Nasib Warga Dua Dusun di Likanaka Ende Hidup Tanpa Listrik

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret dusun Detupau, Desa Likanaka, Kabupaten Ende tanpa aliran listrik (Foto: Istimewa)

Potret dusun Detupau, Desa Likanaka, Kabupaten Ende tanpa aliran listrik (Foto: Istimewa)

Ende, Savanaparadise.com,- Kondisi memprihatinkan dialami dua Dusun di Desa Likanaka, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, NTT. Di tengah jaman yang demikian modern, warga dua dusun yakni, Dusun Detupau dan Dusun Karabo Gagaria masih hidup dalam kegelapan.

Mereka sejatinya, masih terisolasi karena ketiadaan jaringan listrik negara (PLN). Saat malam tiba, warga di sana serasa bertaruh melawan kegelapan yang selalu memyelimuti setiap aktivitas mereka selama bertahun-tahun.

Listrik bagi warga di dua tersebut bukan sekedar pelengkap, melainkan kebutuhan mendasar yang wajib di penuhi terlebih para pelajar, generasi penerus bangsa yang ingin belajar di malam hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanpa di terangi aliran listrik, anak-anak harus belajar di terangi cahaya dari lampu pelita ataupun tenaga surya skala kecil yang sewaktu-waktu kurang stabil dan itupun hanya di miliki sebagian warga. Kondisi ini tentunya menghambat anak-anak untuk belajar di malam hari.

Salah seorang tokoh muda dari Dusun Detupau, Gregorius B. Mbete kepada media, Rabu, (11/3/26) menuturkan, ketiadaan jaringan listrik negara yang di alami warga dua dusun telah menghambat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Ia mengatakan, warga Dusun Detupau dan Karabo Gagaria masih miskin, terisolir, dan tertinggal dari segala macam program yang di canangkan oleh pemerintah termasuk soal program Indonesia terang yang sebelumnya di gagas oleh pemerintah pusat.

Baca Juga :  Bawa Misi Kemanusian, DPC PDIP Ende Serahkan Bantuan Korban Bencana Gempa Flores

Gregorius menyebut ketiaadaan jaringan listrik negara yang di alami dua dusun ini berdampak pada terputusnya saluran informasi.

“Ya, warga di sini sangat sulit mengakses informasi. Kita sepertinya hidup di jaman Indonesia belum merdeka. Masih gelap gulita tanpa ada cahaya listrik”, ungkap Gregorius.

“Kita berharap ada perhatian dari pemerintah agar listrik cepat masuk di wilayah ini sehingga kami masyarakat tidak menganggap bahwa kami di anak tirikan dalam urusan pembangunan”, tambabnya.

Di kesempatan berbeda, Kepala Dusun Detupau, Ferdinandus Wangge mengungkapkan, impian terbesar warga dusun Detupau dan Gagaria saat ini adalah menikmati hak yang sama dengan warga di daerah lain yakni listrik.

“Kami sudah sering mengusulkan, tapi sampai sekarang lampu PLN belum juga menyala. Rasanya seperti kami tertinggal jauh di belakang. Anak-anak kami ingin belajar dengan di terangi cahaya lampu listrik. Dan kami ingin taraf hidup kami sedikit lebih baik dengan adanya listrik,” ujarnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Ferdinandus mengatakan, perlunya kehadiran negara melalui pemerintah untuk menjawab keluhan masyarakat termasuk soal listrik yang belum menjangkau dusun-dusun terpencil seperti Detupau dan Karabo Gagaria.

Baca Juga :  Jelang Peresmian TPA Al Amin di Ende, Yayasan Timur Bangkit Peduli Pelopori Khitanan Massal

“Detupau dan Gagaria menjadi potret bahwa masih terjadi kesenjangan pembangunan yang dialami oleh masyarakat di daerah-daerah pelosok dan pekerjaan besar yang harus di jawab oleh pemerintah”, tukas Ferdinandus.

Ia mengatakan, masyarakat berharap pemerintah segera merespons kebutuhan ini dengan melakukan survei lapangan dan mempercepat pemasangan jaringan listrik.

“Kehadiran aliran listrik di Dusun Detupau dan Karabo Gagaria diyakini akan menjadi pemicu utama bagi kebangkitan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup warga”, katanya.

Perlu ketahui, berdasarkan data yang di himpun media ini, sebanyak 80 kepala keluarga yang tunggal dan menetap di dua dusun tersebut. Sejauh ini, pemerintah desa setempat sempat mengajukan proposal ke pihak PLN dan sebagai renspons balik atas proposal, pihak PLN pernah melakukan survei.

Namun, hingga detik ini, belum ada tindak lanjut dari pihak PLN usai melakukan survey. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait jadwal masuknya jaringan listrik ke dua dusun tersebut.

Meski demikian, warga tetap berharap agar kampung mereka segera dialiri arus listrik sehingga aktivitas warga dan jam belajar malam anak tidak terganggu.

Penulis : Mateus Bheri

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

SPPG di Ende Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa Flores
Bawa Misi Kemanusian, DPC PDIP Ende Serahkan Bantuan Korban Bencana Gempa Flores
Gempa Guncang Flores; Sebanyak 1115 Rumah Penduduk di Ende Rusak, 3.666 Jiwa Mengungsi, 2 Orang Meninggal Dunia
Mendagri Tito Karnavian Kunjungi Korban Gempa Flores di Ende, Prioritaskan Evakuasi dan Tolong Korban
Polres Ende Dirikan Tenda Darurat dan Kawal Bantuan Presiden Untuk Korban Bencana Gempa Flores
Takut Gempa Susulan; Warga di Ende Memilih Mengungsi di Atas Bukit, Bangun Tenda Darurat
Bupati Ende Beberkan Ada 300 Lebih Bangunan Rumah Milik Warga Ende Rusak Akibat Gempa Flores
Respons Cepat Pasca Gempa Flores; DPC PDIP Ende Salurkan Bantuan Untuk Korban Bencana di 4 Kecamatan
Berita ini 239 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:14 WIB

SPPG di Ende Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa Flores

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:11 WIB

Bawa Misi Kemanusian, DPC PDIP Ende Serahkan Bantuan Korban Bencana Gempa Flores

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Gempa Guncang Flores; Sebanyak 1115 Rumah Penduduk di Ende Rusak, 3.666 Jiwa Mengungsi, 2 Orang Meninggal Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Mendagri Tito Karnavian Kunjungi Korban Gempa Flores di Ende, Prioritaskan Evakuasi dan Tolong Korban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Polres Ende Dirikan Tenda Darurat dan Kawal Bantuan Presiden Untuk Korban Bencana Gempa Flores

Berita Terbaru