Badan Kesbangpol TTU Gelar Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial

- Penulis

Jumat, 10 Desember 2021 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembukaan kegiatan Rapat koordinasi terpadu Penanganan Konflik Sosial di Grand Royal Hotel Kefamenanu. (Foto : Yuven Abi/Savana paradise.com)

Pembukaan kegiatan Rapat koordinasi terpadu Penanganan Konflik Sosial di Grand Royal Hotel Kefamenanu. (Foto : Yuven Abi/Savana paradise.com)

Kefamenanu, Savanaparadise.com,-Dalam rangka mewujudkan stabilitas daerah yang kondusif dalam kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menggelar rapat koordinasi terpadu penanganan konflik sosial.

Kegiatan yang dilakukan di Aula Hotel Grand Royal Kefamenanu ini dihadiri oleh Bupati TTU, Drs. Djuandi David, Unsur Forkopimda, para Camat se- Kabupaten TTU, Aparat TNI/POLRI, Tokoh Agama, Pimpinan Partai politik, pimpinan organisasi Kemahasiswaan, Tokoh Pemuda dan Tokoh Masyarakat.

Bupati TTU, Drs. Djuandi David dalam sambutannya mengatakan, kamajemukan suku bangsa, ras, bahasa, agama dan adat istiadat yang ada di Kabupaten TTU, adalah fakta empiris yang tak terbantahkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kemajemukan ini disatu sisi merupakan suatu kekayaan yang secara langsung maupun tidak langsung dapat memberikan dampak positif bagi upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat, namun di sisi lain membawa dampak buruk bagi kehidupan sosial jika ada ketimpangan pembangunan, ketidakadilan dan kesenjangan sosial ekonomi, kemiskinan serta dinamika kehidupan politik yang tidak terkendali.

Baca Juga :  GMNI Sedaratan Flores Usulkan Taman Renungan Bung Karno Jadi Taman Nasional dan Ende Ditetapkan Jadi Kota Pancasila

“Setiap konflik sosial mengakibatkan terganggunya rasa aman, menimbulkan rasa takut dan cemas, menimbulkan kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, korban jiwa dan trauma psikologis, yang dapat menghambat upaya mewujudkan kesejahteraan masyarkat” ungkap David.

David mengatakan, salah satu isu nasional dan daerah yang saat ini kita hadapi adalah maraknya penyebaran hoax atau berita bohong, di mana suatu kejadian atau informasi dipelintir sedemikian rupa, dimanipulasi untuk menjatuhkan pihak lain, terutama dalam momentum menjelang pemilu.

Ia menuturkan, hal ini patut diwaspadai, melalui fungsi dan peran masing-masing pihak.

“Saya mengajak kita sekalian untuk bersama-sama menjaga keutuhan daerah ini dari perpecahan. Isu-isu yang bersifat memecah belah harus dapat dicegah sedini mungkin” ajak David.

Baca Juga :  Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol TTU, Thelymitro R. Kapitan mengungkapkan, tujuan dilaksanakannya kegiatan koordinasi penangan konflik sosial adalah untuk membangun kesepahaman bersama tentang cara-cara penanganan konflik sosial di Kabupaten TTU.

Menurutnya, hal-hal yang dibahas dalam kegiatan koordinasi ini adalah mengenalkan konsep-konsep penanganan konflik, sesuai regulasi yang telah ditetapkan, melihat sumber-sumber potensi konflik serta komponen-komponen dalam penanganan konflik mulai dari pencegahan, penghentian dan pemulihan.

“Kita berharap, jangan sampai ke tahap pemulihan, bahkan penghentian juga jangan. Kita harus berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pencegahan agar konflik-konflik sosial itu tidak terjadi, dan syaratnya adalah penguatan kelembagaan harus kita bangun, walupun ini adalah langkah kecil tapi dengan membangun kebersamaan maka ke depan upaya pencegahan konflik akan berjalan dengan baik” tutur Kapitan.

Penulis : Yuven Abi
Editor : Chen Rasi

Berita Terkait

SPK Panaskan Mesin PAN NTT, Target Kursi Tambahan di Dapil II
Demo di Kantor Bupati Ende, Pendemo Lakukan Aksi Bakar Ban Hingga Bentrok Dengan Sat Pol PP
450 Personel Gabungan Polres Ende Dikerahkan Untuk Amankan Misa Jumat Agung
Dinas Pendidikan NTT Imbau Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial, Hindari Hoaks dan Pelanggaran Hukum
Dinas Pendidikan NTT Imbau Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial, Hindari Hoaks dan Pelanggaran Hukum
Cipayung Ende Gelar Aksi 1000 Lilin Untuk Kematian Adik Edwin dan Kemanusian
Gubernur NTT Desak Penindakan Admin Tiktok Lika Liku NTT, Dinilai Resahkan Publik
GMNI Ende Ngaku Kecewa Tidak Bertemu Bupati Badeoda Saat Aksi Demonstrasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 06:59 WIB

SPK Panaskan Mesin PAN NTT, Target Kursi Tambahan di Dapil II

Rabu, 8 April 2026 - 21:02 WIB

Demo di Kantor Bupati Ende, Pendemo Lakukan Aksi Bakar Ban Hingga Bentrok Dengan Sat Pol PP

Jumat, 3 April 2026 - 14:08 WIB

450 Personel Gabungan Polres Ende Dikerahkan Untuk Amankan Misa Jumat Agung

Kamis, 2 April 2026 - 13:03 WIB

Dinas Pendidikan NTT Imbau Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial, Hindari Hoaks dan Pelanggaran Hukum

Kamis, 2 April 2026 - 12:33 WIB

Dinas Pendidikan NTT Imbau Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial, Hindari Hoaks dan Pelanggaran Hukum

Berita Terbaru