Ende, Savanaparadise.com,- Festival Daun Lontar Ende Lio, demikian panitia pelaksana memberi nama kegiatan ini. Entah apa alasan utamanya sehingga ide dan gagasan ini muncul. Kata Festival bukan kata yang asing bagi masyarakat banyak.
Penyebutan kata ini begitu keren dan terkesan bombastik. Karena kegiatan ini tidak dilaksanakan dalam sehari tetapi juga menghadirkan banyak pihak. Begitulah kilas balik dari kegiatan Festival Daun Lontar Ende Lio yang di selenggarakan panitia pelaksana, yang bertempat di Aula Desa Kelitembu, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende.
Kegiatan tersebut sebagai ajang untuk melestarikan kembali tradisi anyaman yang merupakan warisan leluhur yang bernilai ekonomis bagi masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasalnya, tradisi anyam yang dahulunya selalu ditekuni oleh masyarakat di wilayah utara dinilai kian sirna seiring dengan perkembangan jaman terlebih dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ketua Panitia Pelaksana, Yohanes Borgias Riga kepada media, Rabu, 4 Maret 2026 menjelaskan, munculnya ide untuk menyelenggarakan kegiatan Festival Daun Lontar Ende Lio didasari oleh keprihatinan terhadap pemanfaatan daun lontar yang belum maksimal.
Menurutnya, hal ini sejalan dengan menurunnya karya-karya anyaman dari daun lontar yang dihasilkan oleh masyarakat dan genarasi muda karena enggan belajar menganyam.
Karena itu, tambah Borgias, untuk mengembalikan dan menghidupkan kembali warisan leluhur yang berkaitan dengan anyaman daun lontar perlu dilakukan pelatihan-pelatihan yang nantinya akan berdampak pada nilai ekonimis masyarakat.
“Jadi kegiatan ini kami akan hidupkan kembali supaya anyaman-anyaman dasar yang sudah diwariskan leluhur perlu dileatarikan terus dan juga di tingkatkan sehingga kerajinan tangan ini memiliki nilai jual yang dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat”, kata Borgias.
Borgias menuturkan, kegiatan ini akan diselenggarakan selama dua hari, terhitung dari tanggal 16-18 Maret 2026 dengan melibatkan pelajar dari tingkat, SD, SMP, SMA/SMK, masyarakat, dan perwakilan dari setiap desa se-kecamatan Wewaria, serta pelaku UMKM.
“Kami juga akan melibatkan sekolah-sekolah non formal dan para pelaku seni budaya yang ada di kecamatan Wewaria”, pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Camat Wewaria, Fidelis Bella memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada penyelenggara kegiatan Featival Daun Lontar Ende Lio.
Menurutnya, ide orang muda yang ingin menghidupkan kembali budaya dan kerajinan lontar di wilayah utara ini sangat bagus. Mengingat, di wilayah utara banyak pohon lontar yang hingga detik ini belum di manfaatkan secara baik.
Fidelis mengatakan, dengan adanya kerajinan daun lontar ini bisa berdampak pada meningkatnya ekonomi masyarakat setempat yang tentunya sejalan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat.
Ia pun mendorong agar semua desa ikut berpartisipasi dan terlibat dalam kegiatan ini karena ini adalah sebiah gerakan untuk membangkitkan pelaku usaha baru dengan memanfaatkan potensi yang ada.
“Saya pastikan desa-desa ini akan saya dorong mulai dari pelatihan sampai dengan bagaimana mereka mampu mengembangkan ilmu yang mereka dapatkan dengan menganyam daun lontar”, ujarnya.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










