Kekeringan Di TTS Makin Meluas

- Penulis

Rabu, 8 Juli 2015 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Kekeringan Di Timor Tengah Selatan (TTS) semakin meluas.Sebelumnya kekeringan hanya melanda desa-desa di Kecamatan Amanuban Selatan dan Kecamatan Kualin, namun musibah itu telah meluas ke empat kecamatan lainnya yakni Kuanfatu, Kolbano, Boking, dan Toianas.

“Sebelumnya hanya dua kecamatan yang mendapat bantuan karena kekeringan, sekarang sudah meluas ke enam kecamatan,” kata Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni, di Kupang, Selasa (7/7) petang.

Benny menilai selama ini pemerintah hanya fokus memberikan bantuan pangan darurat kepada warga di Amanuban Selatan dan Kualin, tetapi mereka tidak tahu kalau kekeringan yang sama juga terjadi di kecamatan di sepanjang pesisir pantai timur Kabupaten TTS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Benny kekeringan yang terjadi di desa-desa di empat kecamatan tersebut sama persis dengan yang terjadi pada lahan pertanian di Kecamatan Amanuban Selatan dan Kualin sehingga warga di kecamatan tersebut perlu diberi bantuan. Bantuan yang dibutuhkan ialah pompa air untuk mengalirkan air dari sumuer ke kebun dan embung-embung untuk menampung air hujan.

Baca Juga :  Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Saat ini perhatian pemerintah diarahkan ke tujuh desa Amanuban Selatan dan Kualin karena desa-desa itu paling sering diberitakan media massa sejak April 2015. Selama ini ratusan ton bantuan beras dan bahan makanan sudah dikirim kepada warga korban kekeringan yang berjumlah 2.938 kepala keluarga (KK) atau 12.204 jiwa.

“Jangan fokus bantuan kepada dua kecamatan saja, pemerintah kabupaten harus memberi bantuan untuk enam kecamatan,” kata Benny.

Dia menyampaikan, warga di desa-desa tersebut memiliki mekanisme penyesuaian terhadap krisis pangan seperti menjual ternak untuk membeli beras atau mengonsumsi putak (sari pohon gewang) yang diolah menjadi tepung sebelum digoreng.

Benny mengakui, warga TTS mengonsumsi putak karena memang kehabisan stokmakanan. Kalau pun masih ada, stoknya hanya sedikit dan sehingga putak menjadi bahan makanan alternatif.

Empat kecamatan yang dilaporkan kekeringan tersebut diduga luput dari perhatian pemerintah daerah. Kondisi itu yang kemudian mengakibatkan warga korban kekeringan di wilayah itu belum tersentuh bantuan pangan.

Benny minta pemerintah kabupaten setempat mendorong warga untuk menanam sorgum atau tanaman yang tidak banyak membutuhkan air. Setiap tahun, curah hujan di pesisir timur tersebut selalu minim.

Baca Juga :  Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Asisten II Bidang Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten TTS Epi Tahun menyampaikan, pemerintah setempat belum menyatakan kekeringan di Kecamatan Kuanfatu, Kolbano, Boking, dan Toianas karena belum adanya laporan resmi baik dari pemerintah kecamatan maupun desa dan juga masyarakat.

Kendati demikian, pemerintah tetap antisipasi karena wilayah Selatan TTS khsusunya di daerah pesisir pantai memang rawan kekeringan. Pemerintah melakukan upaya antisipasi dengan menyalurkan beras keluarga miskin (Raskin) kepada masyarakat.

“Kami pemerintah daerah belum nyatakan empat kecamatan itu dilanda bencana kekeringan karena para camat dan kepala desa belum melaporkan secara resmi, tapi kami tetap antisipasi,” kata Epi, Rabu (8/7).

Dia mengakui, kekeringan sedikit meluas namun masih di Kecamatan Amanuban Selatan dan Kecamatan Kualin. Semula hanya limas desa di dua kecamatan tersebut yang dilaporkan dilanda kekeringan, namun sekarang sudah menjadi delapan desa.(SP)

Berita Terkait

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:48 WIB

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Berita Terbaru