8 OPD di Ende Belum Punya Pimpinan Defenitif; Arkadeus Sebut Konsolidasi Organisasi Tidak Maksimal

- Penulis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arkadeus Aku Suka, Mantan Aktivis PMKRI sekaligus Orang Muda dari Pantura (Foto: Mateus Bheri/SP)

Arkadeus Aku Suka, Mantan Aktivis PMKRI sekaligus Orang Muda dari Pantura (Foto: Mateus Bheri/SP)

Ende, Savanaparadise.com,- Terdapat 8 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende belum memiliki pejabat pimpinan defitif dan hingga kini masih di pimpin pelaksana tugas (Plt).

Dari informasi yang di peroleh, 8 OPD yang masih di pimpin pelaksana tugas di antaranya, Inspektorat, Kesbangpol, Dinas Kominfo, BKD, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Asisten I Setda Ende, Asisten III Setda Ende, dan Bappeda.

Tentunya, lowongnya jabatan pimpinan defenitif mendapat sorotan dari salah satu orang muda di Kabupaten Ende, Arkadeus Aku Suka. Menurut Arkadius, lowongnya jabatan pimpinan defenitif di sejumlah OPD seperti, Inspektorat, Kesbangpol, Dinas Kominfo, BKD, Asisten I Setda Ende, Asisten III Setda Ende, dan Bappeda harus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan, pada dasarnya pelaksana tugas dapat di benarkan sesuai aturan untuk mengisi lowongnya jabatan dalam sebuah organisasi. Namun, kara dia, manakala kondisi tersebut berlangsung cukup lama, tentunya kondisi ini berpotensi dapat menghambat berkaitan dengan pengambilan keputusan apalagi bagi OPD – OPD strategis.

Ia menyataian, pertanyaan sekarang bukan lagi soal apakah pemerintahan tetap berjalan melainkan seberapa optimal pemerintah dapat bekerja tanpa pejabat pimpinan definitif?

“Saya kira kalau kita berbicara dampak dari lowongnya jabatan pempinan definitif dan membandingkan dengan pelaksana tugas tentunya pimpinan definitif memiliki mandat lebih kuat untuk membangun organisasi, menetapkan target, melakukan evaluasi, dan mengambil keputusan strategis ketimbang Plt”, kata Arkadeus saat dihubungi Savanaparadise.com melalui WhatsApp, Selasa, (11/8/26).

Baca Juga :  Kenang 10 Tahun Kepergian Ronny So; Sang Pejuang Orang Kecil

Arkadeus menyebut jika OPD terlalu lama dijabat pelaksana tugas (Plt) maka akan berdampak pada konsolidasi organisasi dan berpotensi tidak maksimal. Di sisi yang lain, tambah dia, dalam pengambilan keputusan strategis, termasuk keputusan yang berkaitan dengan kebijakan jangka panjang seorang pelaksana tugas lebih berhati-hati dalam pengambilan keputusan tersebut berdasarkan kewenangan yang di berikan kepadanya menurut regulasi..

Bukan hanya itu, dampak lain ketika sebuah organisasi terlalu lama dipumpin seorang Plt menurut Arkadeus adalah kesinambungan program kerap terganggu karenanya di perlukan seorang pimpinan defenitif. Dari situ Ia lebih leluasa menetap target dan memastikan program dapat berjalan sesuau target, tidak hanya bersifat administratif melainkan berkelanjutan.

“Berikutnya pengawasan pemerintahan perlu mendapat perhatian khusus seperti, inspoktrat misalnya. Karena ini posisinya sangat strategis dalam menjalankan fungsi pengawasan internal agar pemerintah dapat berjalan efektif. Selain itu, saya juga melihat lowongnya jabatan pimpinan definitif ini juga berdampak pada koordinasi antar OPD berpotensi tidak maksimal karena para asisten memiliki fungsi penting dalam koordinasi perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pembangunan”, terang Arkadeus.

Menurutnya, kepemimpinan yang bersifat sementara dalam waktu panjang perlu di evaluasi agar tidak menghambat koordinasi lintas sektor karena ini dapat beresiko terhadap pelayanan publik.

