Sosialisasi 4 Pilar, Kristiana Muki Sebut Pancasila Sebagai Perekat Kebangsaan

- Penulis

Jumat, 29 November 2019 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kefamenanu, Savanaparadise.com,- Anggota DPR/MPR RI, Kristiana Muki  melakukan sosialisasi 4 pilar di Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumad, 29/11/19.  Sosialisasi yang dihadiri ratusan masyarakat setempat ini juga dihadiri Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandez, Anggota DPRD NTT, Dolvianus Kolo, Anggota DPRD TTU, Arnold Rusae serta unsur pemerintahan kecamatan setempat.

Kristiana Muki pada kesempatan itu memaparkan  tentang Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia  mengatakan Empat Pilar kebangsaan menjadi pijakan dasar Warga Negara untuk bertindak dan berperilaku. Oleh karena itu setiap warga nagara Indonesia sudah wajib hukumnya untuk mengetahui dan memahami empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

” sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara adalah agar masyarakat memahami pentingnya empat pilar kebangsaan dalam hubungan dengan kehidupan sehari-hari,” ujar anggota Komisi II ini menjelaskan.

Kristiana Muki juga menambahkan bahwa sosialisasi Empat Pilar kebangsaan ini sangat penting, mengingat akhir-akhir ini banyak sekali paham radikalisme yang beredar luas di masyarakat yang dapat menggoyahkan persatuan dan kesatuan serta pertahanan dan keamanan bangsa dan negara.

Baca Juga :  Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Oleh karena itu semua warga negara perlu tau tentang empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang merupakan nilai-nilai dasar untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara,” Jelas anggota Fraksi Nasdem DPR RI ini.

Dijelaskannya lebih lanjut sebagai bangsa yang besar dan luas kita memiliki perbedaan-perbedaan yang merupakan kekayaan dan aset budaya bangsa. Oleh karena itu di tengah kemajukan ini jelasnya janganlah kita memaksakan diri untuk perbedaan itu kita samakan dan persamaan itu kita beda-bedakan.

Perbedaan dan persamaan itu hendaklah kita ramu menjadi sesuatu yang indah dan bernilai, yang juga merupakan kekayaan bangsa kita,” ujar Kristinan Muki yang pernah menjadi Guru Honorer ini.

Bupati TTU Raymundus Sau Fernandez, pada kesempatan itu mengatakan pentingnya kegiatan sosialisasi empat pilar. Hal itu kata dia  pentingnya pengamalan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Menurut Raymundus  bicara tentang Pancasila berarti bicara tentang kemanusiaan. Bicara tentang kemanusiaan ada hubungan dengan budaya. Semua itu berhubungan erat dengan sendi-sendi kehidupan manusia.

Bicara tentang pancasila juga berarti bicara tentang bagaimana saling menghormati. pengamalan nilai-nilai pancasila mulai dari sila pertama hingga sila kelima,” jelasnya.

Sementara itu anggota DPRD NTT, Dolvianus Kolo,  Kolo membawakan materi  tentang NKRI. Ia mengatakan bahwa bangsa Indonesia pernah mencatatkan dirinya sebagai bangsa paling makmur di dunia.

Kemakmuran yang diperoleh pada jaman kerajaan dulu, adalah akibat dari adanya persatuan yang sangat kuat. Namun kekuatan persatuan yang kita miliki masih bersifat sektorial,” kata Mantan Anggota KPU TTU ini.

Ia mengatakan dasar terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah menumbuhkan kembali rasa Nasionalisme yang telah hilang oleh politik adu domba yang dimainkan oleh penjajah.

Sosialisasi 4 pilar ini juga diwarnai dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh Retno Sila sebagai moderator. (SP)

Berita Terkait

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital
Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:14 WIB

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:58 WIB

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Berita Terbaru