Akibat Kebijakan Penarikan Guru PNS Dari Sekolah Swasta ke Negeri, Yasukel Ende Keluhkan Kekosongan Guru PNS

- Penulis

Jumat, 14 Januari 2022 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Yayasan Persekolahan Ende-Lio (Yasukel), RD Herman E. Wetu saat memberikan keterangan pers di Kantor Yasukel, Kamis 13 Januari 2022 (Foto: Chen Rasi/Savanaparadise.com)

Ketua Yayasan Persekolahan Ende-Lio (Yasukel), RD Herman E. Wetu saat memberikan keterangan pers di Kantor Yasukel, Kamis 13 Januari 2022 (Foto: Chen Rasi/Savanaparadise.com)

Ende, Savanaparadise.com,- Pemerintah mengeluarkan kebijakan terbaru untuk mengembalikan seluruh Guru ASN ataupun PNS dari sekolah-sekolah swasta di bawah naungan Yayasan ke sekolah-sekolah negeri.

Kebijakan ini menimbulkan adanya kekosongan guru-guru ASN di sekolah swasta. Kondisi ini persis di alami sekolah-sekolah swasta yang ada di Kabupaten Ende di bawah tanggungjawab Yayasan Persekolahan Katolik Ende-Lio (Yasukel) Keuskupan Agung Ende.

Kepada Savanaparadise.com, Kamis (13/01/22), Ketua Yasukel, RD. Herman E. Wetu mengakui dengan adanya aturan baru dan kebijakan baru yang di keluarkan Pemerintah untuk menarik kembali guru-guru PNS di swasta dan menempatkannya di sekolah-sekolah Negeri sangat tidak adil dan membuat di sekolah-sekolah swasta kekurangan guru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya yakin yayasan lain juga mengelukan hal sama. Tapi Yasukel sangat kekurangan sekali karena sekolah-sekolah swasta di bawah pengawasan kita banyak”, terang RD Herman.

RD Herman membeberkan sejumlah fakta bahwa penarikan dan penempatan guru-guru PNS di sekolah-sekolah negeri tidak adil. Menurutnya ada beberapa sekolah tertentu yang muridnya sedikit namun guru-gurunya banyak.

“Saya tidak tahu, apakah di Dinas tidak memiliki data yang akurat sehingga ada sekolah-sekolah yang berlebihan gurunya. Salah satu contohnya di SD Inpres Loworongga, Pantai Selatan Ndona. Di sana muridnya berjumlah 13 Orang dan 2 kelas. Namun, gurunya ada 11 Orang, Guru PNS 3, Guru Kontrak dan P3K”, ungkap RD Herman.

Baca Juga :  LPA NTT Menduga Ada Eksploitasi Anak dan Perempuan Dibalik Praktek Prostitusi Online di Ende

Kalau kondisinya demikian, kata RD Herman, tentunya hal ini sangat di sayangkan. Bahkan ada sebagian di antara mereka hanya sekedar membuat laporan, tapi jarang mengajar karena kekurangan murid.

Sementara, ujar RD Herman, masih banyak sekali sekolah-sekolah swasta termasuk sekolah yasukel yang kekurangan guru PNS ataupun P3K. Contohnya, Guru di SDK Wolokota hanya guru kontrak.

Tapi setelah ini diadukan ke Dinas, kata RD Herman, Dinas selalu mengatakan ini tanggungjawab Yakusel untuk mencarinya sendiri.

“Inikan tidak bagus. Mana bisa kita saling tuding. Semestinya kita harus duduk bersama dan omong baik-baik”, tuturnya.

Dikatakan kita ini sama-sama mau menata pendidikan di Ende-Lio ini bisa maju walaupun ditahun ajaran baru ini  Covid-19 masih mewabah.

Jadi dengan adanya kebijakan penarikan guru-guru PNS dari sekolah swasta, jelas RD Herman, yang paling dirasakan oleh Yasukel kita kekurangan guru-guru PNS dan bisa dipastikan kalau ini ditarik terus menerus tidak menutup kemungkinan di sekolah-sekolah swasta hanya terdapat guru-guru kontrak tanpa guru PNS.

“Bulan ini kami akan bertemu Bupati, DPR, dan Dinas, kita akan bicara kondisi secara baik-baik”, pungkasnya.

