Festival Daun Lontar Ende Lio Ajang Lestarikan Tradisi Anyaman Yang Bernilai Ekonomis

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Panitia, Yohanes Borgias Riga (kiri) dan Camat Wewaria, Fidelis Bella (kanan) (Foto: Mateus Bheri/SP)

Ketua Panitia, Yohanes Borgias Riga (kiri) dan Camat Wewaria, Fidelis Bella (kanan) (Foto: Mateus Bheri/SP)

Ende, Savanaparadise.com,- Festival Daun Lontar Ende Lio, demikian panitia pelaksana memberi nama kegiatan ini. Entah apa alasan utamanya sehingga ide dan gagasan ini muncul. Kata Festival bukan kata yang asing bagi masyarakat banyak.

Penyebutan kata ini begitu keren dan terkesan bombastik. Karena kegiatan ini tidak dilaksanakan dalam sehari tetapi juga menghadirkan banyak pihak. Begitulah kilas balik dari kegiatan Festival Daun Lontar Ende Lio yang di selenggarakan panitia pelaksana, yang bertempat di Aula Desa Kelitembu, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende.

Kegiatan tersebut sebagai ajang untuk melestarikan kembali tradisi anyaman yang merupakan warisan leluhur yang bernilai ekonomis bagi masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya, tradisi anyam yang dahulunya selalu ditekuni oleh masyarakat di wilayah utara dinilai kian sirna seiring dengan perkembangan jaman terlebih dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ketua Panitia Pelaksana, Yohanes Borgias Riga kepada media, Rabu, 4 Maret 2026 menjelaskan, munculnya ide untuk menyelenggarakan kegiatan Festival Daun Lontar Ende Lio didasari oleh keprihatinan terhadap pemanfaatan daun lontar yang belum maksimal.

Baca Juga :  VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Menurutnya, hal ini sejalan dengan menurunnya karya-karya anyaman dari daun lontar yang dihasilkan oleh masyarakat dan genarasi muda karena enggan belajar menganyam.

Karena itu, tambah Borgias, untuk mengembalikan dan menghidupkan kembali warisan leluhur yang berkaitan dengan anyaman daun lontar perlu dilakukan pelatihan-pelatihan yang nantinya akan berdampak pada nilai ekonimis masyarakat.

“Jadi kegiatan ini kami akan hidupkan kembali supaya anyaman-anyaman dasar yang sudah diwariskan leluhur perlu dileatarikan terus dan juga di tingkatkan sehingga kerajinan tangan ini memiliki nilai jual yang dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat”, kata Borgias.

Borgias menuturkan, kegiatan ini akan diselenggarakan selama dua hari, terhitung dari tanggal 16-18 Maret 2026 dengan melibatkan pelajar dari tingkat, SD, SMP, SMA/SMK, masyarakat, dan perwakilan dari setiap desa se-kecamatan Wewaria, serta pelaku UMKM.

“Kami juga akan melibatkan sekolah-sekolah non formal dan para pelaku seni budaya yang ada di kecamatan Wewaria”, pungkasnya.

Baca Juga :  Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Camat Wewaria, Fidelis Bella memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada penyelenggara kegiatan Featival Daun Lontar Ende Lio.

Menurutnya, ide orang muda yang ingin menghidupkan kembali budaya dan kerajinan lontar di wilayah utara ini sangat bagus. Mengingat, di wilayah utara banyak pohon lontar yang hingga detik ini belum di manfaatkan secara baik.

Fidelis mengatakan, dengan adanya kerajinan daun lontar ini bisa berdampak pada meningkatnya ekonomi masyarakat setempat yang tentunya sejalan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat.

Ia pun mendorong agar semua desa ikut berpartisipasi dan terlibat dalam kegiatan ini karena ini adalah sebiah gerakan untuk membangkitkan pelaku usaha baru dengan memanfaatkan potensi yang ada.

“Saya pastikan desa-desa ini akan saya dorong mulai dari pelatihan sampai dengan bagaimana mereka mampu mengembangkan ilmu yang mereka dapatkan dengan menganyam daun lontar”, ujarnya.

Penulis : Mateus Bheri

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Pemkab SBD dan Bank NTT Teken Kerja Sama SP2D Online Berbasis CMS
Pemkab Rote Ndao Pinjam Rp30 Miliar ke Bank NTT untuk Bangun Infrastruktur
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Konsisten Berdayakan UMKM Antar BRI Raih Penghargaan Pilar Sosial Katadata ESG Index Awards 2025
Hadirkan Solusi Keuangan Lengkap untuk Pelaku Usaha, BRI Resmikan Regional Treasury Team Medan
Peringati Hari Sungai Sedunia, BRI Peduli Ajak Generasi Muda Jaga Ekosistem Sungai dan Peduli Lingkungan
Porsi Transaksi Digital Capai 99,1% dari Total Transaksi, Nasabah Semakin Nyaman Gunakan Layanan Digital Banking BRI
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:34 WIB

Festival Daun Lontar Ende Lio Ajang Lestarikan Tradisi Anyaman Yang Bernilai Ekonomis

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:15 WIB

Pemkab SBD dan Bank NTT Teken Kerja Sama SP2D Online Berbasis CMS

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:36 WIB

Pemkab Rote Ndao Pinjam Rp30 Miliar ke Bank NTT untuk Bangun Infrastruktur

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Berita Terbaru

Oplus_131072

Kupang

Politisi PDIP Sebut NTT Mart Lebih Mirip Kios Biasa

Selasa, 3 Mar 2026 - 08:45 WIB