BPIP Ajak Perguruan Tinggi di Indonesia Untuk KKN di Ende, Belajar Lebih Dekat Tentang Keberagaman dan Pancasila

- Penulis

Jumat, 10 Desember 2021 - 22:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPIP, Yudian Wahyudi saat memberikan keterangan kepada awak media usai Sholat Jumat di Masjid AR. RABITHAH yang didampingi Bupati Djafar Achmad, Jumat 10 Desember 2021 (Foto: Chen Rasi/Savanaparadise.com)

Kepala BPIP, Yudian Wahyudi saat memberikan keterangan kepada awak media usai Sholat Jumat di Masjid AR. RABITHAH yang didampingi Bupati Djafar Achmad, Jumat 10 Desember 2021 (Foto: Chen Rasi/Savanaparadise.com)

Ende, Savanaparadise.com,- Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi mengakui keberagaman yang ditunjukan oleh masyarakat NTT terlebih khusus Kabupaten Ende sangat tinggi.

Bahkan Wahyudi merasa kagum melihat kehidupan masyarakat Kabupaten Ende yang begitu harmonis dan terjalin begitu akrab diantara sesama walaupun di tengah perbedaan.

Pujian ini dilontarkan Wahyudi sebab di tengah perbedaan, namun tak pernah ada gesekan-gesekan sedikitpun yang terjadi di tengah masyarakat Kabupaten Ende-NTT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sangat kagum melihat kehidupan masyarakat di sini, di situ ada banyak masjid, lalu di sebelahnya itu ada Gereja, ada pastoral, jadi kehidupan mereka itu tidak pernah terganggu oleh gesekan-gesekan yang tidak perlu. Tentunya ini menjadi contoh yang baik bagi pengalaman pancasila”, ujar Wahyudi kepada savanaparadise.com usai menjalankan sholat Jumat di Masjid AR. RABITHAH Ende, Jumat (10/12/21).

Menurutnya berbicara soal pancasila kita harus perlu belajar dari Ende sebagai miniaturnya Indonesia.

Menanggapi permintaan Bupati Djafar terkait dukungan BPIP untuk mewujudkan Ende sebagai tempat belajar tentang pancasila bagi generasi muda, Pelajar dan Mahasiswa, Wahyudi mengatakan, BPIP akan berusaha membantu keinginan Provinsi dan Kabupaten Ende, dalam hal ini Pak Bupati dan Gubernur, agar tahun depan pusat peringatan hari lahir pancasila dilaksanakan di Ende.

“Dan itu kami sudah setujui untuk turut membantu dan dari BPIP sendiri mulai tanggal 27 Mei sampai tanggal 2 Juni akan mengirim tim kesini. Kalau masalah Presiden bisa hadir atau tidak, itu di luar kewenganan kami. Itu urusan Presiden bagaimana situasi dan sebagainya”, tutur Wahyudi.

Baca Juga :  Dua Dusun di Ende Hidup Tanpa Listrik, Immer Pakpahan Sebut Sudah Ada Dalam Roadmap dan Tunggu Anggaran

“Dan yang kedua berkaitan keinginan Pemda Ende menjadikan Ende sebagai tempat belajar pancasila, saya pun akan berusaha menggaungkan itu di tengah-tengah Perguruan Tinggi sehingga ada semacam Napak Tilas di Ende”, tambahnya.

Wahyudi berjanji akan mengajak seluruh Perguruan Tinggi untuk menjalankan KKN di Ende agar bisa mengalami langsung perjalanan Bung Karno di Ende.

“Saya dulunya adalah Rektor paling tidak mudah-mudahan perguruan tinggi bisa menjalan KKN disini untuk mengalami langsung perjalanan Bung Karno selama di asingkan di Ende (Napak Tilas Bung Karno)”, janji Wahyudi.

Senada dengannya, Deputi Hubungan Antar Lembaga, Ir. Prakoso, mengungkapkan berdasarkan hasil kesepakatan bersama dengan pemangku kepentingan di Provinsi NTT maka telah dibentuk Jejaring Panca Mandala.

Parkoso menjelaskan Jejaring Panca Mandala merupakan Jejaring untuk membantu pembinaan ideologi pancasila, gotong royong dari Pemerintah Daerah, bagian usaha, Perguruan Tinggi yang ada di NTT, kelompok masyarakat, dan media.

“Dengan adanya Jejaring Panca Mandala di NTT  untuk mendorong pembinaan ideologi pancasila bagi seluruh warga Negara Indonesia yang bertempat tinggal di NTT”, jelasnya.

