BKH Sebut Pemerintahan Jokowi Sudah Bangkrut

- Penulis

Jumat, 9 September 2016 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Politisi Senayan dari partai Demokrat Benny Kabur Harman (BKH)
Politisi Senayan dari partai Demokrat Benny Kabur Harman (BKH)

Kupang, Savanaparadise.com,-  Politisi Senayan dari partai Demokrat Benny Kabur Harman (BKH) mengatakan Negara dibawah pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah bangkrut. BKH yang juga Anggota Komisi III DPR RI mengatakan kondisi tersebut sudah sangat nyata. Hal ini menurutnya dibuktikan dengan penerimaan Negara yang cenderung menurun.

“Sebenarnya Negara sudah bangkrut. kita sudah bangkrut.buktinya sudah ada pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU). Di NTT sendiri ada pemotongan Fiskal sebesar Rp. 240 Milyar. Kita akan memberi masukan kepada negara agar keluar dari kebangkrutan ini,” kata BKH ketika menjadi pembicara dalam diskusi bersama  wartawan di ruang Fraksi Demokrat DPRD NTT, Jumat, 9/09.

Dia mengatakan situasi tersebut tidak boleh terjadi. Mari kita sama sama cari jalan terbaik. Dia berpendapat Tax Amnesty dirancang untuk menutupi penerimaan Negara yang cenderung menurun sejak awal pemerintahan Jokowi. Pada kenyataannya Tax Amnesty diapakai untuk menakuti masyarakat kecil.

“ Tax Amnesty diberlakukan untuk menambah penghasilan baru bagi Negara. Kebijakan ini untuk pejabat pejabat yang taruh uang diluar, dilindungi untuk bawa uang uang nya ke indonesia. itu tujuan utamanya.tapi yang terjadi kebijakan ini dipakai untuk menakuti-nakuti rakyat,” katanya.

Dikatakannya Ketika Presiden melakukan reshuffle kabinet, Demokrat berharap bisa memberi perubahan dalam pemerintahan. Namun kata BKH hal tersebut tidak banyak memberi perubahan dalam peningkatan ekonomi Negara malah menambah kegaduhan dalam pemerintah.

“ bahkan ketika Sri Mulyani masuk dalam kabinet juga tidak memberi perubahan apa-apa. Tax Amnesty Low. Bahkan Kepala Negara mengangkat Menteri yang memiliki warga negara asing,” jelasnya.

Baca Juga :  Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Dalam aras kebijakan partai di parlemen, BKH mengatakan Demokrat terus merperbaharui diri sebagai partai yang pro rakyat dan siap dengan solusi solusi buat rakyat.Demokrat kata BKH mendukung pemerintahan Joko Widodo.

“ Dukungan yang kami berikan bukan pasif tapi yang aktif. kami mendukung kebijakan yang pro rakyat tapi juga mengkritisi yang tidak pro rakyat. Ketika Jokowi mengumunkan Budi Gunawan sebagai Kapolri yang paling depan untuk mendukung adalah partai Demokrat. Dalam Tax Amnesti kita memberikan koreksi,” jelasnya.

Ketika presiden mengangkat menteri yang WNA, Demokrat juga paling depan untuk mengkritisi. Koreksi yang democrat lakukan juga ada hasilnya seperti Tax amnesty yang low dan hasilnya seperti yang kita duga belum ada nilai 100 trilyun yang masuk dalam kas Negara.(SP)

Berita Terkait

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital
Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Berita ini 2 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:14 WIB

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:58 WIB

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Berita Terbaru