DPD GMNI NTT Desak Kapolda Segera Usut Aksi Premanisme Yang Menimpa Erik B. Hawula di Sumba Timur

- Penulis

Rabu, 11 Mei 2022 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris DPD GMNI NTT, Yakobus Madya Sui (Foto: Chen Rasi/Savanaparadise.com)

Sekretaris DPD GMNI NTT, Yakobus Madya Sui (Foto: Chen Rasi/Savanaparadise.com)

Ende, Savanaparadise.com,– Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (DPD GMNI NTT) mendesak Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT segera mengusut tuntas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat di Kabupaten Sumba Timur.

Desakan tersebut disampaikan oleh Sekretaris DPD GMNI NTT, Yakobus Madya Sui kepada media Savanaparadise.com di Ende, pada Rabu (11/05/22).

Menurut Yakob (sapaan akrabnya), belakangan ini aksi premanisme marak terjadi di NTT sehingga telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat dan itu tidak boleh dibiarkan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, dirinya menyayangkan sikap lamban Polisi dalam menangani kasus pengancaman terhadap keselamatan manusia  dan merusak keharmonisan hubungan sosial di tengah-tengah masyarakat.

Baca Juga :  Kerap Resahkan Warga, Lima Motor Balapan Liar dan Knalpot Brong di Ende Diamankan Polisi

“Polisi harus lebih cepat menangani persoalan semacam ini. Jangan lamban seperti kasus yang menimpa saudara Erik B. Hawula di Sumba Timur”, tegas Yakob

Yakob juga menjelaskan duduk persoalan sehingga terjadi aksi premanisme terhadap Erik B. Hawula yang merupakan kader GMNI.

Menurutnya, pada akhir bulan April lalu terjadi peristiwa pemfitnahan, penganiayaan, pengeroyokan, perampasan kemerdekaan terhadap salah satu Wakil ketua DPD GMNI NTT, Erik B. Hawula  di Sumba Timur.

Ia menjelaskan, adapun kronologinya pada tanggal 28 April 2022 diduga sepeda motor salah satu anak kos hilang. Setelah tahu kejadian tersebut, bung Erik (Erik B. Hawula, red) sebagai penjaga kos membantu mencarikan speda motor yang hilang itu.

Namun, pemilik kendaraan motor yang hilang itu meminta salah satu dukun untuk menerawang siapa sesungguhnya pelaku pencurian itu.

Berdasarkan hasil terawang sang dukung, jelas Yakob, maka disebutlah ciri-ciri pelakunya mirip seperti saudara Erik yang pada akhirnya pemilik kendaraan lalu mengundang beberapa kawan untuk menahan dan memaksa saudara Erik untuk mengakui perbuatannya.

Baca Juga :  Surat Sakti Kepsek Kuburkan Mimpi Guru Honor di Ende Untuk Jadi P3K; 16 Tahun Mengabdi Sia-Sia

Karena permintaan tersebut tidak dipenuhi saudara Erik, kata Yakob, pemilik kendaraan beserta beberapa kawannya lalu mengancam pembunuhan, mengainiaya, dan mengeroyok  saudara Erik hingga babak belur.

Sejauh ini, urai Yakob, kasus sudah dilaporkan ke Polsek Sumba Timur dan masih dalam pengejaran pelaku.

“DPD GMNI NTT akan melaporkan lagi kasus ini ke Polda NTT agar segera diusut secara lebih serius oleh pihak kepolisian”, tegas dia.

Mahasiswa Hukum ini juga menegaskan agar tidak terjadi pembiaran kepada pelaku.

“Ini menjadi tolak ukur bagi Kepolisian NTT khususnya di Polres Sumba Timur agar menunjukkan kemampuan dan profesioanlitas menangkap pelaku dan menangani persoalan hukum secara adil”, tutup Yakobus.

Penulis: Chen Rasi

Editor: Yuven Abi

Berita Terkait

KM Lawit Tabrak Dermaga Ippi, KSOP dan PELNI Dapat Catatan Kritis Dari Dewan di Ende
KM Lawit Tabrak Dermaga, Kondisi Kapal Rusak dan Bocor
Sorot Rencana Anggaran PKK 500 Juta, Komisi 1 DPRD Ende: Outputnya Apa?
Bunda Julie Laiskodat Akan Dilantik Jadi Ketum PERKEMI NTT; Datangkan Pelatih Jepang untuk Nagoya 2027
Anggaran Pilkades Capai 3,9 M, Komisi 1 DPRD Ende Minta Dikaji Ulang
DLH Ende Akan Beri Sanksi Jika Ditemukan Limbah Pabrik Tempe Tahu Cemari Lingkungan Air dan Udara
Surat Sakti Kepsek Kuburkan Mimpi Guru Honor di Ende Untuk Jadi P3K; 16 Tahun Mengabdi Sia-Sia
Limbah Tahu Tempe Picu Aroma Tidak Sedap, Anggota DPRD Ende Minta Izin Usaha Dicabut
Berita ini 23 kali dibaca