Mbay,Savanaparadise.com— Pemerintah Kabupaten Nagekeo menggandeng Bank NTT untuk membuka peluang kerja legal bagi warganya ke Jepang melalui program pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).
Kerja sama ini tidak hanya menekankan pelatihan dan persiapan keberangkatan, tetapi juga mencakup pembiayaan serta edukasi literasi keuangan bagi calon pekerja.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Nagekeo, Petrus Aurellius Asan, mengatakan kolaborasi dengan Bank NTT bertujuan mengatasi kendala biaya yang kerap dialami CPMI, mulai dari pelatihan, dokumen, hingga administrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Biaya dari Lembaga Pelatihan Kerja memang seharusnya dibiayai APBD, namun melihat kondisi keuangan daerah, kami menggandeng Bank NTT untuk memfasilitasi pembiayaan,” ujarnya dalam rapat kerja bersama DPRD Nagekeo.
Biaya keberangkatan CPMI diperkirakan mencapai Rp65 juta, mencakup seluruh kebutuhan administrasi dan pelatihan.
Melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) CPMI, Bank NTT menyediakan pembiayaan hingga Rp100 juta dengan bunga 6 persen per tahun, dan tenor disesuaikan dengan kontrak kerja di Jepang.
Kepala Bank NTT Cabang Mbay, Petrus Soba Lewar, menambahkan bahwa calon pekerja akan memiliki rekening di Bank NTT dan diarahkan untuk menabung secara rutin.
“Pendapatan mereka diharapkan bisa dikelola secara produktif, tidak hanya konsumtif,” jelasnya.
Dalam program ini, CPMI menjalani pelatihan bahasa dan budaya Jepang melalui ACE Indonesia, serta pelatihan tenaga kesehatan di LPK Musubu.
Pelatihan tersebut menyiapkan peserta secara profesional, termasuk kegiatan seperti origami, simulasi budaya, hingga kunjungan dari perusahaan Jepang. Seleksi dilakukan di Transnaker Nagekeo sebelum calon pekerja diberangkatkan dari Denpasar.
Selain aspek teknis dan finansial, program ini juga menekankan pentingnya literasi keuangan. Bank NTT memberikan pendampingan agar CPMI mampu mengelola pendapatan secara bijak, termasuk pembayaran cicilan kredit serta menabung untuk modal usaha setelah kembali ke kampung halaman.
Dukungan juga datang dari DPRD Nagekeo. Ketua Komisi I DPRD, Lukas Mbulang, menyebut program ini penting untuk memastikan CPMI mengikuti jalur legal dan memahami prosedur resmi.
“Dengan kerja sama pemerintah, lembaga pelatihan, dan perbankan, kami berharap generasi muda Nagekeo mendapatkan kesempatan kerja di luar negeri secara profesional sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengangguran, tetapi juga membuka akses finansial dan pengalaman kerja internasional bagi generasi muda Nagekeo, serta mendorong pengelolaan pendapatan yang produktif dan berkelanjutan.(SP)
Penulis : Tim Redaksi










