Seroja Hampir Berultah, Dana Bantuan Pempus 5,210 Milyard Masih Mengendap Di Rekening BPBD TTU

- Penulis

Jumat, 4 Februari 2022 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPBD Kabupaten TTU, Yosefina Lake (Foto : Yuven Abi/Savana paradise.com)

Kepala BPBD Kabupaten TTU, Yosefina Lake (Foto : Yuven Abi/Savana paradise.com)

Kefamenanu, Savanaparadise.com,– Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), hingga kini belum menyalurkan dana sebesar 5,210 milyard rupiah yang digelontorkan Pemerintah pusat untuk membantu 200 Kepala keluarga yang terkena dampak badai seroja pada April 2021 silam.

Pasalnya, walau dana ini sudah masuk ke rekening Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU sejak bulan Desember 2021 silam, namun kendala yang menyebabkan dana tersebut belum dapat disalurkan adalah belum tersedianya dana pendamping dari pemerintah Kabupaten TTU.

Kepala BPBD TTU, Yosefina Lake, saat dijumpai SP di ruang kerjanya Kamis (03/02/2022) menuturkan, hingga kini pihaknya masih menunggu persetujuan Pemerintah daerah, soal dana pendamping untuk memperlancar kegiatan penyaluran bantuan seroja ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terkait dengan bantuan ini, kami sementara mengusulkan dana pendamping, karena kami mau berproses tapi masih menanti dana pendamping di maksud” kata Yosefina.

Ely, sapaan akrab Yosefina menjelaskan bahwa, dana pendamping yang diusulkan ini sudah disetujui oleh Bupati TTU Drs. Djuandi David, tapi informasi tentang adanya dana pendamping tersebut baru disampaikan secara lisan melalui oleh Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) kabupaten TTU, Bonefasius Ola Kian.

“Memang kita sudah mendapatkan informasi bahwa usulan dana pendamping ini sudah disetujui oleh Bapak Bupati, namun kita juga belum bisa memulai kegiatan, karena kita baru mendapatkan informasi secara lisan. Kita masih menunggu kepastian dana tersebut betul-betul telah ada, sehingga nanti bisa masuk dalam perubahan APBD induk BPBD TTU” jelas Ely.

Baca Juga :  Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Ely mengungkapkan pihaknya masih menunggu informasi selanjutnya dari bagian Keuangan Setda kabupaten TTU, dan jika sudah ada kejelasan maka pihaknya akan segera memproses penyaluran dana 5 milyard 210 juta ini, untuk membantu 200 kepala keluarga yang terkena dampak badai seroja pada april 2021 lalu, dan sambil menunggu kejelasan informasi dana pendamping dimaksud, pihaknya sementara memproses petunjuk pelaksanaan dan petunjuk tekhnisnya.

Ely menjelaskan bahwa, dana pendamping yang dibutuhkan untuk memperlancar kegiatan bantuan badai seroja sebesar Rp.789.000.000 yang akan digunakan untuk membiayai beberapa item kegiatan antara lain, biaya fasilitator dan tim tekhnis, biaya verifikasi dan validasi pendataan rumah, biaya monitoring dan evaluasi, serta biaya lain-lain yang berkaitan dengan urusan pembangunan rumah layak huni bagi korban badai seroja.

Lebih lanjut Ely menjelaskan, saat ini badai seroja hampir genap berusia satu tahun, dan pasca badai seroja tersebut, diantara 200 KK yang terdata, pasti sudah ada keluarga yang telah membangun rumahnya.

Berkaitan dengan hal ini, Ely menyampaikan, apabila ditemukan kondisi demikian, pihaknya akan meminta semua bukti pembelanjaan secara lengkap untuk kemudian diberikan pengganti biaya yang telah digunakan.

Baca Juga :  BGN Ende Minta SPPG Perhatikan Kualitas Bahan Baku dan Mutu Pengelolaan MBG

“Untuk mereka yang sudah membangun, tinggal saja kita meminta bukti biaya pengeluaran yang telah mereka keluarkan, berupa nota dan kwitansi jelas, untuk kita ganti dana yang telah mereka pakai ” tutur Ely

“Jika tidak ada bukti, minta maaf. Bukti itu juga bukan hanya kertas saja atau nota saja tapi kami juga harus lihat fisik di lapangan, sehingga kita bisa pastikan bahwa bahan-bahan yang digunakan untuk membangun, benar-benar bahan bangunan baru yang dibeli dari toko dan bukan bahan-bahan bangunan bekas” lanjut Ely.

Menurut Ely, dalam juknis yang telah ditentukan, dana 5 milyard lebih ini akan digunakan untuk membangun ataupun merenovasi 200 rumah warga yang terkena dampak seroja, yang dibagi dalam 3 kategori yakni rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan, dan ke 200 KK tersebut tersebar di 40 Desa yang ada di 20 Kecamatan di Kabupaten TTU.

Ia menjelaskan juga bahwa, besaran dana yang akan diperuntukan bagi masing-masing pemanfaat juga berfariasi, tergantung dari kerusakan yang dialami yakni rusak berat 50 juta, rusak sedang 25 juta dan rusak ringan 10 juta.

Penulis : Yuven Abi
Editor : Chen Rasi

Berita Terkait

SPK Panaskan Mesin PAN NTT, Target Kursi Tambahan di Dapil II
Demo di Kantor Bupati Ende, Pendemo Lakukan Aksi Bakar Ban Hingga Bentrok Dengan Sat Pol PP
450 Personel Gabungan Polres Ende Dikerahkan Untuk Amankan Misa Jumat Agung
Dinas Pendidikan NTT Imbau Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial, Hindari Hoaks dan Pelanggaran Hukum
Dinas Pendidikan NTT Imbau Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial, Hindari Hoaks dan Pelanggaran Hukum
Cipayung Ende Gelar Aksi 1000 Lilin Untuk Kematian Adik Edwin dan Kemanusian
Gubernur NTT Desak Penindakan Admin Tiktok Lika Liku NTT, Dinilai Resahkan Publik
GMNI Ende Ngaku Kecewa Tidak Bertemu Bupati Badeoda Saat Aksi Demonstrasi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 06:59 WIB

SPK Panaskan Mesin PAN NTT, Target Kursi Tambahan di Dapil II

Rabu, 8 April 2026 - 21:02 WIB

Demo di Kantor Bupati Ende, Pendemo Lakukan Aksi Bakar Ban Hingga Bentrok Dengan Sat Pol PP

Jumat, 3 April 2026 - 14:08 WIB

450 Personel Gabungan Polres Ende Dikerahkan Untuk Amankan Misa Jumat Agung

Kamis, 2 April 2026 - 13:03 WIB

Dinas Pendidikan NTT Imbau Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial, Hindari Hoaks dan Pelanggaran Hukum

Kamis, 2 April 2026 - 12:33 WIB

Dinas Pendidikan NTT Imbau Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial, Hindari Hoaks dan Pelanggaran Hukum

Berita Terbaru