Sejak Dibangun 2018 Silam, Akhirnya Pasar Mingguan Raja Selatan Diresmikan

- Penulis

Jumat, 24 Desember 2021 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do sedang menggunting Pita pada saat meresmikan Pasar Raja Selatan (Foto: Fardin Bay/Savanaparadise.com)

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do sedang menggunting Pita pada saat meresmikan Pasar Raja Selatan (Foto: Fardin Bay/Savanaparadise.com)

Mbay, Savanaparadise.com,- Sejak dibangun 2018 silam, akhirnya pasar mingguan Raja Selatan diresmikan oleh Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do,  hari ini, Jumad (24/12).

Pasar mingguan yang diresmikan ini adalah pasar baru pindahan dari lokasi pasar lama di area pinggir Jalan Negara, Desa Raja Timur.

Proyek pekerjaan Pasar Mingguan Raja Selatan sendiri, anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 3,8 M.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendala yang dihadapi hingga kurang lebih 3 tahun lamanya dan hari ini baru diresmikan disebabkan masih melakukan proses penyelesaian pembayaran ganti rugi lahan.

“Ganti rugi sudah selesai,” ujar Sekretaris Dinas Koperindag, Imosensius Panda.

Selanjutnya, Kadis Koperindag, Dra. Djawaria K.M. Simporosa, dalam laporannya menjelaskan bahwa saat ini terdapat 8 unit Los Pasar. Ada 6 Los Pasar dengan masing-masing 16 Lapak, sehingga total 96 Lapak.

Dijelaskannya ada 2 Los Pasar dasar, tanpa Lapak, yang diperuntukan bagi pedagang pakaian, sepatu, dan lain-lainnya.

“Saat ini, 96 Lapak sudah dibagikan kepada warga Desa Tiga Raja yang akan berjualan di Pasar Raja Selatan,” ungkap Tiel.

“Udah terdaftar para pedagang sayur, buah dan sembako. Pedagang pakaian ada area sendiri. Juga pedagang komoditi disiapkan pelataran tersendiri. Warung makan ditempatkan di pinggir jalan depan pasar” lanjutnya.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Bantah Kliennya Terima Komisi dan Adanya Praktek Prostitusi Online di Kos Kosan Milik Kliennya

Khusus kendaraan, tambah dia, akan diatur secara terpusat di pelataran parkir sehingga yang punya barang- barang ketika masuk pasar harus gunakan gerobak dorong warga.

Apalagi, terangnya, pengelola pasar sudah diserahkan Bupati Nagekeo dengan SK kepada para Camat, yang selanjutnya diatur bersama Kepala Desa, Bumdes dan Karang Taruna setempat.

Dilaporkan pula bahwa pasar lama di Raja Timur, tetap berfungsi sebagai Pasar Desa pada setiap hari Selasa, yang dikelola sendiri oleh Desa.
Pasar Mingguan Raja Selatan, dibuka setiap hari Jumat bersama pasar Mundemi, Keo Tengah.

Tiel Djawaria mengakui sejak dibangun 2018 silam, penyelesaian biaya ganti rugi lahan baru dilakukan pada Desember 2020.

“Tahun 2021 bersama kepala Desa setempat, Karang Taruna kami melakukan penataan dan pembersihan lokasi sehingga siap diresmikan hari ini”, bebernya.

Dikatakannya untuk penentuan hari pasar, tetap hari Selasa untuk pasar lama sebagai pasar desa. Sedangkan
Pasar Pemda yang baru ini tetap di hari Jumat.

“Kami berharap bisa berjalan lancar.
Minta bantuan kita promosikan bahwa Pasar Mingguan Raja Selatan sudah diresmikan oleh Bupati Nagekeo, dan silakan digunakan”, pintanya

Baca Juga :  Bawa Misi Kemanusian, DPC PDIP Ende Serahkan Bantuan Korban Bencana Gempa Flores

Di Pasar Raja Selatan terdapat area parkir sekitar 500 m². Tahun 2022 selanjutnya pengelolaan pasar diserahkan kepada Camat bersama para Kepala Desa masing-masing wilayah. Dinas Koperindag tetap melakukan monitoring dan evaluasi, agar potensi-potensi pasar untuk PAD tidak sampai tercecer.

Bupati Nagekeo hadir langsung di lokasi pasar, setelah melakukan peninjauan, Bupati Don memberi sambutan sekaligus meresmikan Penggunaan Pasar Mingguan Raja Selatan dengan pengguntingan pita.

“Saya gembira, pada bulan Desember jelang Natal besok, Pasar Raja Selatan ini lahir. “Hamil” sudah terlalu lama, 3 tahun.

Jadikan Pasar ini untuk perdagangan komoditi kita. Kacang tanah dan kacang-kacangan lainnya adalah unggulan kira di tempat ini. Padukan dengan usaha peternakan, penggemukan sapi. Kotorannya kita olah jadi pupuk untuk tanaman kita” pesan Don

Hadir dalam acara peresmian ini, Camat Boawae Vitalis Ba’i; Kapolsek Boawae, Aiptu Gerson Kadek; Kadis Pertanian, Oliva Mogi; Kadis Peternakan, Klementina Dawo; Kadis PMD P3A, Sales Ujang Dekresano; plt Kadis Pariwisata, Rustien Triatmi; Kabag Ekonomi, Nikolaus Neka, pejabat Dinas Perhubungan, Frumensius Siku, serta Penjabat Kades Raja Selatan, Yohanes Dhae Wea, serta para tokoh masyarakat setempat.

Penulis: Fardin Bay

Editor: Chen Rasi

Berita Terkait

BNPB Minta Pemkab Ende Perhatikan Korban Gempa Flores di Tenda Pengungsian
PDI Perjuangan Salurkan Air Bersih Bagi Korban Bencana Gempa Flores di Ende 
Bank NTT Bahas Kemungkinan Relaksasi Kredit bagi Debitur dan Pelaku UMKM Terdampak Gempa Flores
Tiba di Ende, Kepala BNPB Sebut Beredarnya Informasi Akan Ada Gempa Susulan Lebih Besar Dari M7,7 Adalah Hoaks
Rekor MURI Pecah, 220 Ribu Siswa NTT Serentak Menabung di Bank NTT
BPBD Bali Serahkan Bantuan di Posko Bencana Ende; Kirim Tim Medis Bantu Korban Terdampak Gempa Flores
SPPG di Ende Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa Flores
Bawa Misi Kemanusian, DPC PDIP Ende Serahkan Bantuan Korban Bencana Gempa Flores
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:43 WIB

BNPB Minta Pemkab Ende Perhatikan Korban Gempa Flores di Tenda Pengungsian

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:43 WIB

PDI Perjuangan Salurkan Air Bersih Bagi Korban Bencana Gempa Flores di Ende 

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:57 WIB

Bank NTT Bahas Kemungkinan Relaksasi Kredit bagi Debitur dan Pelaku UMKM Terdampak Gempa Flores

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Tiba di Ende, Kepala BNPB Sebut Beredarnya Informasi Akan Ada Gempa Susulan Lebih Besar Dari M7,7 Adalah Hoaks

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Rekor MURI Pecah, 220 Ribu Siswa NTT Serentak Menabung di Bank NTT

Berita Terbaru

Ekonomi Bisnis

Rekor MURI Pecah, 220 Ribu Siswa NTT Serentak Menabung di Bank NTT

Rabu, 19 Agu 2026 - 20:46 WIB