Dishub Kota Tidak Becus Urus Terminal Bayangan

- Penulis

Kamis, 13 Juni 2013 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Dinas perhubungan (Dishub) Kota Kupang dinilai tidak becus mengurus maraknya terminal bayangan yang ada di berbagai tempat. Kehadiran terminal bayangan tersebut cukup membuat warga resah karena sering menimbulkan kerawanan kecelakaan dan buang hajat sembarangan.

“ Dishub kota Kupang tidak becus menangani terminal bayangan yang ada di berbagai tempat” kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang , Isodorus Lilidjawa kepada wartawan, di kupang, belum lama ini.

Dikatakannya Kasus terminal bayangan ini sebebarnya bukan kasus yang berat namun Pemkot kupang tidak lebih sigap mengatasi permasalahan itu.

Lilidjawa menganjurkan kepada Dishub untuk selalu menempatkan setiap anggota di titik-titik yang sering di gunakan oleh para sopir untuk membuat terminal bayangan.

“Saya kira jalan keluarnya tempatkan setiap personil di setiap titik”. ujarnya

Maraknya Terminal bayangan di Kota Kupang memang meresahkan warga. Seperti di kelurahan Oesapa besar. kehadiran terminal Bayangan tersebut membuat daerah di sekitar terminal bayangan menjadi Daerah rawan kecelakaan.

Baca Juga :  Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

” Kami sangat tidak nyaman dengan kehadiran terminal Bayangan yang di buat oleh Sopir bis Luar Kota dan travel, ” ungkap Frengky Asah, Salah Satu warga RT.28.Rw.10 kelurahan Oesapa.

ia menjelaskan, Warga yang berdomisili di sekitar terminal bayangan tersebut resah dengan tindakan para sopir dan penumpang yang menunggu angkutan, karena mereka sering membuang hajat dan kencing di depan pekarangan warga.

“Mereka Suka buang air besar dan kencing didepan rumah kami, ” keluhnya. (IZ)

Berita Terkait

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:57 WIB

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:48 WIB

Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Berita Terbaru