Veki Lerik Laporkan Proyek Siluman ke Kejati NTT

- Penulis

Senin, 4 Mei 2015 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Anggota Komisi IV DPRD NTT, Vek Lerik Melaporkan dugaan Proyek Siluman yang sudah ditenderkan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT ke Kejaksaan Tinggi NTT atas.

Laporan ini karena dugaan ada 14 proyek “siluman” yang dimasukkan anggota DPRD NTT ke dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dengan total nilai mencapai Rp 7,4 miliar lebih.

Veki ke Kejati NTT dengan berjalan kaki dari Kantor DPRD NTT. kebetulan lokasi kantor DPRD dan Kejati NTT berdekatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesampai di Kejati NTT, Veki terlebih dahulu melapor ke piket. Dari piket veky diarahkan keruangan Asisten Pidana Khusus, Gasper Kase.

Baca Juga :  Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Usai diterima pihak kejati, Veki kepada wartawan mengatakan laporannya ke Kejati NTT adalah upacaya pencegahan terhadap tindak pidana korupsi.

“ Tadi pagi kita rapat pimpinan di DPRD saya minta proyek ini dihentikan atau DPR mengeluarkan rekomendasi untuk menghentikan proyek siluman yang sudah ditenderkan oleh PU,” ujarnya kepada wartawan, Senin, 04 Mei 2015.
Bukannya mendukung malah pimpinan DPRD NTT mengacuhkan usulan dari Veki lerik.

“ kalau tidak mau mengeluarkan rekomendasi saya akan lapor kejaksaan sekarang. Saya sudah paksakan untuk dibatalkan, tapi tidak direspon, ya sudah saya lapor saja ke kejaksaan,” jelasnya.

Baca Juga :  VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Menurutnya laporannya ke Kejati NTT merupakan tindakan pencegahan korupsi. Seharusnya tindakan melaporkan dugaan korupsi harus didukung oleh semua pihak.

“ kalau proyek sudah berjalan baru saya lapor itukan akan buat susah orang. Kalau sekarang saya lapor itu pencegahan. Karena proyek baru ditender hari kemarin baru ditender,” kata Veki.

Veki menjelaskan Kejati Memintanya untuk segera membuat laporan tertulis yang disertai dengan dokumen-dokumen.

“ Dua tiga hari lagi saya akan kembali kesini untuk melaporkan secara tertulis,” paparnya.(SP)

Berita Terkait

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:48 WIB

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Berita Terbaru