Tinjau Lokasi Longsor di Batu Putih TTS, Pj. Gubernur NTT Minta Masyarakat Waspada

- Penulis

Kamis, 30 Januari 2025 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj. Gubernur NTT bersama rombongan mengunjungi Lokasi Longsor di Batu Putih-TTS, Rabu 29 Januari 2025 (Foto: RD/SP)

Pj. Gubernur NTT bersama rombongan mengunjungi Lokasi Longsor di Batu Putih-TTS, Rabu 29 Januari 2025 (Foto: RD/SP)

TTS, Savanaparadise.com,- Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P, meninjau langsung lokasi tanah longsor di Batu Putih, batas Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) STA 78 + 800, pada Rabu (29/1/2025).

Dalam kunjungannya tersebut Pj Gubernur Andriko meminta masyarakat untuk tetap selalu waspada terhadap segala kemungkinan bencana alam akibat banjir dan tanah longsor.

Ia juga memberikan apresiasi atas gerak cepat yang dilakukan Pemda dan Balai Jalan dalam menangani longsor

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pertama saya hadir di sini bertepatan di momen hari raya Imlek, jadi saya ingin mengucapkan selamat hari raya Imlek buat masyarakat NTT yang merayakannya. Berikut, tentu, saya berterima kasih kepada Balai Jalan serta Pemda setempat karena sudah bekerja cepat, hanya kira-kira stop sekitar 4 jam jadi alat berat segera turun kemudian bisa membuka kembali akses jalan ini sehingga yang kita saksikan sudah lumayan lancar lalu lintas kendaraan. Mudah-mudahan kerusakan ini nanti terus cepat kita tangani dan dikerjakan, diperbaiki agar jalur dua arahnya jalan normal dan kembali lancar. Karena ini dari TTS ke Kupang lintasnya selalu relatif padat,” jelas Pj. Gubernur Andriko.

Pj. Gubernur Andriko juga mengimbau kepada seluruh wilayah kabupaten/kota se – NTT untuk selalu waspada dan siap siaga serta intens membangun koordinasi lintas sektor agar dapat mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam akibat curah hujan yang tinggi.

Baca Juga :  Bupati Minta BKPSDM Panggil Oknum ASN Yang Diduga Terlibat Protitusi Online di Ende

“Kepada seluruh daerah se-NTT saya juga menghimbau agar selalu siaga dan waspada. Khusus dalam musim penghujan yang puncaknya nanti di bulan Februari, Pemda setempat agar terus membangun koordinasi dan komunikasi lintas sektor baik dari BMKG juga kawan-kawan dari Balai Wilayah Sungai maupun dari Balai Jalan untuk mengantisipasi segala kemungkinan seperti ini. Beberapa kemungkinan yang terjadi adalah pada saat musim hujan tinggi seperti sekarang adalah longsor, banjir, banjir bandang, angin kencang dan juga petir harus kita waspadai dengan baik bersama,” terang Andriko.

Andriko juga memberi himbauan khusus kepada warga masyarakat yang bertempat tinggal di daerah-daerah atau lokasi yang rawan bencana untuk selalu siaga dan waspada terhadap potensi bencana.

“Kemudian dari pemerintah, kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada khususnya yang tinggal di lereng-lereng gunung maupun bukit, jika curah hujannya tinggi dan terjadi terus-menerus. Kemudian yang tinggal di pantaran sungai juga selalu waspada terkait dengan banjir,” ujar Andriko.

“Kepada Kapolsek dan juga bekerjasama dengan TNI setempat harus dimonitor secara terus-menerus dan jangan sampai terjadi kecelakaan atau semacamnya karena kondisinya juga tanjakan kemudian kendaraan berjalan secara beriringan. Jadi tolong diamankan jalur lalu lintasnya. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras kita bersama,” tambah Pj. Gubernur NTT.

Baca Juga :  Sebanyak 587 Lansia Jalani Operasi Katarak di Ende, Gubernur Melki Minta Doa Restu Dari Para Lansia Agar Sukses Bangun NTT

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT Kementerian PU, Agustinus Junto mengatakan butuh waktu sekitar 2 Minggu untuk pihaknya membangun Bronjong di lokasi tersebut sebagai langkah awal untuk mengantisipasi terjadinya longsor.

“Kami tentunya akan segera tangani dan perbaiki kerusakan ini. Sekitar 14 hari atau 2 Minggu waktu yang kami butuhkan untuk membangun Bronjong, terlebih karena jalan ini leter S, jadi memang cukup panjang. Namun akan kami kerjakan segera.” ujar Junto.

Untuk diketahui, dalam sepekan terakhir curah hujan tinggi di wilayah tersebut mengakibatkan bencana longsor sehingga membobol turap pengaman disalah satu ruas jalan Batu Putih – TTS pada Selasa (28/1) sore sekitar pukul 16.00 Wita.

Akibatnya longsor menutupi badan jalan dan mengakibat akses jalan sempat terputus kurang lebih sekitar 4 jam sehingga arus lalu lintas macet sebelum ditangani oleh alat berat dibawah koordinasi Pemda setempat serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT Kementerian PU.

Dalam kesempatan berkunjung ke TTS Pj. Gubernur NTT, Andriko didampingi oleh Pj. Ketua TP PKK Provinsi NTT, Santi Ambarwati dan juga Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT, Cornelis Wadu. (*/AR/CR/SP***)

Berita Terkait

Bupati Minta BKPSDM Panggil Oknum ASN Yang Diduga Terlibat Protitusi Online di Ende
Polsek Wolowaru Ende Beri Edukasi Untuk Siswa di SDK Wolondopo 1; Cegah Perundungan di Sekolah
Pol PP Tanggapi Bantahan Dari Kuasa Hukum Pemilik Kos; Stafnya Siap Jadi Saksi di Polisi
Anggota Dewan di Ende Prihatin Atas Dugaan Kasus Prostitusi Online; Libatkan Perempuan dan Anak
LPA NTT Menduga Ada Eksploitasi Anak dan Perempuan Dibalik Praktek Prostitusi Online di Ende
Pemerhati Perempuan dan Anak di Ende Dampingi, Saat Korban Laporkan Mucikari dan Pemilik Kos ke Polisi
Kuasa Hukum Bantah Kliennya Terima Komisi dan Adanya Praktek Prostitusi Online di Kos Kosan Milik Kliennya
Perkumpulan Peduli Kasih Dorong Agar Kasus Prostitusi Online di Ende Diserahkan ke Polisi
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:48 WIB

Bupati Minta BKPSDM Panggil Oknum ASN Yang Diduga Terlibat Protitusi Online di Ende

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:41 WIB

Polsek Wolowaru Ende Beri Edukasi Untuk Siswa di SDK Wolondopo 1; Cegah Perundungan di Sekolah

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:18 WIB

Pol PP Tanggapi Bantahan Dari Kuasa Hukum Pemilik Kos; Stafnya Siap Jadi Saksi di Polisi

Senin, 20 Juli 2026 - 18:58 WIB

Anggota Dewan di Ende Prihatin Atas Dugaan Kasus Prostitusi Online; Libatkan Perempuan dan Anak

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:50 WIB

LPA NTT Menduga Ada Eksploitasi Anak dan Perempuan Dibalik Praktek Prostitusi Online di Ende

Berita Terbaru