Baca Juga :  Perkumpulan Peduli Kasih Dorong Agar Kasus Prostitusi Online di Ende Diserahkan ke Polisi

” Masyarakat tidak terlalu peduli apakah sebuah OPD di pimpin oleh Plt atau pejabat defenitif. Justru yang masyarakat butuhkan adalah, pelayanan yang cepat, pasti, transparan, dan berkualitas. Karena itu, dalam setiap persoalan struktur kepemimpinan birokrasi pada akhirnya harus di lihat dampak terhadap masyarakat”, kata Arkadeus.

Arkadeus berharap demi menghindari potensi munculnya persoalan tersebut langkah pertama yang perlu dilakukan pemerintah kabupaten Ende adalah bagaimana melakukan audit dan evaluasi terhadap seluruh OPD yang dijabat oleh Plt. Karena dari situ, menjadi rujukan bagi Bupati menetap target pengisian jabatan pimpinan defenitif.

Kedua, mempercepat proses pengisian jabatan defenitif sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku bukan di dasarkan pada kedekatan politik maupun kepentingan kelompok.tetapi harus mengutamakan kompetensi, rekam jejak, integritas, profesionalitas, dan kebutuhan organisasi.

Ketiga, menetapkan target waktu yang jelas demi menghindari isu liar diruang publik bahwa persoalan ini terkesan di biarkan sehingga di perlukan juga membuka ruang komunikasi publik untuk menjelaskan kepada masyarakat mengenai kondisi jabatan struktural yang masih kosong serta langkah-langkah yang telah dilakukan.

“Pengisian jabatan definitif pada OPD-OPD strategis di Kabupaten Ende perlu segera menjadi agenda prioritas pemerintah daerah. Sebab pembangunan daerah tidak boleh terlalu lama bergantung pada kepemimpinan yang bersifat sementara”, ujar Mantan Aktivis PMKRI ini.

Penulis : Mateus Bheri

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Satlantas Polres Ende Bangun Sinergi Bersama FLLAJ Dalam Upaya Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas
Polres Ende Tahan 3 Tersangka Dugaan Tindak Pidana Narkotika Jenis Ganja; Hasil Tes Urine Dua Tersangka Positif
Bupati Badeoda Lantik Kadis Dukcapil Ende; Yopi Dosi Woda Komit Ubah Pola Pelayanan Berbasis Desa dan Kecamatan
Bupati Beberkan Isi Pertemuan Bersama Tokoh Masyarakat Soal Dugaan Kos Kosan Jadi Tempat Prostitusi Online di Ende
Lantik Pengurus PMI Ende Periode 2025 – 2030, Alfridus Seran; Bangun PMI Ende Agar Jadi Gembala Kemanusian
Bupati Minta BKPSDM Panggil Oknum ASN Yang Diduga Terlibat Protitusi Online di Ende
Polsek Wolowaru Ende Beri Edukasi Untuk Siswa di SDK Wolondopo 1; Cegah Perundungan di Sekolah
Pol PP Tanggapi Bantahan Dari Kuasa Hukum Pemilik Kos; Stafnya Siap Jadi Saksi di Polisi
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:34 WIB

8 OPD di Ende Belum Punya Pimpinan Defenitif; Arkadeus Sebut Konsolidasi Organisasi Tidak Maksimal

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Satlantas Polres Ende Bangun Sinergi Bersama FLLAJ Dalam Upaya Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:38 WIB

Polres Ende Tahan 3 Tersangka Dugaan Tindak Pidana Narkotika Jenis Ganja; Hasil Tes Urine Dua Tersangka Positif

Senin, 27 Juli 2026 - 13:19 WIB

Bupati Badeoda Lantik Kadis Dukcapil Ende; Yopi Dosi Woda Komit Ubah Pola Pelayanan Berbasis Desa dan Kecamatan

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:14 WIB

Bupati Beberkan Isi Pertemuan Bersama Tokoh Masyarakat Soal Dugaan Kos Kosan Jadi Tempat Prostitusi Online di Ende

Berita Terbaru