Bupati Ende Djafar Achmad, dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi dan terimakasih atas kunjungan dari Kepala BPIP bersama rombongan ke Ende.

“Kita perlu ucapkan terima kasih banyak kepada BPIP yang telah berkunjung ke rahim pancasila. Satu hal yang patut kita bangga bahwa Ende memiliki peran besar bagi bangsa dan Negara ini”, kata Djafar.

Baca Juga :  Jembatan Penghubung 2 Desa di Ende Roboh Diterjang Banjir, Warga Harap Pemerintah Segera Perbaiki

Djafar berharap kunjugan BPIP mudah-mudahan bisa membawa dampak positif bagi Ende dan bangsa ini tentang sejarah.

“Tadi juga kita sudah sampaikan ke beliau tentang ide dan gagasan kita bagaimana menjadikan Ende sebagai tempat belajar pancasila bagi generasi bangsa dan beliau sudah berjanji akan membantu mengkomunikasikannya”, ungkap Bupati.

Dikabarkan sebelumnya, Kepala BPIP, Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA. Ph.D bersama rombongan tiba di Bandar Udara Haji Hasan Aroeboesman Ende dengan menggunakan pesawat Wings Lion Group ATR 72-500, Jumat (10/12/21). Pukul 07.35.

Kehadiran Kepala BPIP bersama rombongan disambut Bupati Kabupaten Ende, Drs Djafar Achmad. Adapun rombongan yang ikut bersama Kepala BPIP yakni, Deputi Hubungan Antar Lembaga, Ir. Parkoso. MM, Staf Khusus Dewan Pengarah, Romo Antonius Beny Susatyo, Direktur Hubungan Antar Lembaga, Elfrida Siregar, Direktur Standarisasi Materil Formal, Aris Heru Utomo, beserta tim lainnya. Jumlah rombongan dari BPIP sebanyak 20 Orang.

Berdasarkan jadwal yang diterima wartawan Savanaparadise.com, Kepala BPIP bersama rombongan menjalankan berbagai macam rangkaian kegiatan selama sepekan di Ende.

Adapun agenda kegiatan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut,

1. Napak Tilas

2. Kunjungan ke Panti Asuhan

3. Dialog Permenungan Bung Karno

4. Kunjungan ke Pondok Pesantren Walisongo.

Penulis: Chen Rasi

Editor: Yuven Abi

Berita Terkait

Dua Dusun di Ende Hidup Tanpa Listrik, Immer Pakpahan Sebut Sudah Ada Dalam Roadmap dan Tunggu Anggaran
Gubernur NTT Tunggu Hasil Inspektorat, Polemik Pelantikan Sekda Ngada Bisa Berujung Sanksi
Nasib Warga Dua Dusun di Likanaka Ende Hidup Tanpa Listrik
Pengamat Politik UNWIRA :Bupati Ngada punya wewenang angkat Sekda sesuai UU Pemda, Namun harus penuhi prosedur sistem merit UU ASN.
Darius Beda Daton : Kewenangan pengangkatan Sekda Ngada ada pada Bupati, Gubernur hanya Koordinasi 
Dukung program MBG di NTT,UMKM S.W Supplier Panen Raya hasil Pertanian di Kab.Kupang
Polemik Sekda, Sam Haning Minta Yos Rasi Jangan Sulut Emosi Gubernur vs Bupati Ngada
Digugat Rp4,2 Miliar, Bupati TTU dan Dinas Kesehatan Terseret Kasus Pengadaan Vaksin
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:39 WIB

Dua Dusun di Ende Hidup Tanpa Listrik, Immer Pakpahan Sebut Sudah Ada Dalam Roadmap dan Tunggu Anggaran

Kamis, 12 Maret 2026 - 07:42 WIB

Gubernur NTT Tunggu Hasil Inspektorat, Polemik Pelantikan Sekda Ngada Bisa Berujung Sanksi

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:48 WIB

Nasib Warga Dua Dusun di Likanaka Ende Hidup Tanpa Listrik

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:02 WIB

Pengamat Politik UNWIRA :Bupati Ngada punya wewenang angkat Sekda sesuai UU Pemda, Namun harus penuhi prosedur sistem merit UU ASN.

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:54 WIB

Darius Beda Daton : Kewenangan pengangkatan Sekda Ngada ada pada Bupati, Gubernur hanya Koordinasi 

Berita Terbaru