Riset Car Scam, Eduard Lukas : Saya Juga Korban dan Rugi Hingga Tutup Usaha

- Penulis

Minggu, 17 Agustus 2025 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,– Ribuan warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga menjadi korban investasi bodong yang beroperasi melalui aplikasi daring bernama Riser Car. Informasi ini terungkap dari wawancara dengan salah seorang leader bernama Eduard Lukas, yang juga turut mengalami kerugian.

Menurut Eduard, jumlah anggota yang tergabung dalam skema tersebut mencapai sekitar 3.000 orang. Para anggota bergabung melalui sistem referral link dan diminta untuk menyetor dana secara mandiri ke berbagai nomor rekening yang ternyata berbeda-beda.

“Banyak anggota yang sudah menyetor saldo sendiri. Kami sedang kumpulkan bukti transfer dari para korban untuk dilaporkan,” ujar Eduard ketika dihubungi SP, Minggu, 17/08/2025.

Ia menjelaskan, sebagian besar dana anggota terus diputar kembali ke aplikasi dengan harapan mencapai level tertentu yang disebut SVIPIV, agar bisa memperoleh pendapatan harian lebih tinggi. Namun, sebelum target itu tercapai, aplikasi mendadak ditutup dan tidak bisa diakses lagi.

Kerugian yang dialami para anggota bervariasi, dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Eduard sendiri mengaku usahanya sampai harus tutup karena dana yang terlanjur ditanamkan di aplikasi tersebut.

“Kami semua korban. Kalau ada yang menuduh saya sebagai bandar, itu tidak benar. Saya juga diajak masuk, bukan pembuat aplikasi atau pemilik rekening,” tegasnya.

Baca Juga :  Miliki Bukti Kuat, Margareta Doa Siap Hadapi Perkara di PN Ende, Kuasa Hukumnya; Klien Kami Punya Sertifikat HGB

Sebagai langkah hukum, Eduard bersama sejumlah korban lain telah melapor ke Polres setempat dan berencana meneruskan kasus ini ke Direktorat Cyber Crime Polda. Mereka berharap pihak kepolisian dapat melacak pemilik rekening-rekening tujuan transfer dana tersebut.

“Kami berharap cyber bisa telusuri semua nomor rekening itu, karena pasti ada pemilik dan jaringannya,” tambah Eduard.

Kasus dugaan investasi bodong ini menambah panjang daftar penipuan digital yang memanfaatkan masyarakat dengan iming-iming keuntungan besar. Aparat kepolisian diharapkan segera menindaklanjuti laporan korban agar kerugian tidak semakin meluas.(SP)

Berita Terkait

Perkumpulan Peduli Kasih Prihatin Atas Kasus Pencabulan Anak Di Bawah Umur Oleh Tiga Pria di Ende
Kasus Pencabulan di Ende Marak Terjadi; Terdata Tahun 2026 Sebanyak 9 Kasus
Tiga Pria di Ende Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Kini Diamankan Polisi
Miliki Bukti Kuat, Margareta Doa Siap Hadapi Perkara di PN Ende, Kuasa Hukumnya; Klien Kami Punya Sertifikat HGB
PA GMNI NTT Rintis UBSP Marhaen Berdikari, Gelar RAT Perdana Tahun Buku 2025 Serta Bagi SHU
DS, ASN Kabupaten Kupang Sesalkan Pernyataan Kasat Pol PP 
Dicekik Hingga Saling Pukul, ASN Dinsos Kabupaten Kupang Lapor Balik ASN Pol PP Ke Polres Kupang 
Laporan Penipuan 97 Juta Mandek, Polres Kupang Kota Diduga Lindungi Jessica 
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:37 WIB

Perkumpulan Peduli Kasih Prihatin Atas Kasus Pencabulan Anak Di Bawah Umur Oleh Tiga Pria di Ende

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:45 WIB

Kasus Pencabulan di Ende Marak Terjadi; Terdata Tahun 2026 Sebanyak 9 Kasus

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:24 WIB

Tiga Pria di Ende Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Kini Diamankan Polisi

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:01 WIB

Miliki Bukti Kuat, Margareta Doa Siap Hadapi Perkara di PN Ende, Kuasa Hukumnya; Klien Kami Punya Sertifikat HGB

Kamis, 19 Maret 2026 - 09:55 WIB

PA GMNI NTT Rintis UBSP Marhaen Berdikari, Gelar RAT Perdana Tahun Buku 2025 Serta Bagi SHU

Berita Terbaru