Bupati Badeoda Ungkap Satu Tahun Pemerintahan Ende Baru Capaian Belum Maksimal

- Penulis

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Ends, Yosef Benediktus Badeoda saat diwawancara oleh awak media usai acara resepsi satu tahun pemerintahan Ende Baru (Foto: Mateus Bheri/SP)

Bupati Ends, Yosef Benediktus Badeoda saat diwawancara oleh awak media usai acara resepsi satu tahun pemerintahan Ende Baru (Foto: Mateus Bheri/SP)

Ende, Savanaparadise.com,- Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda mengungkapkan selama satu tahun pemerintahan ‘Ende Baru pencapaian-pencapaian yang diraih belum mencapai maksimal dari target yang diinginkan dengan mendapat ranking tinggi.

Pencapaian yang belum maksimal tersebut menurut Bupati dilatari oleh keterbatasan anggaran yang hampir dialami setiap daerah.

“Kita perlu realistis juga dengan anggaran yang ada. Tetapi paling tidak ada nilai positifnya”, terang Bupati kepada media.usai acara resepsi Satu Tahun Pemerintahan Ende Baru, bertempat di Aula Gereja Mautapaga, Jumat, (06/3/26).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara ini dihadiri, Bapak Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere, Romo Vikep Ende, RD. Frederikus B Wea Dopo, Pimpinan dan Anggota DPRD Ende, Pj. Sekda Ende, Gebi Dala, dan Pimpinan OPD.serta tamu undangan lainnya.

Baca Juga :  Buruknya Infrastruktur Jalan, Seorang Ibu Hamil di Ende Dibopong Jalan Kaki Selama Tiga Jam dan Melahirkan di Kampung Tetangga

Lebih lanjut ungkap Bupati, selama perjalanan satu tahun pemerintahan Ende baru, terdapat juga hambatan-hambatan yang hadapi, bukan yang sistemik melainkan hambatan soal paradigma, dari paradigma menghasilkan dengan paradigma menghabiskan.

“Jadi pertarungan yang itu, dan sekarang pelan-pelan di sadari, baik oleh internalnya pemerintah maupun yang eksternal pemerintah. Ini sungguh sadar, kita sekarang tugasnya adalah bagaimana kita bisa menghasilkan bukan kita mau menghabiskan uang”, ujar Bupati.

Meski mendapat hambatan tersebut, akan tetapi menyangkut urusan kesehatan dan pendidikan, menurut Bupati, dua bidang ini mendapat hasil yang sangat baik.

Penilaian baik ini Bupati katakan seiring dengan dijalankan beberapa program termasuk pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis di setiap Pusksmas dan juga disetiap event-event yang di selenggarakan.

Baca Juga :  GMNI Sedaratan Flores Usulkan Taman Renungan Bung Karno Jadi Taman Nasional dan Ende Ditetapkan Jadi Kota Pancasila

“Kita memanfaatkan benar program pemerintah pusat. Jadi untuk kesehatan dan pendidikan, ya menurut saya bagus.dan sekarang ini yang kita fokuskan adalah pembangunan infrastruktur yang harus kita galakkan”, kata Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Badeoda juga mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di kabupaten Ende agar jangan nyaman di dalam kesalahan, harus berubah dan memperbaiki diri.

“Saya tekankan pada semua ASN, bekerja dengan baik, sudah mulai introspeksi diri. Jangan nyaman di dalam kesalahan. Harus sudah berubah, memperbaiki diri, kiblatnya untuk kepentingan rakyat. Jangan lagi kepentingan kelompok dan lain-lain”, tegas Bupati.

Penulis : Mateus Bheri

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Kisah Pilu Bocah di Mangarai Timur Dapat Perhatian Pemerintah, Gubernur NTT Instruksikan Penanganan Cepat
Rektor UNADRI Puji Langkah Pemprov NTT, Talent Scouting Dinilai Ubah Peta Pendidikan
SNBP 2026: 3.003 Siswa NTT Lolos, Strategi Talent Scouting Melki–Johni Berdampak
Sidang PS Sengketa Tanah Maulafa, Penggugat Tak Bisa Buktikan Batas Lahan
NasDem Sumba Tengah Kritik Pemberitaan Tempo, Tuntut Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Framing “PT. Partai NasDem Indonesia Raya Tbk,DPW NasDem NTT tuntut Majalah Tempo minta maaf secara tertulis 
Cipayung Plus Menduga Adanya Intimidasi Dibalik Kehadiran Camat Enteng dan Sat Pol PP di Margasiswa PMKRI, Begini Penjelasan Camat
Buruknya Infrastruktur Jalan, Seorang Ibu Hamil di Ende Dibopong Jalan Kaki Selama Tiga Jam dan Melahirkan di Kampung Tetangga
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 21:28 WIB

Kisah Pilu Bocah di Mangarai Timur Dapat Perhatian Pemerintah, Gubernur NTT Instruksikan Penanganan Cepat

Sabtu, 18 April 2026 - 10:49 WIB

Rektor UNADRI Puji Langkah Pemprov NTT, Talent Scouting Dinilai Ubah Peta Pendidikan

Jumat, 17 April 2026 - 20:43 WIB

SNBP 2026: 3.003 Siswa NTT Lolos, Strategi Talent Scouting Melki–Johni Berdampak

Jumat, 17 April 2026 - 18:00 WIB

Sidang PS Sengketa Tanah Maulafa, Penggugat Tak Bisa Buktikan Batas Lahan

Rabu, 15 April 2026 - 14:14 WIB

NasDem Sumba Tengah Kritik Pemberitaan Tempo, Tuntut Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Berita Terbaru