Senin, (17/3/25).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain dari sisi ekologis, Erlan Le’u menegaskan keberadaan proyek Geothermal telah melanggar HAM karena telah mengabaikan hak warga Negara yang dijamin oleh undang-undang.

Oleh karena itu dengan tegas dia mengatakan PMKRI menolak proyek pembangunan Geothermal di wilayah Kabupaten Ende.

“Maksud kedatangan kami juga, untuk meminta pernyataan sikap dari Pemda Ende, apakah menolak atau menerima keberadaan proyek Geothermal yang ada di wilayah Kabupaten Ende ini”, ucap Erlan Le’u.

Baca Juga :  Bupati Beberkan Isi Pertemuan Bersama Tokoh Masyarakat Soal Dugaan Kos Kosan Jadi Tempat Prostitusi Online di Ende

“Kita juga mendesak Mentri ESDM melalui Pemda Ende untuk mencabut SK penetapan Pulau Flores sebagai Pulau panas bumi”, sambungnya.

Terpantau, PMKRI menggelar aksi demonstrasi dengan melakukan long marc dari Marga menuju di Kantor Bupati Ende. Sepanjang jalan mereka berorasi menolak proyek pembangunan Geothermal.

Sampai di Kantor Bupati, mereka tidak menemui Bupati karena Bupati tidak berada ditempat. Hingga berita ini diturunkan, tim media ini belum
bisa mewawancarai Bupati Ende.

Sebelumnya, Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD menolak proyek pembangunan Geothermal di wilayah Keuskupan Agung Ende. Sikap menolak itu kembali dilontarkan Uskup Agung Ende saat menerima utusan dari Kementrian ESDM -EBTKE dan PT PLN, Sabtu, (15/3/25).

Pertemuan tersebut bertujuan, membicarakan keberadaan proyek Geothermal di wilayah KAE. Dalam pertemuan itu, perwakilan Kementrian ESDM -EBTKE dan PT. PLN memaparkan beberapa poin dan merespon terkait dengan program-program Pemerintah yang berhubungan dengan Geothermal dan kondisi sistem kelistrikan yang ada di Pulau Flores serta pembangkit listrik yang sedang dikembangkan.

Baca Juga :  Update Data Terbaru Warga Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende, Totalnya sebanyak 6945,; Naik 3573

Namun, melalu Viklaris Jendral KAE, RD. Fredirikus Dhedu menegaskan bahwa sikap gereja telah disampaikan kembali melalui Surat Gembala Tahun Yubileum 2025 dan Surat Gembala Prapaskah 2025 yaitu menolak proyek pembangunan Geothermal di wilayah KAE.

Dijelaskan, penolakan ini lahir dari Empat aspek, sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan. Karena wilayah KAE terdiri dari gunung dan bukit, serta menyusahkan lahan yang terbatas untuk pemukiman dan pertanian warga.

Disebutkan, dari aspek mata pencarian, hampir 80 persen umat KAE adalah Petani. Usaha pertanian di KAE sangatlah tergantung pada curah hujan sehingga sumber air tanah tidak banyak dan berujung pada kerusakan serta kelangkaan air. Berikutnya, dari aspek budaya, pertanian membentuk kebudayaan dan tradisi umat di wilayah KAE melalui struktur sosial dan ritus-ritus tradisional. (CR/SP).

Berita Terkait

Fraksi Golkar DPRD Ende Ungkap Masih Ada Warga Terdampak Membutuhkan Bantuan dan Perhatian Pemerintah
Status Tanggap Darurat Diperpanjang, Wabup Domi Mere Sampaikan KBM Bisa di Sekolah Menggunakan Tenda Darurat
Dirut PT PLN Nusantara Kunjungi PLTU Ropa; Ingin Pastikan Kebutuhan Listrik Aman Bagi Warga Pasca Gempa Flores
Pemkab Ende Alokasikan Anggaran Penanganan Bencana Gempa Bumi Flores 35 M
Terjun Langsung Ke Tenda Pengungsi; Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Terdampak Gempa Flores di Ende
Puskesmas Rusak Berat Pasca Gempa Flores; Pemcam dan Unsur TNI/Polri di Ende Dirikan Tenda Darurat
Polemik Dugaan Asusila di Bijaepunu, Tokoh Masyarakat Serukan Jaga Keamanan antar Warga
9 Hari Pasca Gempa; Pemerhati Masyarakat Minta Pemkab Ende Jangan Abaikan Pengungsi Mandiri
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:36 WIB

Fraksi Golkar DPRD Ende Ungkap Masih Ada Warga Terdampak Membutuhkan Bantuan dan Perhatian Pemerintah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Status Tanggap Darurat Diperpanjang, Wabup Domi Mere Sampaikan KBM Bisa di Sekolah Menggunakan Tenda Darurat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:33 WIB

Dirut PT PLN Nusantara Kunjungi PLTU Ropa; Ingin Pastikan Kebutuhan Listrik Aman Bagi Warga Pasca Gempa Flores

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:47 WIB

Pemkab Ende Alokasikan Anggaran Penanganan Bencana Gempa Bumi Flores 35 M

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Terjun Langsung Ke Tenda Pengungsi; Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Terdampak Gempa Flores di Ende

Berita Terbaru