Jelang Ramadhan, Balai POM Lakukan Penyelidikan Pangan Jajanan Pembuka Puasa

- Penulis

Senin, 6 Agustus 2012 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kupang akan melakukan pengawasan rutin sesuai dengan identitas pengawasan yang jelas terhadap produk makanan dan kosmetik. misalnya pengawasan terhadap produk-produk luar negeri maupun dalam negeri yang akan dipasarkan di NTT.

Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan, Ruth D. Laiskodat kepada savanaparadise, mengatakan bahwa pengawasan yang akan dilakukan adalah pengawasan terhadap produk makanan dan kosmetik terlebih pada mutu dan label atau registrasinya.

“Kita akan lebih fokus pada pengawasan mutu makanan termasuk minuman dan kosmetik, karena masih banyak ditemukan makanan kadaluarsa di toko-toko kecil”. Ungkapnya pada Senin, 6/8 Siang.

Dikatakan pula bahwa menjelang Puasa bulan ini akan dilakukan pengawasan seperti biasa dengan identitas yang jelas, misalnya pengawasan minuman beralkohol dan makanan dengan bahan berbahaya maka yang akan kita awasi adalah apakah minuman dan makanan tersebut sudah pantas dipasarkan dan teregistrasi atau tidak, selain itu termasuk juga pengawasan pangan lokal.

Lebih lanjut dikatakan pula bahwa pengawasan secara khusus yang dilakukan jelang Lebaran nanti adalah pengawasan distribusi makanan bersama stakeholder, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan provinsi dan Kota Kupang, serta Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan yang melibatkan tenaga ahli dari Balai POM Kupang untuk turun lapangan dan melakukan penyelidikan.

Baca Juga :  Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selain itu yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah pengawasan dan penyelidikan pangan jajanan pembuka puasa dan hasil ujinya akan dikeluarkan dalam waktu satu atau dua hari kemudian. Demikian dikatakan Ruth Laiskodat pada wartawan media ini.

Dikatakan juga bahwa selama ini telah ditemukan makanan kadaluarsa sebanyak 3 tempat dan pada tahap selanjutnya ditemukan pula makanan kadaluarsa sebenyak 23 tempat, setelah kita temukan makanan kadaluarsa kita menghancurkan dan memberi pemahaman kepada pemilik toko dan dianjurkan dengan istilah First In First Out. (Rey)

Berita Terkait

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital
Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:14 WIB

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:58 WIB

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Berita Terbaru