Ende, Savanaparadise.com,- Penantian panjang selama bertahun-tahun warga dua dusun di Desa Likanaka, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende-NTT akan aliran listrik negara masuk kampung belum terwujud.
Konsisi gelap gulita tanpa listrik negara terus di rasakan warga Dua dusun ini yakni, Dusun Detupau dan Karabo Gagaria. Mereka merasa terpinggirkan di tanah mereka sendiri dan jarang di perhatikan.
Warga dua dusun ini pun berharap ada perhatian serius dari negara dalam hal ini pemerintah akan listrik yang menjadi kebutuhan dasar bagi warga setempat, termasuk anak sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menjawab akan keluhan warga, Manajer PLN ULP Ende, Immer R. Pakpahan saat dihubungi media melalui sambungan telepon, Kamis, (12/3/26) menyebut untuk Dusun Detupau dan Dusun Karabo Gagaria sudah masuk dalam roadmap serta mennggu persetujuan anggarannya untuk ditandaklanjuti.
“”jadi kan ini saya sudah usulkan lama ini. Jadi mudah-mudah lah karena ini saya sudah konformasi UP2K karena yang mengurusi listrik di desa dan dusun adalah UP2K yang kantornya di Ruteng.Jadi kita sudah usul semua itu”, kata Immer Pakpahan.
Immer Pakpahan menguraikan, pembangunan jaringan listrik di dua dusun yakni, Detupau dan Karabo Gagaria sesuai yang terdata oleh pihaknya STM nya 1,4 KM dengan di tambah 1 gardu.
Meski dusun Detupau dan Karabo Gagaria masuk dalam roadmap serta menunggu persetujuan anggaran, namun ia mengatakan, saat ini PLN lebih fokus pada pembangunan infrastruktur jaringan Listrik Desa (Lisdes).
“Kita fokusnya di Lisdes dulu. Lisdes ini kan rencana tahun ini ada tiga lokasi. Tiga lokasi yang direalisasi yakni, Aelipo, Kotabaru, sama wolokota.
Na, kita masih ada satu desa lagi yakni desa nila yang belum. Itu masih menunggu akses. Kalau itu sudah terealisasi, desa Nila akan menyusul”, terangnya.
Immer Pakpahan menjelaskan, setelah program listrik desa di kabupaten Ende sudah terjawab dan terealisasi semuanya, langkah berikut yang akan di kerjakan pihaknya adalah bagaimana mempercepat pembangunan listrik di setiap dusun.
“Nah, setelah itu baru masuk ke dusun. kalau di dusun masih ada 21 dusun di Ende, ini di luar desa. Nanti sekaligus dusun detupau dan dusun karabo gagaria satu kali jalan. Jadi pembangunan itu stm nya 1,4 km dengan tambah 1 gardu. Kita tidak berjalan sekaligus karena penganggaran itu terbatas”, jelas Manajer PLN ULP Ends ini.
Diketahui, untuk Kabupaten Ende masuk dalam wilayah kerja PLN UP3 Flores Bagian Barat (UP3 FBB) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ende. Kabupaten Ende Rasio Elektrifikasi 98,82 % dari 23 Kelurahan dan 255 desa yang tersebar di 21 Kecamatan.
Artinya, hanya ada 4 Desa yang belum berlistrik yang terdiri dari, Desa Aelipo Kecamatan Wewaria, Desa Niopanda, (Dusun Niopanda Bhoaja dan Tanaledu), Desa Wolokota Kecamatan Ndona, Desa Nila Kecamatan Ndona.
Untuk Desa Aelippo dan Niopanda Pekerjaannya sudah dimulai akhir Tahun 2025 dan di perkirakan Tahun 2026 Smester 1 sudah selesai, dan untuk pembangunan jaringan ke Desa Wolokota direncanakan tahun 2026 ini terealisasi.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