RD Herman menuturkan dukungan Pemerintah secara langsung kepada Yasukel selama ini yang paling pertama adalah guru. Tapi untuk terakhirnya ini, kata dia tidak ada lagi PNS dan P3K yang ditempatkan di sekolah-sekolah swasta.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Bantah Kliennya Terima Komisi dan Adanya Praktek Prostitusi Online di Kos Kosan Milik Kliennya

Lalu dukungan lainnya adalah dalam bentuk dana-dana, misalanya dana BOS, DAU, dan DAK serta sarana prasaran sekolah termasuk ATK.

Hanya yang kita sayangkan, kata Herman, semua bantuan yang diberikan Pemerintah langsung ke sekolah-sekolah. Padahal berdasarkan aturan Negara, UU Yayasan, dan UU Sikdiknas harus melalui yayasan. Barulah yayasan yang akan memberikan dan mengantar langsung ke sekolah-sekolah karena sekolah bukan badan hukum, sebab yang berbadan hukum adalah yayasan.

Dikesempatan yang sama, Kepala Bidang Persekolah, Hilarius Pritalio mengatakan guru-guru PNS saangat membantu dalam memberikan motivasi kepada guru-guru honor.

Namun, ketika mereka ini ditarik karena rata-rata mereka adalah guru senior, tentunya di sekolah-sekolah swasta akan mengalami ketimpangan karena sang motivator sudah mulai berkurang.

“Kita berharap agar di Ende tidak sampai terjadi demikian. Mudah-mudahan ada jalan keluarnya”, kata Hilarius

Untuk diketahui, berdasarkan data, ada 182 sekolah yang tercacat di bawah tanggungjawab Yasukel dengan rincian, 21 TK, 152, 7 SMPK, dan 2 SMK.

Sedangkan jumlah murid secara keseluruhan sebanyak 17 Ribu lebih dan guru berdasarkan data tahun 2021 sebanyak 1314 dengan rincian 505 guru PNS dan 709 Guru Tidak Tetap (GTT).

Penulis: Chen Rasi

Editor: Yuven Abi

Berita Terkait

Satlantas Polres Ende Bangun Sinergi Bersama FLLAJ Dalam Upaya Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas
Polres Ende Tahan 3 Tersangka Dugaan Tindak Pidana Narkotika Jenis Ganja; Hasil Tes Urine Dua Tersangka Positif
Bupati Badeoda Lantik Kadis Dukcapil Ende; Yopi Dosi Woda Komit Ubah Pola Pelayanan Berbasis Desa dan Kecamatan
Bupati Beberkan Isi Pertemuan Bersama Tokoh Masyarakat Soal Dugaan Kos Kosan Jadi Tempat Prostitusi Online di Ende
Lantik Pengurus PMI Ende Periode 2025 – 2030, Alfridus Seran; Bangun PMI Ende Agar Jadi Gembala Kemanusian
Bupati Minta BKPSDM Panggil Oknum ASN Yang Diduga Terlibat Protitusi Online di Ende
Polsek Wolowaru Ende Beri Edukasi Untuk Siswa di SDK Wolondopo 1; Cegah Perundungan di Sekolah
Pol PP Tanggapi Bantahan Dari Kuasa Hukum Pemilik Kos; Stafnya Siap Jadi Saksi di Polisi
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Satlantas Polres Ende Bangun Sinergi Bersama FLLAJ Dalam Upaya Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:38 WIB

Polres Ende Tahan 3 Tersangka Dugaan Tindak Pidana Narkotika Jenis Ganja; Hasil Tes Urine Dua Tersangka Positif

Senin, 27 Juli 2026 - 13:19 WIB

Bupati Badeoda Lantik Kadis Dukcapil Ende; Yopi Dosi Woda Komit Ubah Pola Pelayanan Berbasis Desa dan Kecamatan

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:14 WIB

Bupati Beberkan Isi Pertemuan Bersama Tokoh Masyarakat Soal Dugaan Kos Kosan Jadi Tempat Prostitusi Online di Ende

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:16 WIB

Lantik Pengurus PMI Ende Periode 2025 – 2030, Alfridus Seran; Bangun PMI Ende Agar Jadi Gembala Kemanusian

Berita Terbaru