Pemprov NTT Teken MoU Bersama Organisasi dan Institusi Soal Penanganan Stunting

- Penulis

Selasa, 6 Mei 2025 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTT, Melki Laka Lena foto bersama Organisasi Profesi Kesehatan, Institusi Pendidikan Kesehatan, dan Lembaga Keagamaan usai tanda tangan nota kesepakatan (MoU) soal Stunting (Foto:DC)

Gubernur NTT, Melki Laka Lena foto bersama Organisasi Profesi Kesehatan, Institusi Pendidikan Kesehatan, dan Lembaga Keagamaan usai tanda tangan nota kesepakatan (MoU) soal Stunting (Foto:DC)

Kupang, Savanaparadise.com,- Pemerintah Provinsi NTT bersama organisasi, institusi dan lembaga resmi menandatangi nota kesepakatan atau Memorandum of Agreement (MoU) tentang peningkatan pelayanan kesehatan, percepatan pembangunan kesehatan, dan promosi kesehatan untuk percepatan penanganan stunting.

Organisasi tersebut diantaranya, Organisasi Profesi Kesehatan, Institusi Pendidikan Kesehatan, dan Lembaga Keagamaan. MoU percepatan penanganan stunting bertempat di Aula El Tari Kupang pada Senin (5/5/2025).

Hadir pada acara itu diantaranya, Perwakilan Forkopimda Provinsi NTT, Kakanwil Hukum NTT, Wakil Bupati Kupang, Sekda Kota Kupang, Wakil Ketua TP PKK Provinsi NTT, Para Asisten Sekda Provinsi NTT, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemprov. NTT.

Para Pimpinan BUMD, Pimpinan Universitas/Institusi Pendidikan Kesehatan, Ketua Organisasi Profesi Kesehatan, Pimpinan Lembaga Keagamaan dan Mitra Kerja Pemerintah

Dalam sambutan, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan, Stunting adalah masalah serius yang mengancam kehidupan anak NTT untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Namun, stunting bukan hanya soal kesehatan, tapi juga soal kemanusiaan dan keadilan sosial.

“Penanganan stunting memerlukan kolaborasi lintas sektor dan lintas profesi. Kesepakatan Bersama yang kita tandatangani hari ini diharapkan menjadi tonggak penting dan strategis dalam upaya bersama untuk menangani masalah ini. Penandatanganan kesepakatan hari ini bukanlah sekadar formalitas, melainkan merupakan komitmen bersama untuk bersatu dalam langkah konkret,” jelas Melki Laka Lena.

Lebih lanjut Ia mengatakan, dalam rangka mempercepat penanganan stunting di Provinsi NTT, Pemprov NTT mengajak seluruh pihak untuk bergerak bersama dalam tiga ranah besar yaitu Peningkatan Pelayanan Kesehatan, Percepatan Pembangunan Kesehatan dan Promosi Kesehatan dan Perubahan Perilaku.

Gubernur Melki Laka Lena menjelaskan, peningkatan Pelayanan Kesehatan memerlukan penguatan layanan kesehatan primer melalui perluasan jangkauan edukasi gizi di puskesmas, posyandu, hingga ke pelosok desa. Dan peningkatan Organisasi Profesi Kesehatan yang berperan krusial dalam mendampingi masyarakat secara langsung.

Dijelaskan, Percepatan Pembangunan Kesehatan melalui kehadiran Institusi pendidikan Kesehatan sebagai penghasil tenaga kesehatan dan agen perubahan. Sedangkan untuk Kuliah Kerja Nyata  tematik, riset lapangan, dan program pengabdian masyarakat dari kampus untuk mendukung program percepatan eliminasi stunting dan program lainnya.

“Promosi Kesehatan dan Perubahan Perilaku melalui kemitraan dengan Lembaga keagamaan karena, memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku umat/jemaat melalui Ceramah, kotbah, dan pengajaran keagamaan sebagai sarana efektif menyampaikan pesan hidup sehat dan gizi seimbang,” urai Gubernur Melki.

Gubernur Melki berharap kegiatan ini menjadi komitmen lintas institusi dengan memprioritaskan desa-desa dengan Prevelensi stunting tertinggi.

“Libatkan masyarakat sebagai subjek, bukan objek. Edukasi, dengarkan, dan libatkan mereka dalam setiap langkah perubahan. Mari kita ingat bersama bahwa anak-anak adalah investasi masa depan bangsa”, kata Gubernur.

“Jika kita gagal memberikan mereka hak untuk tumbuh sehat dan cerdas, maka kita telah gagal dalam misi kita sebagai pelayan masyarakat. Kesejahteraan mereka adalah tanggung jawab kita, dan melalui kerja keras, kolaborasi, dan niat baik bersama, kita dapat mewujudkan NTT yang lebih baik,” tegasnya.

Sementara Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Iien Adriany dalam laporannya menyampaikan dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang erat antara berbagai pihak guna memperkuat upaya kolektif dalam mengatasi tantangan kesehatan di NTT.

Menurut Kadis Kesehatan, MoU secara spesifik bertujuan memayungi berbagai inisiatif dan program yang berfokus pada penanganan stunting secara komprehensif.

“MoU ini juga bertujuan untuk upaya menurunkan angka kematian ibu dan anak melalui peningkatan akses dan kualitas layanan maternal dan neonatal, strategi pemberantasan TB yang efektif, serta penguatan program promosi kesehatan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.(FT/CR/SP)

Berita Terkait

Keluarga  Alm Jacob Nuwa Wea Salurkan 1.000 Paket Bantuan untuk Korban Bencana Mauponggo
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Sulastri Sebut Kenaikan Tarif 300 Persen Karena Masukan DPRD NTT, Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Meradang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Oktober 2025 - 07:05 WIB

Keluarga  Alm Jacob Nuwa Wea Salurkan 1.000 Paket Bantuan untuk Korban Bencana Mauponggo

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 06:59 WIB

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

Berita Terbaru