Bupati Sabu Raijua Tinjau Lokasi Banjir di Desa Depe

- Penulis

Sabtu, 22 Januari 2022 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke saat tinjau lokasi banjir di Desa Depe yang didampingi oleh Pj. Kepala Desa Depe, Alfret Radja (Foto: Istimewa)

Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke saat tinjau lokasi banjir di Desa Depe yang didampingi oleh Pj. Kepala Desa Depe, Alfret Radja (Foto: Istimewa)

Menia, Savanaparadise.com,– Bupati Sabu Raijua, Drs. Nikodemus Rihi Heke, M.Si meninjau lokasi banjir di Desa Depe, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, pada Jumat, (21/012022).

Tinjauan ini untuk memastikan seberapa besar tingkat kerusakan dan kondisi lahan warga terdampak.

“Saya ingin melihat langsung untuk memastikan seberapa tingkat kerusakannya dan bagaimana dengan kondisi lahan warga yang terdampak seperti laporan yg disampaikan oleh Bapak Desa” ungkap Rihi Heke.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, akibat curah hujan yang cukup tinggi dibeberapa wilayah Kabupaten Sabu Raijua, pada Selasa (18/01/22) menyebabkan banjir besar melanda di wilayah Desa Depe, bahkan air sungainya meluap hingga ke lahan warga.

Saat tinjau di lokasi, Bupati Sabu Raijua mengungkapkan Ia telah memerintahkan Dinas Teknis untuk segera melakukan langkah-langkah taktis untuk mengantisipasi kerusakan lebih banyak.

“Saya telah perintahkan Kepala Dinas PU untuk memastikan kerusakan sekaligus melakukan pengukuran di titik-titik yg rawan dan perlu pengaman” terang Maballa Sapaan akrab Rihi Heke.

Baca Juga :  Puluhan Rumah Warga di Maukaro Ende Terendam Banjir

Dijelaskannya, untuk penanganan darurat akan segera menurunkan eksavator  agar bisa membentuk alur air supaya kerusakan tidak bertambah.

Sementara, PJ. Kepala Desa Depe, Alfret Yefta Radja, S.Pd, saat dimintai tanggapannya ia menuturkan, intensitas hujan yg cukup besar mengakibatkan Banjir dan mengancam Fasilitas umum seperti, Gedung Kantor Desa, Gereja, TK, SD GMIT Depe, Jalan penghubung antar dusun dan Desa, Pemukiman warga, dan Lahan Pertanian.

“Atas nama Pemdes dan Masyarakat Depe, saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua khususnya kepada Bupati dan Kepada Kepala Dinas PU dan BPBD atas responnya”, ucap Alfret Radja.

Ketua Forum Angkatan Muda Sabu Raijua ini juga mengapresiasi gerak cepat Pemda dalam melakukan langkah-langkah taktis untuk penanganan darurat.

“Terima kasih dan apresiasi yg setinggi-tingginya Kepada Bapak Bupati, walaupun saya bersurat hanya via wa tapi di respon cepat oleh Bapak Bupati dan memerintahkan Kadis PU sehingga bapak Kadis PU bersama tim tiba lokasi dan langsung mengukur semua Titik-titik rawan. Setelah itu pak Bupati datang untuk memastikan”. Terang Alfret

Baca Juga :  Nasib Warga Dua Dusun di Likanaka Ende Hidup Tanpa Listrik

Salah seorang warga, Alan Dju Kadja, ketika dijumpai wartawan menyampaikan terima kasih dan hormat setinggi-tingginya atas kehadiran Bupati Sabu Raijua.

“Saya berharap Pemerintah bisa memperhatikan dengan kebijakan anggaran seperti normalisasi kali, pembangunan Bronjong di titik rawan yg mengancam Fasilitas umum, dan memperbaiki cros way supaya arus lalulintas tidak terputus. Karena cros itu salah satu jalan penghubung antara desa”, TutupNya

Data yang dihimpun media ini, yang longsor kurang lebih 500 meter . Yang sudah dibangun dan rusak lagi kurang lebih 400 meter. Dan itu dibangun dari tahun 2018 sebagian dan sebagiannya lagi tahun 2021 pake Dana Desa.

Penulis: Dule Dubu

Editor: Chen Rasi

Berita Terkait

Personil Polres Ende Tangani Bencana Longsor di Roa Ende
Dugaan Oknum Polisi Aniaya Wartawan,Kuasa Hukum Korban Desak Kapolda NTT Tegas  
Bupati Badeoda Pastikan Stok Sembako dan BBM Jelang Lebaran Aman
Bupati Ngada Bertemu Gubernur NTT di Kupang, Apa Hasilnya? 
KPU Ende Gelar Safari Demokrasi Partisipasi di Bulan Ramadhan
Dr. Rudi Rohi Sebut Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Prosedur Lengkap Berpotensi Batal Demi Hukum 
Berbeda Dengan Akademisi, Ketua STN NTT Tegaskan Pelantikan Wajib Persetujuan Gubernur
Dua Dusun di Ende Hidup Tanpa Listrik, Immer Pakpahan Sebut Sudah Ada Dalam Roadmap dan Tunggu Anggaran
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 13:24 WIB

Personil Polres Ende Tangani Bencana Longsor di Roa Ende

Senin, 16 Maret 2026 - 09:42 WIB

Dugaan Oknum Polisi Aniaya Wartawan,Kuasa Hukum Korban Desak Kapolda NTT Tegas  

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:16 WIB

Bupati Badeoda Pastikan Stok Sembako dan BBM Jelang Lebaran Aman

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:55 WIB

Bupati Ngada Bertemu Gubernur NTT di Kupang, Apa Hasilnya? 

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:48 WIB

Dr. Rudi Rohi Sebut Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Prosedur Lengkap Berpotensi Batal Demi Hukum 

Berita Terbaru