Bank NTT kembali Jadi Penyalur KUR untuk UMKM, Menteri UMKM RI Minta Perkuat Pendampingan Intensif 

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 07:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUANBAJO,Savanaparadise.com – Kembalinya Bank NTT sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM di Nusa Tenggara Timur untuk mengakses pembiayaan. Senada dengan itu, dorongan Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman agar penyaluran kredit disertai pendampingan intensif dari Bank NTT guna memastikan usaha kecil mampu tumbuh berkelanjutan dan naik kelas.

Di tengah upaya memperluas akses pembiayaan bagi pengusaha skala kecil, pemerintah kembali menegaskan peran strategis Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen penggerak ekonomi daerah. Momentum itu terlihat dalam kegiatan sosialisasi dan akad massal KUR yang digelar di Labuan Bajo, Selasa (28/4/2026), yang mempertemukan pemerintah pusat, daerah, dan perbankan dalam satu agenda percepatan pembiayaan UMKM.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman menegaskan, KUR tidak boleh dipandang sekadar sebagai tambahan likuiditas, melainkan sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing usaha. Di hadapan ratusan pelaku UMKM, ia mengingatkan bahwa kedisiplinan dalam memanfaatkan pembiayaan menjadi kunci agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“KUR harus digunakan untuk kegiatan produktif, bukan konsumtif. Ini adalah kesempatan untuk memperbesar usaha, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas pasar,” ujarnya.

Baca Juga :  Bank NTT Bertranformasi, Seluruh Fraksi DPRD NTT nyatakan Dukungan Jadi Perseroda

Dalam konteks itu, pemerintah mendorong peran aktif lembaga keuangan tidak hanya sebagai penyalur kredit, tetapi juga sebagai mitra pendamping.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) antara Kementerian UMKM dan Bank NTT menjadi penanda penting kembalinya bank daerah tersebut ke dalam ekosistem penyaluran KUR setelah sempat absen beberapa tahun.

Kembalinya Bank NTT dinilai strategis, mengingat kedekatannya dengan pengusaha kecil di tingkat lokal. Dengan target penyaluran sekitar Rp350 miliar, bank daerah ini diharapkan mampu menjangkau sektor-sektor usaha yang selama ini belum terlayani optimal oleh perbankan nasional.

Menteri Maman menekankan, keberhasilan program KUR tidak hanya diukur dari besarnya angka penyaluran, tetapi juga dari kualitas dampak yang dihasilkan. Oleh karena itu, literasi keuangan dan pendampingan usaha menjadi elemen yang tak terpisahkan.

Penyaluran harus diikuti dengan edukasi. Tanpa itu, pembiayaan berisiko tidak memberikan efek jangka panjang,” katanya.

Secara nasional, hingga April 2026, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp91,6 triliun kepada sekitar 1,4 juta pelaku usaha. Sementara di Nusa Tenggara Timur, angka penyaluran tercatat Rp898 miliar untuk lebih dari 19 ribu UMKM, masih menyisakan ruang besar untuk peningkatan akses pembiayaan.

Baca Juga :  Bank NTT Teken MOU Dengan Pemkab Ngada, Dorong Transparansi Keuangan Berbasis Digital

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena melihat KUR sebagai instrumen strategis dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan, terutama di wilayah dengan struktur usaha mikro yang dominan. Namun, ia mengingatkan pentingnya tata kelola agar manfaat program benar-benar dirasakan secara merata.

Kita tidak hanya mengejar angka penyaluran, tetapi bagaimana dana ini berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Gubernur Melki, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perbankan harus diarahkan pada penguatan ekosistem usaha, mulai dari akses modal hingga peningkatan kapasitas pengusaha UMKM. Dalam kerangka itu, kehadiran Bank NTT diharapkan mampu menjembatani kebutuhan pembiayaan sekaligus memahami karakteristik ekonomi lokal.

Dengan dimulainya kembali penyaluran KUR oleh Bank NTT, harapan pun menguat bahwa UMKM di NTT tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga peluang untuk naik kelas. Di tengah tekanan ekonomi global dan keterbatasan akses di daerah, pembiayaan yang inklusif dan terkelola dengan baik menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.*

Penulis : Tim Redaksi (DD)

Berita Terkait

Insan Pendidikan SMA/SMK Gotong Royong Buka Donasi Bantu Anak SD Lawan HIV dan TB Paru di Matim
Kisah Pilu Bocah di Mangarai Timur Dapat Perhatian Pemerintah, Gubernur NTT Instruksikan Penanganan Cepat
Raja Moni di Ende Pastikan Kemenangan Paket SIAGA
Suka Cita Warga Kampung Adat Rendu, Nagekeo  Dikunjungi Paket SIAGA
Ratusan Dos Keramik Bantuan Paket SIAGA Untuk SD Katolik Ngoranale Ngada
Dukungan Terus Mengalir, Relawan di Ngada Satu Hati Menangkan Paket SIAGA
Tanda Cinta Paket SIAGA untuk Pelajar SMA Katolik Regina Pacis Bajawa, Bantu Beasiswa Senilai Rp800 Juta
Relawan di Matim Satu Padu Menangkan Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 07:52 WIB

Bank NTT kembali Jadi Penyalur KUR untuk UMKM, Menteri UMKM RI Minta Perkuat Pendampingan Intensif 

Rabu, 22 April 2026 - 08:53 WIB

Insan Pendidikan SMA/SMK Gotong Royong Buka Donasi Bantu Anak SD Lawan HIV dan TB Paru di Matim

Selasa, 21 April 2026 - 21:28 WIB

Kisah Pilu Bocah di Mangarai Timur Dapat Perhatian Pemerintah, Gubernur NTT Instruksikan Penanganan Cepat

Senin, 9 September 2024 - 12:06 WIB

Raja Moni di Ende Pastikan Kemenangan Paket SIAGA

Sabtu, 7 September 2024 - 05:43 WIB

Suka Cita Warga Kampung Adat Rendu, Nagekeo  Dikunjungi Paket SIAGA

Berita Terbaru