Ende, Savanaparadise.com,- Jembatan penghubung 2 desa di Kecamatan Lepembusu Kelisoke roboh diterjang banjir. Jembatan Lowoleke ini merupakan akses utama bagi warga 3 desa, yakni Desa Detuara dan Desa Tiwusora serta beberapa desa di wilayah kecamatan Kotabaru.
Peristiwa robohnya jembatan ini terjadi pada 4 Maret 2026 sekitar pukul 05.00 Wita lantaran curah hujan yang cukup tinggi melanda di wilayah tersebut sehingga menyebabkan banjir besar yang disertai material ,batu dan kayu menghantam jembatan.
Jembatan yang terbuat dari betonisasi ini akhirnya roboh karena struktur tanah di tepi jembatan terkikis oleh derasnya arus air, bahkan sebagian badan jembatan yang roboh ikut terseret banjir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibatnya, arus transportasi keluar masuk menuju 2 desa tersebut putus total yang menyebabkan para petani, pedagang, dan masyarakat lainnya kesulitan manakala hendak berpergian ke pusat ibu kota untuk menjual hasil komoditi dan membeli barang daganganya untuk jual.
Yanto Woda, orang muda dari Desa Detuara kepada media, Kamis, 5 Maret 2026 menuturkan, roboh jembatan Lowoleke sangat berdampak bagi warga.
“Maklum kakak, jembatan ini merupakan jembatan penghubung dan menjadi akses jalan satu-satunya bagi warga di dua desa ini. Kalau dia roboh, berarti arus transportasi untuk kendaraan roda dua dan empat akan terputus”, ungkap Yanto.
Yanto mengatakan, tak hanya kendaraan, para pelajar juga kesulitan berpergian ke sekolah apalagi di musim penghujan karena di landa banjir.
Menurut Yanto, apabila kondisi tersebut tidak ditangani tentunya akan berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya menjadi lumpuh total.
Dari itu, Yanto berharap pemerintah kabupaten Ende melalui dinas terkait segera turun tangan dengan melakukan perbaikan sehingga arus transportasi manusia dan kendaraan kembali normal.
“Kami berharap pemerintah kabupaten Ende melalui dinas teknis melakukan penanganan darurat serta membangun kembali jembatan secara permanen demi menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas warga”, ujar Yanto.
Harapan yang sama juga di sampaikan salah seorang tokoh masyarakat Desa Detuara, Andreas Ngera. Menurutnya, robohnya jembatan penghubung 2 desa di wilayah kecamatan Lepembusu Kelisoke ini menyebabkan dua desa tersebut menjadi terisolir.
“Sebagai masyarakat, kami mengharapkan ada perhatian serius dari pihak pemerintah terhadap kondisi jalan ini. Kalau tidak kami kesulitan apabila ingin berpergian ke kota Ende”, kata Endy Ngera.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










