Deadlock, Penentuan Pengurus PDIP Lembata Diambil Alih DPP

- Penulis

Senin, 16 Maret 2015 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Konferensi Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Lembata mengalami Deadlock. Konfercab yang berlangsung di Bajawa Kabupaten Ngada, (11/3/2015) diwarnai kericuhan karena menolak pengukuhan Yance Sunur sebagai ketua PDIP Lembata yang baru menggantikan Hiyasintus Burin.

Ketua DPD PDIP NTT, Frans Leburaya mengatakan karena mengalami deadlock penetuan kepengurusan DPC PDIP Lembata akan diambil alih oleh DPP PDIP sesuai mekanisme yang berlaku di PDIP saat ini.

Baca Juga :  Sebanyak 587 Lansia Jalani Operasi Katarak di Ende, Gubernur Melki Minta Doa Restu Dari Para Lansia Agar Sukses Bangun NTT

“ Lembata Deadlock, Sesuai mekanisme akan diserahkan kepada ke DPP untuk diputuskan. Kita tonjolkan musyawarah. tidak ada voting-voting dan ini untuk bangun pemahaman yang sama serta tidak bangun konflik di dalam partai,” ujar Leburaya kepada wartawan, Jumad, 13/03 di kupang usai Konferda.

Leburaya yang menjabat Gubernur NTT saat ini mengatakan Konfercab yang berlangsung di Bajawa dipimpin oleh DPP dengan surat tugas.

“ Kita kedepankan musyawarah dan konsolidasi menuju Kongres. DPD PDIP NTT kembali mendukung Ibu Mega (Megawati Soekarnoputri) jadi Ketua Umum lagi,” ujarnya.(SP)

Berita Terkait

Bupati Beberkan Isi Pertemuan Bersama Tokoh Masyarakat Soal Dugaan Kos Kosan Jadi Tempat Prostitusi Online di Ende
Lantik Pengurus PMI Ende Periode 2025 – 2030, Alfridus Seran; Bangun PMI Ende Agar Jadi Gembala Kemanusian
Bupati Minta BKPSDM Panggil Oknum ASN Yang Diduga Terlibat Protitusi Online di Ende
Polsek Wolowaru Ende Beri Edukasi Untuk Siswa di SDK Wolondopo 1; Cegah Perundungan di Sekolah
Pol PP Tanggapi Bantahan Dari Kuasa Hukum Pemilik Kos; Stafnya Siap Jadi Saksi di Polisi
Anggota Dewan di Ende Prihatin Atas Dugaan Kasus Prostitusi Online; Libatkan Perempuan dan Anak
LPA NTT Menduga Ada Eksploitasi Anak dan Perempuan Dibalik Praktek Prostitusi Online di Ende
Pemerhati Perempuan dan Anak di Ende Dampingi, Saat Korban Laporkan Mucikari dan Pemilik Kos ke Polisi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:14 WIB

Bupati Beberkan Isi Pertemuan Bersama Tokoh Masyarakat Soal Dugaan Kos Kosan Jadi Tempat Prostitusi Online di Ende

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:16 WIB

Lantik Pengurus PMI Ende Periode 2025 – 2030, Alfridus Seran; Bangun PMI Ende Agar Jadi Gembala Kemanusian

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:41 WIB

Polsek Wolowaru Ende Beri Edukasi Untuk Siswa di SDK Wolondopo 1; Cegah Perundungan di Sekolah

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:18 WIB

Pol PP Tanggapi Bantahan Dari Kuasa Hukum Pemilik Kos; Stafnya Siap Jadi Saksi di Polisi

Senin, 20 Juli 2026 - 18:58 WIB

Anggota Dewan di Ende Prihatin Atas Dugaan Kasus Prostitusi Online; Libatkan Perempuan dan Anak

Berita Terbaru