Ende, Savanaparadise.com,- Pasca Gempa mengguncang Flores dengan kekuatan 7,7 magnitudo kebanyakan warga di Kabupaten Ende memilih membangun tenda darurat seadanya. Tak sedikitnya pula memilih mengungsi di atas bukit dan membangun tenda darurat.
Kebanyakan warga yang memilih mengungsi di atas bukit, dataran tinggi adalah warga yang tinggal di pesisir Pantai lantaran takut sewaktu-waktu terjadi tsunami ditambah gempa susulan yang kerap terjadi.
Kondisi ini dialami warga Desa Neotonda, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Ende. Berdasarkan informasi yang di himpun media ini, sebanyak 150 Orang warga Desa Neotonda mengungsi di atas bukit dengan rincian perempuan sebanyak 90 orang dan laki-laki 60 orang termasuk anak-anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain mengungsi di atas bukit, ada juga sebagian warga yang membangun tenda darurat secara mandiri di tempat nyaman, jauh dari bangunan rumah.
Salah seorang warga Desa Neotonda, Mama Anastasia Sepi saat di konfirmasi media, Senin, 17 Agustus 2026 mengatakan, pasca gempa menguncang Flores beberapa hari lalu dirinya bersama keluarga lain memilih mengungsi di atas bukit.
“Kami mengungsi di sini sejak tanggal 15 kemarin. Dan untuk makan minum kami bawah dari rumah”, kata Mama Anastasia.
“Sejak kami mengungsi belum ada bantuan dari pemerintah”, tambahnya.
Sementara Sekretaris Camat Kotabaru, Marianus Agang, S.H ketika dihubungi membenarkan bahwa masyarakat di Kecematan Kotabaru saat ini masih mengungsi di atas bukit dan membangun tenda darurat.
Marianus menguraikan, berdasarkan data sementara yang input pihak kecamatan, warga yang mengungsi di atas bukit dan membangun tenda darurat secara mandiri adalah warga dari Desa Neotonda yang tempat tinggalnya tidak jauh dari Pantai.
“Memang saat ini ada warga yang tinggal di tenda darurat. Dan berdasarkan hasil yang kami input di lapangan saat turun langsung, warga yang masih tinggal di tenda darurat adalah warga Desa Loboniki, Desa Neotonda, Desa Ndondo. Sedangkan untuk warga Desa Nuanaga mereka memilih untuk mengungsi ke sanak keluarga yang ada di Dusun Aeipo”, terang Marianus.
Marianus menambahkan, saat ini pihak pemerintah kecamatan sedang berusaha untuk membangun 2 posko bencana yakni di Puskesmas Kotabaru dan Puskesmas Loboniki.
“Kita sedang berusaha untuk bangun 2 posko bencana, Satunya di Puskesmas Kotabaru dan Satunya lagi di Puskesmas Loboniki”, urainya.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










