Pendidikan Jadi Vaksin Sosial

- Penulis

Kamis, 2 Mei 2013 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atambua, Savanaparadise.com,- Ibarat tubuh agar dapat tahan terhadap berbagai penyakit, maka daya imunitas tubuh tersebut harus ditingkatkan. Salah satu diantaranya adalah melalui vaksinasi.Dalam perspektif sosial kemasyarakatan ada tig (3) penyakit sosial yang sangat besar dampak negatifnya yakni kemiskinan, ketidaktahuan dan keterbelakangan peradaban. Oleh karena itu, pendidikan dapat menjadi vaksin sosial.

Demikian dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhammad Nuh dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si saat menjadi inspektur upacara (Irup) Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke 105 di lapangan umum Atambua, Kabupaten Belu, Kamis (2/5).

Menurut Mendikbud, selain sebagai vaksin sosial, pendidikan juga merupakan elavator sosial untuk dapat meningkatkan status sosial. ”Kita memerlukan vaksin dan elavator sosial itu sehingga kita terhindar dari tiga penyakit tersebut dan sekaligus mampu meningkatkan status sosial,” tulis Mendikbud.

Tema peringatan Hardiknas tahun ini adalah : Meningkatkan Kualitas dan Akses Berkeadilan. Tema ini sebut Mendikbud, merupakan cerminan dari jawaban terhadap tantangan seluruh masyarakat dalam menyiapkan generasi yang lebih baik. ”Layanan pendidikan haruslah dapat menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan prinsip pendidikan untuk semua tanpa membedakan asal-usul, status ekonomi dan kewilayahan,” tandas Mendikbud.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan, lanjut Mendikbud, tahun pelajaran 2013/2014 akan diterapkan kurikulum 2013 untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah secara bertahap dan terbatas.
”Bertahap, berarti kurikulum tidak diterapkan di semua kelas di setiap jenjang tetapi hanya di kelas 1 dan kelas 4 untuk jenjang SD dan kelas 7 untuk SMP, serta kelas 10 untuk SMA dan SMK. Terbatas diartikan bahwa jumlah sekolah yang melaksanakannya disesuaikan dengan tingkat kesiapan sekolah,” jelas Mendikbud.

Baca Juga :  Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Dia menambahkan, kurikulum 2013 ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pengetahuan, ketrampilan dan sikap secara utuh. ”Hal ini penting dalam rangka antisipasi kebutuhan kompetensi abad 21 dan menyiapkan generasi emas 2045,” tandas Mendikbud.(VG/SP)

Berita Terkait

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:57 WIB

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:48 WIB

Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Berita Terbaru

Oplus_131072

Kupang

Politisi PDIP Sebut NTT Mart Lebih Mirip Kios Biasa

Selasa, 3 Mar 2026 - 08:45 WIB