Polda NTT Amankan belasan Imigran Gelap Buangan Australia

- Penulis

Jumat, 27 November 2015 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Imigran
Imigran

Kupang, Savanaparadise.com,- Polda NTT kembali mengamankan sedikitnya enam belas orang imigran Gelap Yang berasal dari India, Nepal dan BangladeshPeople di perairan Tablolong Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama seorang Nahkoda kapal asal Indonesia.

Para imigran yang diamankan oleh Smuggling dan Trafficking Polda NTT ini, sebelumnya berlayar dari Jawa Barat dan berhasil masuk ke pulau Christmas Australia. Namun, keberadaan mereka diketahui pihak keamanan laut Australia, sehingga diperintahkan untuk kembali ke Indonesia dengan bahan bakar minyak seadanya.

Enam belas orang imigran gelap ini terdiri dari 13 orang asal India, dua orang asal Nepal dan satu orang berasal dari Bangladhes. Mereka berhasil diamankan atas laporan nelayan setempat.

Para imigran yang hendak ke Australia untuk mencari ini sebelumnya melakukan perjalanan dari pelabuhan Ratu, Jawa Barat menggunakan sebuah kapal Ikan Tuna yang dinahkodai oleh Lief Napena.

Mereka berangkat dari pelabuhan Ratu sekitar tanggal 18 November 2015 karena telah membayar salah satu Agen di Jakarta sebesar $ 5000, dan berhasil masuk ke Australia tepatnya di pulau Christmas pada tanggal 23 nopember 2015 lalu.

Selama empat hari di pulau Christmas, keberadaan mereka diketahui petugas Custom Australia, Sehingga ditangkap dan kapal yang mereka tumpangi dari Jawa Barat dimusnahkan.

Baca Juga :  Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Oleh keamanan laut Australia, mereka di beri sebuah perahu motor yang tak bernama dengan dilengkapi bahan bakar secukupnya untuk kembali ke Indonesia.

“Di negara saya ada banyak masalah, banyak orang kita kerja susa, pendidikan susah, banyak masalah itu barang-barang semua mahal-mahal, itu kerja duit murah-murah. banyak masalah orang-orang susah jadi ke australia bukan untuk cari apa-apa selain makan saja, ” ungkap Muhamad Anwar, Imigran asal Bangladesh yang diamnkan.

Sementara itu, Nahkoda kapal, Lief Napena mengaku kalau dirinya dibayar 22 juta oleh para imigran ini untuk membawa mereka ke Australia. (AM)

Berita Terkait

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:48 WIB

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Berita Terbaru