Malaka Tetap Ikut Pilkada Belu

- Penulis

Senin, 29 April 2013 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, savanaparadise.com,- Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang Membidangi Otonomi Daerah, Ir. Emanuel Babu Eha mengatakan Bupati Belu, Yoachim Lopez, telah keliru karena menolak daerah otonomi baru (DOB) Malaka untuk ikut dalam Pemilu Kada Bupati yang akan berlangsung pada agustus mendatang.

“ Itu kebijakan yang keliru karena pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri dan KPU pusat sudah arahkan bahwa masyarakat Malaka ikut dalam pemilukada Belu pada agustus mendatang.”, ujar Babu Eha ketika di hubungi wartawan per telepon dari Jakarta, Senin 29/04.

Dikatakan Babu Eha, perlu disadari bahwa otonomi daerah itu pengertiannya bukan merdeka tapi tetap dalam bingkai NKRI sehingga arahan pusat tetap harus menjadi acuan apa lagi penyelenggara pemilukada adalah KPU bukan Pemda.

Dengan demikian kata Babu Eha, Pemda wajib memberikan dukungan kepada KPU dengan menyediakan data DP4 dan anggaran yang cukup dan tepat waktu .jika Pemda tidak melakukannya maka itu adalah pembangkangan terhadap aturan dan terhadap pemerintah pusat.

Terkait hal ini, Babu Eha meminta Kementerian Dalam Negeri harus memberi peringatan kepada bupati Belu dan meminta untuk melaksanakan sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku dan tidak ada alasan untuk tidak dilaksanakan.

Baca Juga :  VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

seperti di beritakan Satu hari sebelumnya, Bupati Yoachim Lopez menolak warga Malaka ikut pemilu kada. Penolakan itu ditandai tidak menyerahkan data penduduk potensial pemilu pemilu (DP4) dari 12 kecamatan di Malaka kepada KPU Belu.

Bupati hanya menyerahgkan DP4 dari 12 kecamatan di Kabupaten Belu. Ia beralasan Malaka, wilayah di selatan Belu sudah menjadi daerah otonom sehingga tidak perlu mengikuti pemilu kada Belu. Namun sikap bupati tersebut ditentang KPU Belu dan KPU NTT(Elas)

Berita Terkait

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:57 WIB

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:48 WIB

Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Berita Terbaru

Oplus_131072

Kupang

Politisi PDIP Sebut NTT Mart Lebih Mirip Kios Biasa

Selasa, 3 Mar 2026 - 08:45 WIB