Tolak Produk Impor, Pedagang Bersama Relawan Jokowi Ajak Masyarakat Beli Produk Indonesia

- Penulis

Rabu, 31 Maret 2021 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Savanaparadise.com,- Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid bersama Ketua Umum Foreder Jokowi, Aidil Fitri menolak adanya produk impor dari luar negeri.

Penolakan tersebut disampaikan KPP dan Relawan Jokowi yang tergabung dalam Foreder Jokowi melalui konfrensi pers bersama di kawasan Klender, Jakarta Timur, Selasa (30/3).

Dalam konfrensi pers, KPP dan Foreder Jokowi dengan lantang menolak impor seperti beras, gula, sapi dan produk apapun dari luar negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum KPP, Abdul Rosyid mengatakan beberapa minggu terakhir ini, perihal impor beras sedang ramai diperbincangkan.

Dan hari ini, kata dia, Gula Kristal Putih (GKP) yang diimpor dari BUMN Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) didatangkan secara bertahap di sejumlah pelabuhan.

Menurut Rosyid, pengiriman pertama gula tersebut telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (28/3/2021) sekitar 6 ribu ton.

Baca Juga :  Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Pengiriman berikutnya, sambung Rosyid, di Pelabuhan Belawan Medan sekitar 15 ribu ton, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sekitar 30 ribu ton, dan di Pelabuhan Tanjung Priok akan datang lagi sekitar 24 ribu ton.

“Perihal impor gula tersebut tentu menuai pro dan kontra di tengah masyarakat,” kata Rosyid dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi SP, Rabu, (31/3)

Rosyid dan Aidil secara tegas menolak adanya impor beras, gula, dan sapi. Serta mengajak pedagang dan relawan Jokowi tidak membeli seluruh jenis produk luar negeri.

Meski produk impor diperuntukan sebagai stok cadangan dalam negeri, Rosyid dan Aidil mengklaim hal ini akan menyengsarakan masyarakat, terutama para petani dan pelaku UMKM Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Rosyid mengajak seluruh pedagang menolak adanya impor beras, gula, sapi dan tidak membeli seluruh jenis apapun produk luar negeri, yang bisa menyengsarakan petani dan pelaku UMKM, sekaligus juga tidak stabilnya harga di pasar tradisional. Sehingga mengakibatkan lonjakan harga naik dan turun yang begitu besar di pedagang dan khususnya di pasar-pasar.

Baca Juga :  Pemkab SBD dan Bank NTT Teken Kerja Sama SP2D Online Berbasis CMS

Sementara, Ketua Umum Foreder Jokowi juga mengajak relawan Jokowi menolak impor beras, gula, sapi dan tidak membeli produk dari luar negeri jenis apapun, karena banyaknya para petani dan pelaku UMKM Indonesia yang harus ditingkatkan penghasilannya.

“Dan khususnya lagi para pedagang di pasar dan relawan Jokowi yang tidak menerima produk dari impor atau luar negeri,” ucap Aidil.

“Kita berharap agar ada keputusan dan kebijakan yang tepat dari Bapak Presiden Jokowi untuk mengeluarkan keputusan tidak ada lagi impor produk apapun dari luar negeri dan harus meningkatkan penghasilan petani, pedagang dan para pelaku UMKM Indonesia untuk bisa seluruh pejabat negara, TNI, Polri, ASN membeli produk Indonesia bukan mengandalkan produk apapun selalu impor dari luar negeri,” timpal Rosyid.(SP)

Berita Terkait

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Pemkab SBD dan Bank NTT Teken Kerja Sama SP2D Online Berbasis CMS
Pemkab Rote Ndao Pinjam Rp30 Miliar ke Bank NTT untuk Bangun Infrastruktur
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Konsisten Berdayakan UMKM Antar BRI Raih Penghargaan Pilar Sosial Katadata ESG Index Awards 2025
Hadirkan Solusi Keuangan Lengkap untuk Pelaku Usaha, BRI Resmikan Regional Treasury Team Medan
Peringati Hari Sungai Sedunia, BRI Peduli Ajak Generasi Muda Jaga Ekosistem Sungai dan Peduli Lingkungan
Porsi Transaksi Digital Capai 99,1% dari Total Transaksi, Nasabah Semakin Nyaman Gunakan Layanan Digital Banking BRI
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:36 WIB

Pemkab Rote Ndao Pinjam Rp30 Miliar ke Bank NTT untuk Bangun Infrastruktur

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Selasa, 30 September 2025 - 11:22 WIB

Konsisten Berdayakan UMKM Antar BRI Raih Penghargaan Pilar Sosial Katadata ESG Index Awards 2025

Senin, 29 September 2025 - 16:10 WIB

Hadirkan Solusi Keuangan Lengkap untuk Pelaku Usaha, BRI Resmikan Regional Treasury Team Medan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Kupang

Politisi PDIP Sebut NTT Mart Lebih Mirip Kios Biasa

Selasa, 3 Mar 2026 - 08:45 WIB